Skip to content

LOVE IT, ENJOY IT, BE HAPPY…

Februari 12, 2011
tags:

Dalam wawancara di tv swasta nasional beberapa tahun lalu saat berkunjung ke Indonesia, Robert T. Kiyosaki, pengarang buku Rich Dad Poor Dad, menekankan menjadi entrepreneur adalah pilihan terbaik dibanding karyawan. Ia seolah ingin menegaskan kembali konsep cash flow diagram yang ia populerkan. Hal yang sama kembali ia tegaskan saat saya baca wawancaranya di harian nasional keesokan harinya. Saat menonton wawancara tersebut saya jadi bertanya, jika semua jadi pengusaha siapa yang nanti jadi karyawan?

Belakangan konsep jadi kaya dan kebebasan financial ala Kiyosaki menjadi telaah dan bahan analisa oleh John T. Reed, seorang lulusan Harvard Business School yang lama berkecimpung dalam real estate di Amerika dan penulis puluhan buku real estate. Telaah dan ulasan John T. Reed mengulas konsep-konsep jadi kaya ala Kiyosaki dan “melanjangi” Kiyosaki yang ternyata jalan hidupnya seperti yang ia ceritakan di buku Rich Dad Poor Dad banyak menjadi pertanyaan, termasuk kebenaran kisah si rich dad and si poor dad. Apakah kedua ayah Kiyosaki itu benar-benar ada atau hanya rekaan? Disebutkan pula ternyata Kiyosaki adalah anggota MLM dan menggunakan jaringan MLM untuk menyebarkan bukunya sebagai panduan wajib sehingga buku tersebut bisa terjual jutaan copy. Pendeknya, ulasan John T. Reed itu mengulas segala “kebohongan” Kiyosaki. Terlepas dari telaah, analisa, dan akurasi ulasan John T. Reed tersebut, saya memang tak sepaham jika kekayaan materi adalah segalanya dan kebahagiaan ditentukan oleh jenis pekerjaan.

Menurut saya, jadi karyawan atau pengusaha itu adalah pilihan yang statusnya setara dan sederajat. Tidak perlu keduanya dipersandingkan untuk dinilai mana yang lebih baik. Mau jadi karyawan atau pengusaha, itu sama statusnya dengan jadi insinyur, petani, PNS, dokter, peneliti, presiden, politisi, akedemisi, dsb. Semuanya adalah pilihan. Mana yang lebih baik jadi insinyur atau jadi dokter? Bingung khan jawabnya. Semua pekerjaan itu sama bagusnya tinggal kita pilih mana yang paling cocok dengan kemampuan kita. Mana yang paling kita senangi untuk dilakoni.

Do what you love and love what you do. Nggak ada hubungannya dengan jadi pengusaha atau karyawan. Teman saya yang berwiraswasta malah iri dengan saya yang seorang karyawan karena ia selalu pusing mikirin gaji karyawannya apalagi sejak order-nya macet atau nggak ada order. Sementara saya justru iri lihat tetangga saya yang jualan ayam goreng yang pagi-pagi saat saya berangkat kerja masih duduk-duduk dan waktu saya pulang kerja, dia juga masih duduk-duduk di teras rumahnya. Banyak contoh cerita pengusaha sukses dan juga banyak contoh cerita karyawan yang sukses, demikian juga sebaliknya. Jadi sukses itu milik pengusaha dan juga milik karyawan.

Rene Suhardono, penulis buku Your Job is not Your Career berpendapat, bekerjalah dengan passion. Passion is not what you are good at but it’s what you enjoy the most, demikian pendapatnya. Jika kita bekerja dengan sesuatu yang paling kita nikmati, paling enjoy, maka kita bisa bekerja dengan sepenuh hati. Dan jika kita bisa bekerja sepenuh hati dan enjoy, maka di situlah kita akan mendapatkan kebahagiaan. Seorang tokoh berpredikat entrepreneur, konsultan, dan petinggi perusahaan ditanya oleh Rene tentang bagaimana ia melihat dirinya; sebagai entrepreneur, karyawan, atau professional? Si tokoh menjawab, “It does not matter – what matters is how you can make a difference in any of those capacity”.

Saya lebih setuju pendapat seperti ini. Sesungguhnya keberhasilan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan bukan label dari jenis pekerjaan. Sesungguhnya kebermaknaan kita ditentukan oleh diri kita bukan dari konsep yang diatur oleh orang lain.

So, let’s find out our passion, enjoy it, and be happy….

Banyumanik, 5 Feb 2011

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: