Skip to content

CAN OR CAN’T IS IN YOUR MIND

Mei 30, 2011
tags:

taken from coloradospringstribune.com

Satu waktu di hari Jumat akhir bulan. Bagi departemen produksi di divisi saya, itu artinya hari sibuk. Hari dimana semua departemen melihat pencapaian outputnya masing-masing. Hari dimana tiap departemen harus menghitung output versus target. Hari itu juga berarti deadline cut off shipment. Bisa juga berarti hari panjang. Jika target belum tercapai, bersiaplah lembur di hari Jumat itu atau masuk di hari Sabtu keesokan harinya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh salah satu departemen. Masih ada output yang tertinggal dan harus dikejar. Berdasarkan perhitungan, conveyor harus jalan 2,5 jam di luar jam kerja normal untuk mengejar output yang tertinggal. Artinya mereka harus pulang malam. Masalahnya, Sabtu esoknya, departemen ini sudah merencanakan piknik dan berangkat pagi hari. Mereka tidak ingin pulang malam. Mungkin karena alasan persiapan piknik. Mungkin juga karena ingin punya waktu istirahat supaya saat piknik badan lebih segar. Mungkin.

Si Department Head melapor ke saya. Meminta saran bagaimana baiknya. Saya jawab singkat, output yang ditargetkan harus diselesaikan. Si Department Head sudah mafhum apa yang saya maksud. Setelah berdiskusi dengan para supervisor, karyawan tetap tidak ingin pulang malam namun tetap berkomitment mencapai target. Caranya? Speed conveyor dipercepat di atas kecepatan normal!

Karena jumlah karyawan tetap sementara speed conveyor dipercepat, itu artinya karyawan harus bekerja lebih cepat dari biasanya. Ini beresiko terhadap kualitas. Demi acara piknik esok harinya, semua karyawan di conveyor dengan sadar bekerja lebih cepat dari biasanya dengan tetap mengacu pada standard kualitas yang ditetapkan. Semua punya satu kepentingan, tidak ingin pulang malam. Tidak ingin acara piknik mereka gagal.

Semua karyawan bahu-membahu. Bahkan jika conveyor berhenti, yang menghentikan conveyor akan “dimarahi’ oleh karyawan lainnya. Di jam kerja normal, boro-boro marah. Conveyor berhenti bisa jadi dinantikan karena bisa istirahat. Karena piknik, mereka tidak ingin conveyor berhenti walau cuma sebentar karena itu bisa berarti mengurangi output yang bisa berakibat mereka pulang malam. Hasilnya? Mereka bisa mencapai output sesuai standard dan tidak perlu pulang malam! Bravo!

Saya jadi bertanya, apa yang menyebabkan mereka berhasil? Jawabnya karena kondisi dan tujuan yang sama. Dan yang paling penting adalah pikiran mereka. Pikiran? Saat karyawan tahu harus mencapai target output hari itu, pikirannya mengatakan”Ya, kami mampu mencapai target tersebut!” Sadar tak ingin pulang malam, pikiran karyawan berkata, “Kami harus bekerja lebih cepat!” Karena pikiran bilang mampu, tubuh bertindak dan bekerja lebih cepat. Karena semua karyawan berpikiran dan bertindak yakin mampu, hasil akhirnya adalah mereka mampu! Jika pikiran bilang tidak mampu, hasilnya pasti ketidakmampuan.

Kondisi, tujuan yang sama, atau keterpaksaan bisa memaksa orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Bukankah orang yang dikejar anjing pasti bisa berlari lebih kencang dari kecepatan lari normalnya? Itu karena pikirannya memilih menyelamatkan diri daripada pasrah digigit anjing. The key is in your mind!

So, can do or can’t do is in your mind. Your mind determines you can or you can’t. Nggak percaya? Cerita di atas sudah membuktikannya. Silahkan buktikan sendiri.

Say you can to your mind!

 

Banyumanik, 29 Mei 2011

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: