Skip to content

TUJUAN LO APA?

Mei 4, 2011

“Tujuan lo apa?”

Kira-kira kalau kita diberi pertanyaan itu, jawabnya apa ya? Atau jika kita diberi pertanyaan seperti itu, sudah punya jawabannya atau belum?

Pertama kali dengar kata tersebut beberapa tahun lalu dari Ligwina Hananto, seorang financial planner. Saat itu Wina sedang diwawancara oleh salah satu stasiun TV. Sebenarnya, kata tujuan lo apa itu di-create oleh Wina dalam konteksnya sebagai financial planner. Ia menjadikan kata tujuan lo apa sebagai website dan mempatenkan kata tersebut. Mudah-mudahan Wina tidak keberatan saya menggunakan kata yang dipatenkannya itu.

Beberapa bulan lalu, kata tersebut kembali akrab dengan saya. Gara-garanya karena saya membaca buku Untuk Indonesia yang Kuat yang ditulis oleh Ligwina Hananto.  Saya suka kata tujuan lo apa. Menurut saya, susah lho membuat kata yang ears catching dan orang yang mampu melakukannya pasti seorang yang kreatif. Selain itu, makna “tujuan lo apa” juga dalam. Dalam yang saya maksud adalah menyindir saya (dengan dalem). Saat itu, saya benar-benar tersindir, karena jika kata tersebut dialamatkan ke saya, saya nggak tahu harus jawab apa?

Mirip dengan ilustrasi orang yang naik taksi. Apa yang pertama kali ditanyakan supir taksi kepada penumpangnya. Pasti jawabnya, “Mau ke mana Mas?” Kalau penumpang sudah tahu ke mana ia akan pergi, ia bisa langsung menjawab dan taksi akan mengantarkannya ke tempat tujuan. Menjadi masalah jika penumpang bingung akan kemana. Mungkin ia akan menjawab, ”Jalan dulu aja, Pak”. Bisa dipastikan si supir taksi akan ragu mengemudikan mobil karena tak jelas ke mana arah tujuan. Bisa dipastikan pula, si supir pasti tidak bisa melaju kencang karena bingung ke mana tujuan yang diinginkan. Beda halnya jika, saat naik taksi, si penumpang langsung memberitahu tujuannya. Pasti si supir taksi akan lebih sigap mengemudikan mobil. Bahkan ia bisa menawarkan jalur alternatif yang bisa dilewati agar terhindar dari macet sehingga lebih cepat sampai di tujuan. Jadi semakin jelas tujuan kita, semakin cepat pula kita sampai di tujuan yang diinginkan. 

Maka saat membaca buku Wina, saya merasa seolah terus diingatkan. Tujuan lo apa seolah mengingatkan saya, sebenarnya kita hidup ini mau ngapain sih? Sudahkah kita menetapkan tujuan kita? Sebagai karyawan, apa tujuan kita? Sebagai pengusaha, apa tujuan kita? Sebagai orang tua, apa tujuan kita? Sebagai seorang anak, apa tujuan kita? Sebagai manusia apa tujuan kita? Sebagai makhluk tuhan, apa tujuan kita? Penetapan tujuan ini menjadi penting karena akan menentukan arah dan fokus melangkah. Seandainya tujuan sudah ditetapkan, perlu dilihat kembali apakah yang dilakukan still on the right track, atau out of track dari tujuan yang ditetapkan. Bagaimana akan menilai we are on the right track jika tujuannya saja nggak tahu mau ke mana?

Kembali ke ilustrasi orang naik taksi di atas, jangan sampai setelah taksi lama berputar-putar, saat supir taksi menanyakan tujuan, jawabannya adalah “Waduh kemana ya…belum tahu tuh!” Padahal waktu terus berjalan, tak pernah berhenti, dan tak mungkin flash back. Argo taksi juga jalan terus. Dan ingat, argo taksi itu mahal! Hidup cuma sekali.

So, tujuan lo apa?

 

Mangkang, 4 May 2011

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: