Skip to content

CHINA, DEBAR, STUPID MAN!

Juni 11, 2013

IMG_0879Selalu ada kejadian unik, menarik, bahkan mungkin mendebarkan kalau bepergian. Apalagi jika bepergian ke negeri orang. Pun dengan perjalanan saya ke China kali ini.  Rencana awal, berangkat akhir April. Lalu diundur ke pertengahan Mei. Lalu diundur lagi akhir Mei. Sampai akhirnya berangkat awal Juni. Dimulai ketika saya baru sadar kalau paspor saya sudah expired. Jadi harus buat paspor baru. Waktu paspornya jadi, photo di paspor tidak tercetak dengan baik sehingga wajah saya tidak dikenali sebagai saya. Paspor harus cetak ulang. Prosesnya lama. Harus menunggu persetujuan dari kantor pusat imigrasi di Jakarta, dsb, dsb. Setelah hampir sebulan paspor baru jadi juga. Giliran urus visa China, ada libur long week end. Visa China harus diurus ekspress. Ekspress artinya biaya lebih mahal.

“Arrange your schedule. Same date, same flight with me. We go at 6 am from Semarang and 8.20 am from Jakarta to Hongkong”, kata si bos saat datang ke pabrik.  Terlalu mepet sebenarnya. Dan akhirnya saya pun harus tergesa-gesa saat tiba di Cengkareng. Dari mengambil bagasi, setengah berlari check in di counter CX yang letaknya di ujung. Dari situ balik ke immigration checking. Harus antri. Selesai dari imigrasi, harus tergesa lagi menuju pesawat. Akhirnya sampai di pesawat jam 8.10 am. Pesawat take off jam 8.20. Pfffh….! Si bos menggunakan business class, jadi dia tak perlu terburu-buru seperti saya.

Sampai di Hongkong lanjut ke Hangzhou. Tiba di Hangzhou Airport, email saya tentang siapa yang menjemput belum juga dijawab. Gawat nih! Sebelum keluar bandara, ada pemeriksaan. Selepas koper keluar dari scanning, si petugas menghampiri saya. Minta tas saya di buka. Saya dibawa ke ruangan khusus. Tas di buka. Isinya dibongkar, diacak. Entah apa yang dicarinya. Dia tanya mau kemana? Apa nama perusahaan yang dituju? Saya jawab. Tak puas, dia minta identitas. Saya beri kartu nama. Tak puas juga, dia tanya invitation letter. Saya tunjukkan email dari hand phone. Tetap tak puas, dia tanya tinggal di mana. Saya sebut nama hotelnya. Masih juga belum puas, dia tanya mana bukti booking hotelnya. Saya tunjukkan lagi dari hand phone. Akhirnya dia ngomong, “OK!” dan berlalu. Saat pemeriksaan di Dulles, Washington, pemeriksaannya nggak gini-gini amat. Tapi ya sudahlah. Yang penting aman.

Hari Minggu, teman saya me-rental mobil untuk mengantar kami dari Jiaxing ke Shanghai Airport. Janjian jam 7 pagi, mobil tak juga muncul. 15 menit lewat akhirnya muncul. Supirnya seorang cewek muda. Baru saja keluar dari parkiran hotel, si cewek tak tahu pasti terminal yang dimaksud. Oo…pertanda tak baik nih. Dan si cewek sibuk terus menelpon sambil nyetir. Berhenti di SPBU, seorang cowok masuk ke mobil. Teman si cewek. Diminta ikut karena  si cowok punya GPS. Kenapa nggak pakai GPS dari smart phone si cewek saja, bathin saya.

Si cowok duduk depan saya. Bolak-balik meludah lewat jendela. Waduh, jorok nih orang. Sepanjang perjalanan tiap ada persimpangan si cewek dan si cowok beradu mulut lewat jalan yang mana. Lha, apa gunanya GPS. Saya makin was-was karena takut telat. Dan puncaknya, mobil dihentikan polisi. Sebabnya? Si cowok tidak pakai sabuk pengaman! Stupid man! Masih pula di cowok ngeyel ke polisi masa cuma soal seat belt saja jadi dipermasalahkan? Stupid man! SIM si cewek ditahan. Paspor saya dan teman diminta dan dibawa ke kantor polisi. Duh….semoga nggak lama. Si cewek masuk ruangan, si cowok santai di dalam mobil. 15 menit kemudian si cewek keluar. Paspor saya dikembalikan. Perjalanan dilanjutkan, si cowok tetap tidak pakai sabuk pengaman! Stupid man!

Setiba di bandara semua kejadian itu jadi bahan obrolan saya dan teman. Kejadian menyebalkan dan mendebarkan justru jadi obrolan seru dan penuh tawa. Perjalanan hidup kadang tak terduga. Episode senang dan susah kadang tak bisa dipilih. Kadang terpaksa dihadapi. Saya berdoa semoga saya tetap bersyukur saat senang dan bisa bersabar saat susah.

 

Shanghai Airport, 9 Juni 2013

4 Komentar leave one →
  1. DiAn permalink
    Desember 28, 2013 6:41 am

    Hi Fadhly… pa kabar?

  2. DiAn permalink
    Januari 27, 2014 6:21 pm

    Iya….hehe

  3. Februari 19, 2014 9:08 am

    Banyak banget rintangannya haha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: