Skip to content

YOUR COMPLIMENT, PLEASE….

September 23, 2011

by mylot.com

Suatu waktu saya pernah dimintai komentarnya oleh atasan saya mengenai  kinerja karyawan yang baru dipromosikan. Saya jawab kalau yang bersangkutan itu sangat berpotensi dan cukup memuaskan.  Atasan saya lalu melanjutkan, “If he is good, you must give him compliment. Don’t express your complaint when you are not satisfied only but you must express your compliment when you are satisfied on his performance. We should be balanced and compliment will motivate him.” Perkataan tersebut jadi bikin saya bertanya, sudah seberapa sering saya melakukan hal sepele ini? Benarkah termasuk hal sepele? Terlalu sepele sehingga sering lupa dilakukan? Ataukah hal yang dianggap sepele mungkin tidak sepele sehingga sering abai dilakukan?

Suatu masa pula, saya bertemu dengan teman lama. Facebook punya jasa besar pada pertemuan ini. Terakhir kali bertemu saat kita masih SMP dulu. Karena sudah lama nggak bertemu, tentu banyak hal yang berubah. Dan saya pun berkomentar, “Wah lama nggak bertemu banyak yang berubah ya. Sekarang jadi tambah cantik!” Pujian spontan. Kontan teman saya yang lain ikutan berkomentar, “Halah Fad, hati-hati lho! Sudah banyak kejadian di Facebook, gara-gara ucapan kaya gini akibatnya bisa macem-macem. Lagian doi udah married, kok!” Gantian saya yang bengong. Apa saya salah ngomong? Saya memujinya ikhlas kok. Nggak punya maksud lain. Setelah mahfum dengan komentar tersebut, saya jadi mikir. Mungkin teman saya itu ada benarnya juga. Kita mungkin hidup di lingkungan yang tak terlalu biasa dengan pujian. Untungnya, pujian saya tidak disalahartikan oleh teman yang saya puji. Ternyata memuji itu juga harus hati-hati.

Dari pengalaman berinteraksi dengan orang asing, mereka lebih biasa dan royal mengekspresikan sesuatu termasuk dalam hal memberikan pujian. Kata-kata you are very nice, you look great atau you are so beautiful today adalah hal yang lazim. Ekspresi dan pujian bisa menyangkut pribadi, cara berpakaian, perlakuan kita, atau hal lainnya. Hal yang sama juga biasanya dilakukan oleh orang yang pernah bersekolah atau tinggal di luar negeri. Karena tak terbiasa memberikan pujian, kita juga jadi tak terbiasa menerima pujian. Ini kesimpulan pribadi saya saja yang tak dilengkapi dengan metode dan data statistik ilmiah. Jadi kalau nggak setuju sih abaikan saja. Sering saya perhatikan orang yang saya puji. Saat dipuji, ekspresi mukanya umumnya datar tanpa ekspresi. Tapi saya tahu kalau mereka itu sebenarnya senang. Jarang sekali saat dipuji, diikuti oleh ekspresi wajah yang ekspresif.

Dulu, saat baru awal-awal bekerja, saya pernah punya atasan orang Indonesia. Setiap kali saya buat laporan, kalau dia puas dengan laporan saya, dia pasti bilang, “Bagus sekali!’’ atau “Wow, luar biasa!” atau “Hebat!” atau “Cakep bener nih laporannya”. Awalnya saya merasa agak aneh juga. Merasa aneh saat dia memuji pekerjaan saya. Entah karena saat itu saya baru awal-awal bekerja. Entah karena atasan sebelumnya tak terlalu sering memberikan pujian. Entah karena saya biasa hidup di lingkungan yang mungkin tak terbiasa melontarkan pujian. Satu hal yang pasti, saya senang dengan pujian itu dan membuat saya lebih termotivasi.

Saya pribadi, jika memberikan pujian terutama lewat email atau media maya, saya lebih nyaman menyampaikannya dengan bahasa Inggris. Nggak tahu kenapa. Mungkin saya masih terkontaminasi oleh pengaruh yang saya dapat di lingkungan kerja dimana pujian yang saya dapat, saya dengar, saya lihat kebanyakan atau lebih sering berasal dari orang asing.

Bicara tentang perasaan, pastilah senang jika mendapat pujian. Ini khan berhubungan dengan sifat dasar manusia yang senang dipuji dan cemberut kalau dikritik. Apalagi kalau dimarahi. Saat kerja, pujian baik dari atasan maupun bawahan juga memotivasi. Bukankah perasaan senang itu lebih memotivasi? Maka saya ini sekarang sedang belajar agar lebih peka untuk memuji atas hal yang perlu diapresiasi. Biar berimbang. Biar saya bisa dianggap lebih lebih adil karena tidak cuma marah-marah doang kalau ada masalah.

Dan ijinkanlah saya menghimbau. Kepada rekan-rekan semua, mulai dari sekarang berikan apresiasi pada orang-orang yang membantu dan memuaskan anda. And don’t forget, your compliment, please…

 

Banyumanik, 22 September 2011

2 Komentar leave one →
  1. November 29, 2011 2:30 pm

    exactly and definitely! well,benar adanya!saya sudah terbiasa mengakhiri email dengan “should you have any urgent assistance, please do not feel hesitate to contact me”
    Nah,klo indonesianya “jika anda membutuhkan bantuan segera,jangan merasa sungkan untuk menghubungi saya”

    gak enak banget kedengerannya..

    • November 30, 2011 12:47 pm

      hehe….memang tidak mudah membiasakan diri pada hal yang tidak biasa kita lakukan:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: