Skip to content

BEGINNING IS NOT THE END

November 8, 2011

picture by wallpapers.eu.com

Pernah punya pengalaman harus melaksanakan tugas dalam suasana yang tidak anda inginkan? Saya mengalaminya minggu lalu. Saat itu saya harus menemui tamu, customer yang sedang dalam tahap akan memberikan order agar diproduksi di perusahaan tempat saya bekerja. Sedianya bukan saya yang harus menemui tapi karena suatu hal, jadilah saya diminta menemui.

Sayangnya, sms yang meminta saya menemui tamu terlambat saya baca. Saat ada di area produksi, dering telepon genggam pasti kalah dengan suara blower dan mesin. Jadi trigger-nya adalah vibrasi. Tapi vibrasi telepon genggam saya tak terlalu kuat getarannya sehingga suka tidak terasa kalau bergetar. Jadilah sms tersebut saya baca 10 menit setelah dikirim. Artinya tamu sudah menunggu 10 menit lebih. Bukan hal yang menyenangkan bagi orang yang on time. Dan membuat customer menunggu tentu bukanlah awal yang bagus untuk memulai bisnis. Tapi kadang hal yang tidak diharapkan bisa terjadi di luar rencana. Apalagi bagi saya yang memang tidak direncanakan menemui mereka. But, we are what we are. Just face it.

Saat masuk ruangan tempat para customer menunggu, saya bisa merasakan tanda-tanda. Tanda-tanda bahaya, maksudnya. Saya jabat tangan para customer, dua orang skandinavia dan satu orang Indonesia, sambil memperkenalkan diri saya. Tak lupa sambil tersenyum, tentunya. Mau tahu respon mereka? Tak ada ekspresi, tak ada senyuman. Dingin! Yang tersenyum cuma satu orang, orang Indonesia. Terbukti ya memang kalau orang Indonesia itu ramah, murah senyum, dan bisa menyembunyikan perasaan. Lebih tepatnya, memendam perasaan. Apakah anda merasa begitu? Kalau tidak, berarti anda bukan orang Indonesia. Ini vonis tidak ilmiah dari saya. Boleh setuju, boleh tidak.

Kembali pada dua orang customer asal skandinavia, muka mereka serius dan saya cukup tahu, this is unpleasant situation! Sepanjang saya menerima tamu asing, baru kali ini saya menghadapi respon kayak begini. Tapi saya nggak punya pilihan lain. Ya sudah, hadapi saja. Saya langsung to the point. Karena sudah tahu maksud dan tujuan mereka, saya ajak langsung ke shop floor. Produk yang akan di-check sudah siap dan saya biarkan mereka mengecek dan memeriksa sample product yang mereka minta. Suasana dan raut wajah mereka masih serius. Untungnya sample product yang di-check cukup bagus sehingga sedikit banyak membantu suasana. Selesai dengan sample product, saya jelaskan proses produksi yang sedang berjalan kepada mereka. Saya ajak keliling pabrik, menjelaskan proses produksi dari awal sampai akhir. Selama plant tour ini, saya buka pembicaraan dengan bertanya ini-itu dan menjelaskan ini-itu. Hasilnya, “I am so impressed!” katanya.

Rencana adalah rencana. Fakta adalah kenyataan yang sebenarnya. Tak melulu semua rencana sesuai dengan kenyataan. Atau kadang kita tak bisa memilih berada dalam kenyataan yang tidak kita rencanakan. Tak semua yang direncanakan dimulai dengan awal yang menggembirakan. Seperti halnya, ketidakmampuan anda menghindari awal yang sulit atas apa yang tidak anda rencanakan.

Bad starting doesn’t mean bad ending. Jika sudah menentukan tujuan yang ingin dicapai, tentukan langkah pertama dan teruslah menambah langkah berikutnya. Kendala dan hambatan bisa datang di awal, di tengah, atau di ujung. Mantapkan hati untuk terus mencapai tujuan akhir. Hasil akhir hanya bisa diketahui jika kita memulai dan terus menambah langkah sampai tujuan akhir. Beginning is not the end.

 

Mangkang, 8 November 2011

2 Komentar leave one →
  1. Agus ariyanto nugroho permalink
    Januari 31, 2012 9:29 pm

    Wow…cerita nyata yang menarik n bagus ..suer..bikin kita lebih semangat dalam menghadapi sesuatu…harus optimis. The life must go on….thx..mr. Fadhly…i m so impressed

    • Februari 2, 2012 4:35 pm

      Tidak selalu mudah untuk optimis. Saya juga lebih mudah mengatakan daripada mempraktekkannya.
      Tapi setidaknya kita semua mencoba untuk selalu positif. Mari melihat donat dengan melihat donatnya, bukan lubangnya. Hidup cuma sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: