Skip to content

PADA MEREKA YANG BERKONTRIBUSI; THANK YOU!

Februari 6, 2012

taken from apcounsellingservices.com

Bagaimana anda menilai diri anda sekarang ini? Merasa sukses, lebih maju, lebih hebat, lebih kaya, lebih berprestasi? Atau anda merasa sebaliknya? Tentu ini pilihan bebas. Mau merasa bagaimana pun, itu hak anda untuk menilai diri sendiri. Walau kadang selain kebebasan tetap juga diperlukan kejujuran sehingga penilaian itu lebih objektif. Tapi menilai diri itu adalah hal subjektif sehingga objektivitas bisa menjadi sangat relatif. Untuk itulah diperlukan kejujuran. Kejujuran untuk menilai diri sendiri.

Apapun itu, kalaulah sekarang merasa lebih hebat dan lebih sukses, pernahkah terpikir mengapa anda lebih hebat dan lebih sukses? Pernahkah berpikir bahwa kehebatan dan kesuksesan itu tidak semata dikarenakan oleh kecerdasan, visi yang luar biasa, bakat, atau kerja keras anda sendiri? Pernahkah berpikir bahwa kehebatan dan kesuksesan anda sesungguhnya terjadi karena konstribusi orang lain di sekitar anda? Kalau jawabannya belum, mari menilai dengan jujur. Selain karena faktor diri sendiri, siapa lagi yang berkontribusi terhadap kehebatan dan kesuksesan yang sudah anda raih?

Selalu ada kontribusi orang lain, orang-orang di sekeliling kita, dibalik kesuksesan diri sendiri. Mereka-mereka ini bisa yang sejajar, di atas, atau di bawah anda. Suami yang hebat karena didukung oleh keluarga yang hebat. Anak hebat karena didukung oleh orang tua yang hebat. Manager, department head, atau supervisor yang hebat karena memiliki staff dan karyawan hebat yang bekerja tak kenal lelah membantunya.

Pertanyaan mendasarnya, seberapa sering kita mengingat orang-orang yang telah berkontribusi pada pencapaian kita sekarang? Seberapa sering kita berterima kasih pada orang-orang yang telah membantu sehingga kita merasa lebih hebat dan lebih berhasil? Lebih sering dilakukan atau lebih sering kita lalai dan lupa? Terima kasih tidaklah selalu berbentuk materi. Tidak pula hanya terbatas pada ucapan “terima kasih”. Bukankah perhatian, bimbingan, arahan, bahkan senyuman adalah bagian dari terima kasih? Bukankah sebuah empati dan simpati terhadap orang-orang yang membantu kita juga bagian dari terima kasih? Jika selama ini kita abai, taklah juga terlambat untuk melakukannya. Remember and say thank you to the people who have contributed to your achievement. 

Dan selain kepada orang di atas saya, saya pun memulai untuk berterima kasih pada ratusan karyawan yang telah banyak membantu saya. Terima kasih saya pada karyawan yang bekerja keras tanpa henti; pagi, siang, pulang malam, pulang pagi, bekerja di hari libur. Rasa terima kasih saya juga kepada para keluarga karyawan yang harus merelakan suami. istri, anak mereka bekerja sampai malam, sampai pagi, atau masuk di hari libur. Sepenuhnya saya sadari diperlukan pengertian yang tinggi untuk menghadapi itu semua. Kontribusi mereka ibarat penyangga atas pencapaian saya. Mereka ibarat “kaki” yang menopang pencapaian saya.

Para pemimpin, orang hebat, orang sukses, manager, atau supervisor, anda bisa berdiri hebat karena kaki. Tanpa kaki, anda akan pincang, tidak bisa berlari, timpang, tidak stabil, atau tersungkur tak mampu berdiri. Berterima kasihlah pada para kaki karena tanpa mereka anda takkan bisa berdiri hebat seperti sekarang ini.

 

Banyumanik, 5 Februari 2012

This article is dedicated to all department heads, supervisors, leaders, and operators in my division. Thanks for your continuous support.

2 Komentar leave one →
  1. tutut widiastuti permalink
    Oktober 17, 2012 8:00 am

    setuju sekali..
    trimakasih fad, mau aku kirim ke pimpinan nih, semoga bermanfaat dan beliau bisa lebih menghargai bawahannya..
    :D… jadi curhat..
    makasih yaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: