Skip to content

TARGET & PRESSURE, LET SAY THANK YOU!

Juni 18, 2011
tags:

taken from allabouttheworlds.blogspot.com

Dulu, saat masih kuliah, saya beberapa kali ke rumah Singgih Sanjaya yang terletak di sebelah selatan Alun-alun Selatan, Yogya. Biasanya saya dan teman-teman ke rumah Mas Singgih untuk mengambil aransemen lagu atau berdiskusi ringan tentang musik. Saat itu Mas Singgih memang menjadi pelatih Marching Band. Setiap kali ikut serta GPMB di Jakarta, dari 4 aransemen yang dibawakan, 1 aransemen pasti dari Mas Singgih. Walaupun tidak intens, sekali-dua dia sempatkan untuk datang melihat latihan di kampus sekaligus memotivasi.

Satu waktu saat di rumahnya, Mas Singgih bercerita bahwa ia pernah membuat aransemen musik dalam perjalanan Yogya – Jakarta. Ia memang bergabung dengan Twilite Orchestra pimpinan Addie MS. Selain sebagai pemain musik, saat itu ia mulai banyak mengaransemen lagu untuk Twilite Orchestra. Ia bercerita, pernah suatu ketika aransemennya belum juga jadi padahal waktunya sudah sangat mepet. Sampai hari keberangkatannya ke Jakarta, aransemen tersebut belum juga selesai. Padahal aransemen tersebut akan digunakan saat latihan keesokan harinya sebagai persiapan tampil.

Tak ada pilihan, ia harus menyelesaikan aransemen tersebut dalam perjalanan Yogya –  Jakarta. Ia menggunakan angkutan travel ke Jakarta. Dalam perjalanan Yogya – Jakarta itulah ia memaksa dirinya untuk menyelesaikan aransemen. Begitu susahnya menulis aransemen dalam mobil, katanya. Selain tidak leluasa, ia juga dalam tekanan. Ia sampai bilang, “Tangan saya sampai gemetar menulis not balok.” Itu karena saking mepetnya waktu yang tersedia. Dengan susah payah, aransemen tersebut bisa selesai juga saat ia tiba di Jakarta. Ternyata pressure dan target bisa memaksa Mas Singgih membuat aransemen dalam angkutan travel!

***

Pada bulan April lalu, saya membeli furniture dari seorang teman. Furniture tersebut masih baru dan masih dalam kondisi terbungkus di rumahnya. Karena ukurannya besar, tidak mudah untuk membawanya dan perlu menyewa mobil pick up. Karenanya saya minta ijin agar furniture tersebut dititipkan dulu di rumahnya.

Berselang waktu, karena kesibukan, furniture tersebut belum sempat saya ambil. Saya memberitahu teman saya kalau belum sempat mengambil. “Nggak apa-apa khan?” Karena orangnya nyantai, jawaban teman saya, “Nggak apa-apa, Fad. Nyantai aja!”

Dan jawaban ini memang benar-benar membuat saya santai. Saya merencanakan untuk mengambil tapi dengan mudah merubahnya jika ada kepentingan lain. Tak ada target pasti kapan harus saya ambil dan tak ada pressure yang saya terima dari teman yang baik hati itu. Saking santainya, sudah berlalu 2 bulan dan sampai saya menulis artikel ini, furniture itu belum juga saya ambil.(*) Tidak adanya target yang ketat dan pressure yang kuat melenakan saya dari kewajiban yang seharusnya saya lakukan.

Target dan pressure sering membuat kita tertekan, tidak nyaman, bahkan mungkin stress. Tapi mengerjakan sesuatu tanpa target dan pressure ibarat orang yang ikut lomba lari tanpa tahu kapan akan finish dan di mana akan finish. Orang seperti ini bisa going nowhere or going anywhere. Ia bisa sampai bukan di tempat finish yang ditentukan. Atau mungkin sampai di tempat finish tapi di malam hari, saat perlombaan sudah bubar.

So, whether we like it or not, we can’t ignore target and pressure from your activity. Suatu saat, mungkin kita begitu sebal dan bencinya namun mungkin pula di saat yang lain kita justru berterima kasih pada target dan pressure. Target and pressure are part of our life. It’s about how we accept and manage them. Bagi mereka-mereka yang berhasil, mereka pasti bilang, “Thank you target and pressure. I am successful because of you!”

 

Mangkang, 16 Juni 2011

(*) Note: Furniture tersebut sudah saya ambil pada 17 Jul 2011

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: