Skip to content

BERGURU PADA ORANG BRENGSEK

Agustus 8, 2011

by roweandesign.com

Masih tentang diskusi menarik di rumah senior saya seperti yang saya tulis dalam posting sebelumnya. Tentang diskusi ringan namun bermakna. Tentang banyak hal. Lingkungan kerja salah satunya. Tentang posisi dan jabatan yang menjadi rebutan banyak orang. Tentang jabatan yang katanya jabatan “basah”. Tentang godaan yang datang terkait dengan posisi tersebut, entah itu terkait uang, harta, dan sogokan lainnya. Tentang orang-orang yang bernafsu memperebutkan jabatan basah. Tentang orang-orang ‘penjilat’ demi sebuah jabatan. Tentang orang-orang yang menggadaikan harga diri atau mungkin tak punya harga diri demi sebuah jabatan.

Cerita pahit tersebut disampaikan dengan santai tanpa harus terasa getir. Itulah mengapa saya terkesan dengan ceritanya dan orang yang mengalaminya. Harus punya kekuatan jiwa tersendiri untuk menghadapi hal seperti itu. Dalam hidup, kenyataan pahit kadang memang tak bisa dielakkan. Ia menyatu dan melekat dalam putaran roda kehidupan. Pastilah menyakitkan. Namun bagaimana bersikap dalam menghadapi itu semua katanya bisa membuat rasa sakit itu tak terlalu perih. Katanya lho, bukan kata saya.

Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin bertiup. Pun demikian adanya dalam karir. Karir dalam dunia kerja, pastilah dambaan setiap orang. Sungguh menyenangkan jikalau kita mendapat promosi untuk jabatan tertentu. Pasti senang bukan? Saya jawab saja YA! Minimal perasaan itulah yang saya rasakan berdasarkan pengalaman saya sendiri. Mungkin anda punya perasaan yang berbeda? Tapi biasanya orang itu ingin terus menanjak dan berkembang. Dan promosi adalah bagian dari proses menanjak dan berkembang itu.

Semakin tinggi jabatan semakin pula banyak yang meminati. Apalagi jika jabatan itu prestius dan bergengsi. Konon lagi jika jabatan itu ‘basah’. Tapi sebagaimana lazimnya, organisasi berstruktur piramida. Makin ke atas makin meruncing. Artinya makin sedikit yang berkesempatan dan makin ketat persaingannya. Artinya tak semua orang bisa mendapatkannya.

Tapi toh juga dunia diisi oleh orang-orang kalap. Karena kalap mereka juga khilaf. Kalap, khilaf dan terus khilaf tanpa pernah insyaf. Karena mereka mungkin tak punya urat syaraf. Maka tak heran jika kita bertemu bermacam karakter termasuk para penjilat. Kadang diisi oleh orang yang hanya ingin memerintah tapi tak ingin disalahkan. Kesalahan adalah hal yang dihindarinya. Jika terjadi maka harus ditimpakan pada orang lain. Bisa rekan sejawat atau paling gampang bawahannya sendiri. Apapun bisa dilakukan. Yang penting gue selamat.

Dunia juga memiliki para bossy, orang-orang yang harus merasa penting karena atribut yang disandangnya. Para bossy ini biasanya suka sok busy, menunjukkan kekuasaannya sebagai boss atau kadang mengurusi hal yang belum tentu menjadi urusannya. Sound familiar with the character like this?

Orang-orang tersebut mungkin ada di sekitar kita. Mungkin mereka adalah bagian dari keseharian kita. Mungkin kita sering terpaksa atau tidak dengan terpaksa berhubungan dengan mereka. Apa perasaan anda menghadapi karakter seperti itu? Mungkin banyak kata-kata yang akan terlontar. Saya bantu satu kata. Menyebalkan! Semoga cukup mewakili jawaban anda.

Mereka-mereka ini adalah cermin kita. Cermin yang membantu kita berkaca. Cermin yang memberitahu kita, tidaklah enak mendapat perlakuan buruk. So, janganlah kita berperilaku buruk. Mereka ini adalah cermin bagi kita untuk belajar. Belajar agar kita jangan seperti mereka.

Sesungguhnya mereka itu adalah guru. Guru yang mempertontonkan kelakuan buruk agar tidak digugu dan ditiru. Benar kata Gede Prama; orang brengsek itu guru sejati.  Apakah kita bagian dari orang brengsek itu? Atau kita bagian dari orang yang belajar dan bercermin dari para orang brengsek tersebut?

Saya berdoa agar tidak masuk kategori pertama….

 

Mangkang, 8 Agustus 2011

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: