Skip to content

TAK SEKEDAR MEMINTA

Desember 30, 2011

taken from sgmt.org

Beberapa bulan lalu, saat berulang tahun saya mendapat ucapan selamat baik lewat telepon, sms, maupun facebook. Saya bersyukur saya masih hidup. Saya bersyukur masih ada orang yang mau meluangkan waktu untuk mengirimkan atau menulis ucapan selamat ke saya. Saya anggap semua ucapan selamat itu sebagai penghargaan buat saya. Penghargaan yang harus saya balas semampu saya. Maka saya luangkan waktu membalas ucapan selamat itu satu per satu, bukan satu balasan yang “reply to all”. Mumpung saya bukan orang terkenal. Karena kalau jadi orang terkenal mungkin banyak sekali yang memberi ucapan dan mungkin saya tak mampu membalasnya satu per satu. Jadi mumpung saya masih mampu. Kalau sudah tak mampu, saya pikirkan cara lain nantinya.

Jika ada yang berulang tahun, sering terdengar ucapan seperti ini, “Met ultah ya, semoga murah rezeki dan panjang umur. Ditunggu makan-makannya!” Saya pun pernah melakukannya. Sampai suatu saat saya membaca tulisan tentang ultah di sebuah buku. Tulisan itu mempertanyakan, kenapa yang ultah harus diminta mentraktir teman-temannya. Kenapa tidak dibalik. Justru teman-temannya yang harus mentraktir yang ultah. Bagaimana yang ultah bisa bahagia kalau saat ultah ia harus memikirkan uang ekstra untuk traktiran? Belum lagi mikirin tempat makan yang OK karena takut omongan tak sedap dari yang ditraktir? Bagaimana yang ultah bisa bahagia jika ia akhirnya jadi bokek karena harus memberi makan orang-orang yang memberinya selamat? Gara-gara membaca artikel ini, sejak itu pula saya tak pernah lagi minta traktiran pada yang ultah walau untuk sebuah permintaan bercanda, tidak serius. Jika ada teman yang ultah, cukuplah ucapan selamat ultah dan harapan. Titik. No additional request for traktiran!

Dan lazimnya orang yang berulang tahun, banyak doa yang dipanjatkan dan biasanya minta umur panjang. Lagu ulang tahun yang sering dinyanyikan adalah “panjang umurnya, panjang umurnya….”. Walaupun saya ragu apakah minta panjang umur adalah permintaan yang tepat. Bukankah Tuhan sudah menetapkan umur tiap manusia? Kapan manusia lahir dan kapan pula ajal datang menjemput? Dan bukankah ketika ajal itu datang, tak seorangpun dapat mengelak dan tak akan pula bisa bergeser walau hanya sedetik? Jadi, hemat saya, permintaan panjang umur itu adalah permintaan retoris pada Tuhan yang sebenarnya kita sudah tahu jawabannya.

Dan kejadian remeh-temeh seputar ultah ini memberi beberapa pertanyaan;  Apakah selama ini kita lebih sering mendapat ucapan selamat daripada memberi ucapan selamat pada orang lain? Mengapa kita harus meminta traktiran pada yang ultah? Bukankah ucapan selamat dan harapan tulus yang dipanjatkan jauh lebih bermakna dan menyenangkan? Kalaulah memang masih ngotot minta umur panjang sama Tuhan, apakah permintaan umur panjang layak dipanjatkan jika kita sering lalai dan abai terhadap umur dan kesempatan hidup yang diberikan?

Jika kita sering meminta, apakah kita juga sering memberi? Bukankah dalam permintaan terkandung tanggung jawab untuk memberi? Jika minta diberikan pekerjaan, bukankah artinya kita harus bekerja dengan memberi kemampauan terbaik dan penuh tanggung jawab? Jika minta diberi kepercayaan, bukankah artinya kita harus bertanggung jawab menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan? Jika minta dikaruniai keturunan, bukankah jika keturunan diberikan si orang tua harus bertanggung jawab mendidik dan mengasuh anaknya?

Ngomong-ngomong, apakah permintaan-permintaan anda tahun ini sudah tercapai? Apa yang mau anda minta tahun depan?  Atau anda memilih untuk bertanya apa yang ingin saya beri tahun depan?

Selayaknya kita tidak hanya sekedar pandai meminta tapi juga pandai bertanggung jawab setelah diberi. Selamat tahun baru.

 
Mangkang, 29 December 2011

2 Komentar leave one →
  1. riska permalink
    Januari 18, 2012 12:33 pm

    bener mas.. bener banget,.. saya udah baca semua tulisan mas di blog ini, sangat inspiratif dan mengajarkan tanpa harus menggurui…tetap menulis dan tetap kritis yaaa😉

    • Januari 20, 2012 6:03 pm

      Wow….semua tulisan??
      Halo Riska. Terima kasih atas komentar dan waktunya untuk membaca tulisan-tulisan saya.
      Senang jika bisa memberikan manfaat

      Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: