Skip to content

BERMAKNA JIKA BERMANFAAT

Agustus 1, 2011

by mylot.com

Dua hari sebelum sebelum saat saya menulis artikel ini, saya berkunjung ke rumah teman. Sekedar bersilahturahmi karena sudah lama sekali nggak bertemu padahal rumah saya dengan rumahnya tidaklah jauh. Lagian khan juga mau bulan puasa, jadi baiklah kiranya memperat silahturahmi. Yang dikunjungi adalah bekas teman kerja dan teman diskusi yang sejatinya jauh lebih senior dari saya. Jauh lebih senior jika ditinjau dalam hal usia, pengalaman kerja, dan pastinya pengalaman hidup.

Saat sampai di rumahnya, ternyata teman saya tersebut masih di luar kota dan jadilah saya dan keluarga bertemu dan berbincang-bincang hangat dengan istrinya. Kami berbincang santai. Karena santai, topik pembicaraan berpindah dari satu topik ke topik lainnya. Mulai dari seputar keluarga, pekerjaan, dan pengalaman hidup. Mulai dari yang ringan sampai yang agak ‘berat’. Faktanya, saya lebih banyak menjadi pendengar. Sekali-dua saya bertanya, tapi dominan saya lebih banyak mendengar, mencerna isi pesan yang disampaikan. Waktu berjalan tanpa terasa. Sungguh sebuah perbincangan santai yang penuh makna. Setidaknya demikian kesimpulan saya, sesaat setelah saya pamit. Alasan penuh makna itulah yang akhirnya mendorong saya untuk menulis artikel kali ini.

Salah satu makna pesan yang masih terngiang di kepala saya adalah hadapi dan jalanilah hidup dengan keikhlasan. Jika ikhlas, kita tidak akan terbebani. Entah itu terbebani dengan pujian, balas budi, atau menghitung usaha dan energi yang telah dikeluarkan. Sang istri teman itu bercerita, sebenarnya apa yang diterima suaminya 10 tahun lalu nilainya hampir sama dengan apa yang ia terima dari pekerjaan sekarang. Tapi entah mengapa, ia jauh lebih merasa cukup sekarang. Kebutuhan hidup sekarang jauh lebih besar dibandingkan 10 tahun lalu. Anak-anaknya sudah mulai besar, butuh uang untuk sekolah dan kuliah. Tapi ada saja hal yang bisa membuat kebutuhan itu tercukupi. “Kalau dipikir dengan logika manusia, kok bisa ya? Tapi Tuhan punya hitung-hitungan sendiri. Dalam hitungan Tuhan, satu kurang satu dalam belum tentu nol dan satu tambah satu tidak selalu dua,” tegasnya yakin.

Ia bercerita betapa bahagianya ia dan keluarganya ketika membantu panti asuhan anak yatim-piatu yang sudah gelagapan karena kekurangan dana. Setelah membantu kok hatinya tergerak untuk berbuat lebih jauh. Tidak sekedar membantu, tapi juga membina. Ada perasaan bahagia yang sukar diungkapkan. Hanya bisa dijelaskan jika mengalaminya sendiri. “Manusia itu seharusnya berbagi sesuai kemampuannya. Tak akan berkurang apa yang kita bagi. Kita lebih bermakna jika kita bermanfaat.”

Kita ada dan dilahirkan dengan fungsi dan peran masing-masing. Segala atribut yang melekat pada diri kita entah itu gelar, pendidikan, pangkat, jabatan, atau kekuasaan sesungguhnya adalah amanah. Yang tidak kekal dan bisa hilang sewaktu-waktu. Selayaknya atribut-atribut tersebut mampu membuat manusia lebih mulia.

Maka saya menduga perasaan berkah yang dirasakan oleh teman senior saya itu bisa jadi berasal dari para orang yang ditolongnya. Kalau satu orang yang ditolong itu berdoa dan dikabulkan oleh Sang Penguasa Jagad, bukankah itu merupakan suatu keberkahan? Apalagi kalau yang ditolong itu ratusan dan ratusan orang itu doanya dikabulkan, bukankah itu suatu keberkahan yang luar biasa? Dari perbincangan hangat dan santai itu, saya jadi bertanya pada diri sendiri. Apa saja yang sudah saya lakukan agar lebih bermanfaat bagi orang lain? Sudahkah saya berusaha lebih keras agar membuat hidup saya lebih barokah?

Dalam perjalan pulang menuju rumah, saya jadi teringat kata-kata berikut; sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Selamat berpuasa Ramadhan 1432 H. Semoga kita mampu menjadi manusia yang lebih baik. Manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

 

Mangkang, 1 Agustus 2011

6 Komentar leave one →
  1. Agustus 1, 2011 4:26 pm

    Setuju sekali dengan apa yang ditulis di atas. Tulisan Anda itu jelas memiliki makna karena bermanfaat buat yang membacanya.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    [FS] Terima kasih Pak Mohammad. Salam kenal dari saya.

    • Agustus 1, 2011 11:43 pm

      Sama2, Mas… Tetap menulis ya biar kosa kata terus bertambah dan tidak cepat pikun😀
      Katakan dengan keybordmu (d.h. katakan dengan penamu), dengan menulis kita bisa membagi pikiran dan perasaan buat orang lain. Siapa tahu apa yang kita pikirkan dan rasakan itu bisa menjadi inspirasi orang lain. Salam kenal juga.🙂

      • Agustus 2, 2011 7:23 am

        Setuju Pak Mochammad.
        Rosihan Anwar (alm) juga bilang begitu. Rajinlah menulis karena bisa menghindari dari pikun, katanya🙂

  2. Agustus 4, 2011 5:50 pm

    Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1423 H, mas.

    • Agustus 5, 2011 7:00 am

      Maksudnya 1432H ya…
      Sama-sama Fadhil. Selamat berpuasa Ramadhan. Semoga bulan jadi bulan barokah buat kita semua

      • Agustus 6, 2011 10:35 pm

        Aih..ya ya.ya, 1432 H, saya kilap!
        Terima kasih atas kunjungannya mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: