Skip to content

LET DO SOMETHING FOR THESE AMAZING KIDS!

November 1, 2011

photo by Kompas.com

Apa reaksi anda jika melihat photo di samping?  Mungkin banyak reaksi yang muncul. Saya bantu untuk menginventaris yang kemungkinan mewakili reaksi anda.

Apakah anda merasa sedih, prihatin, pilu, terharu, menangis, betapa menyedihkan nasih anak-anak tersebut? Atau anda merasa kecewa, kesal, marah, muntap terhadap pemerintah dan orang-orang yang punya kuasa karena bagaimana mungkin negeri kaya raya gemah ripah loh jinawi dan telah 66 tahun merdeka masih membiarkan anak bangsanya pergi ke sekolah dengan menyabung nyawa? Atau anda merasa terinspirasi, bersemangat, bangga terhadap semangat juang rakyat jelata demi mengecap pendidikan yang ternyata tidak murah dan mudah di negeri yang namanya nusantara ini?

Atau anda merasa kasihan, berempati, bersimpati terhadap nasib anak-anak para penyadap karet dan petani tersebut? Atau anda merasa bersyukur, merasa lebih kaya, lebih beruntung dibanding mereka karena perjuangan anak-anak anda ke sekolah tidaklah seberat dan seberbahaya mereka yang harus melintasi Sungai Ciliman dan bergelantungan mengandalkan kekuatan tangan dan keseimbangan tubuh dengan resiko bisa tercebur dan terseret arus sungai? Saya dan mungkin anda, para orang dewasa, belum tentu mampu melakukannya.

Atau anda merasa lucu, tersenyum, dan tertawa karena kesedihan dan air mata sudah terkuras melihat besarnya penderitaan rakyat sehingga hanya senyum dan tawa yang tersisa walau kecut? Menertawakan janji para elit yang berbusa-busa berjanji manis agar terpilih di kursi terhomat namun lupa jika berkuasa? Atau anda merasa biasa saja, tak merasa apa-apa karena hal seperti ini sudah lazim muncul di media setiap hari sehingga hukum diminishing of sensitivity berlaku pada anda?

Photo tersebut adalah potret nyata perjuangan anak-anak di Desa Cicaringin, Lebak, Banten. Photo yang lebih lengkap bisa klik di sini. Bersekolah bagi mereka tidak hanya membutuh uang tapi juga keberanian. Saya mengetahui photo ini Selasa 25 Oktober 2011. Berawal dari twit @ReneCCyang mengirimkan twit ke banyak orang untuk mendukung pembuatan jembatan dengan tag #JembatanAnakBangsa. Perkiraan biaya sekitar 500 juta.

Dan tanggapan pun ramai bermunculan di twitter. Reaksinya? Kira-kira samalah dengan reaksi yang saya urai di atas. Seorang teman bilang, “Itu sudah lama Pak. Pernah masuk TV segala. Memang pemerintah kita payah kok. Negeri ini khan memang sudah lama tanpa pemerintah. Rakyat sudah biasa hidup dan berjuang sendiri untuk nasibnya sendiri-sendiri tanpa kehadiran pemerintah.”

Setuju dengan pendapat di atas. Marah, kecewa, sedih, atau terharu adalah bagian dari empati kepada nasib anak-anak hebat itu. Itu bagus kok! Minimal kita masih bisa berempati. Kita masih punya kesadaran sosial bagi penderitaan orang lain. Tapi saya juga berpikir, apakah saya cuma bisa sekedar marah dan mengumpat doang? Kalau saya bisa berbuat sesuatu pasti jauh lebih baik dan bermakna.

Maka saya sebarkan email ini kepada rekan-rekan kantor . Saya mengawali email dengan kalimat “Let do something for these amazing kids”. Email juga saya kirim pada para karyawan di divisi saya. Ada 500 karyawan di divisi saya. Pasti mereka bisa do something rather than just feel sad and complaint. Saya print juga gambar di atas. Saya tunjukkan pada si kecil. Saya jelaskan gambar itu adalah teman-temannya yang punya semangat tinggi untuk sekolah walau harus bergelantungan. Saya bilang, ia jauh lebih beruntung. Saya tanyakan, apakah mau membantu menyumbang uang yang akan digunakan untuk membangun jembatan. Ternyata si kecil tertarik. Uang yang angpau Lebaran sebagian ingin disumbangkan. Ia juga minta agar jajannya bisa disisihkan untuk membantu teman-temannya dari Desa Cicaringin itu. Oh, I am so proud of you, my little son….

Selang beberapa hari, seorang karyawan datang ke meja saya membawa amplop tebal. Isinya lembaran-lembaran seratus ribu, lima puluh ribu, dua puluh ribu, sepuluh ribu dan yang seribuan. Surprise! Saya tak menyangka akan mendapat uang sebanyak itu. Thanks for all.

Pada kesempatan ini saya juga ingin mengajak, mari bantu #JembatanAnakBangsa.  Tak usah pikirkan jumlah uangnya. Kita bisa menyumbang seribu, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu atau lebih dari itu. Niat kita membantu jauh lebih mulia. So, let do something for these amazing kids. Apapun yang kita bisa. Pasti lebih bermakna. Hidup cuma sekali.

Mangkang, 1 November 1, 2011

 

Catatan;

Sumbangan bisa diberikan lewat rekening BCA 7310163591 a.n Dwi Rani RH. Jika sudah transfer silahkan re-confirm ke @dwirani

2 Komentar leave one →
  1. September 8, 2012 3:00 pm

    pemerintah enak”an membangun daerah yg sudah mewah mkin dipermak biar lbh megah….tp daerah yg udah hancur cm didiamkan pura2 buta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: