Skip to content

FORBES & SIOMAY; KARENA LEBIH TAHU

Februari 6, 2011

Iseng-iseng saya melihat majalah Forbes Asia edisi Oktober 2010 yang sudah lama tergeletak. Ternyata Forbes Asia edisi Okotber 2010 itu mengangkat tema tentang daftar 400 orang terkaya di Amerika. Bill Gates menempati urutan pertama dengan kekayaan USD 54 milyar. Disusul oleh Warren Buffet USD 45 milyar dan Larry Ellison yang dengan Oracle yang punya USD 27 milyar. Sekedar tambahan informasi, daftar The Top 10 juga diisi oleh 4 orang Walton Family lewat bendera Wal-Mart, yaitu Christy Walton (urutan 4, USD 24 milyar), Jim Walton (urutan 7, USD 20,1 milyar), Alice Walton (urutan 8, USD 20 milyar), dan S. Robson Walton (urutan 9, USD 19.7 milyar).

Forbes Indonesia juga merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Maka muncullah nama Budi dan Michael Hartono di urutan pertama dengan USD 11 milyar disusul Susilo Wonowidjojo dengan USD 8 milyar. Maka tersajilah daftar nama orang terkaya berikut kekayaannya dengan nilai yang mencengangkan, setidaknya buat saya. Mencengangkan, karena di pikiran saya yang pas-pasan ini, bagaimana orang kok bisa sebegitu kaya ya? Bagaimana mereka memperolehnya? Bagaimana mereka mengelola uang sebanyak itu? Dan mengapa Tuhan memilih mereka menjadi orang kaya?

Di pikiran saya, muncul pertanyaan, kenapa ya kok Tuhan malah memberikan karuniaNya untuk kaya kepada orang-orang tersebut. Kenapa ke mereka? Kenapa tidak ke tetangga saya? Atau kenapa tidak ke saya? Jika persyaratannya bahwa kekayaaan itu harus dianugrahkan kepada orang yang tepat, saya merasa memenuhi kriteria ‘tepat’ tersebut. Saya tidak pernah menilep uang orang lain, uang perusahaan, apalagi uang rakyat. Saya juga berusaha keras dan berdoa tiap hari minimal lima kali dan berharap besar Tuhan mengabulkan doa saya. Niat saya jika kaya, saya ingin lebih banyak membantu orang lain. Jadi keinginan kaya itu punya dasar niat mulia. Jika manusia itu selalu didampingi oleh malaikat dan digoda terus oleh syaitan, saya tidak tahu apakah alasan-alasan dan kata-kata manis yang saya kemukakan di atas itu berasal dari malaikat atau dari rayuan syaitan. Semoga saja bukan dari syaitan!

***

Suatu hari si kecil bertanya kepada saya, apakah ia boleh meminta uang untuk membeli siomay, Mukanya memelas, ia ingin siomay. Ia ingin permintaannya dikabulkan. Ia ingin siomay karena teman-temannya juga membeli siomay yang dimasukkan dalam plastik dan dimakan bersama-sama sambil bermain. Tak jelas bagaimana rasa siomay itu, entah enak, entah tidak. Tapi baginya, keceriaan makan siomay bersama teman-temannya adalah kebahagiaan tersendiri. Kebahagian menurut definisi si kecil.

Melihat tempat berjualan siomay itu yang kotor dan si penjual yang saya juga tidak yakin kebersihannya, saya mengatakan TIDAK. Bukan karena saya tidak mampu membelikan siomay. Bukan pula karena saya pelit untuk mengeluarkan uang dua ribu perak. Saya mengatakan tidak karena saya tidak ingin si kecil sakit. Saya tidak ingin ia makan makanan yang tidak bersih. Saya tidak mengabulkan permintaannya karena saya sayang padanya. Mendengar jawaban TIDAK dari saya, si kecil diam. Ia kembali bergabung dengan teman-temannya dengan kecewa. Ia lihat teman-temannya yang makan siomay. Ia hanya bisa melihat, tidak bisa merasakan siomay karena permintaannya tidak saya kabulkan. Ia lihat juga si tukang siomay. Si kecil sedih. Hati saya iba juga melihatnya. Tetapi saya tetap tidak membelikannya karena saya tahu apa yang terbaik bagi si kecil.

Jika ingat apa yang saya lakukan terhadap si kecil, kok saya akhirnya jadi malu sendiri. Wong saya yang cuma bagian dari manusia yang sering salah ini saja berani bersikap sok tahu kepada si kecil, masak Tuhan nggak bisa bersikap lebih tahu daripada saya? Jika saya menolak permintaan si kecil karena saya paham benar apa yang terbaik buat si kecil, bukankah Tuhan menolak permintaan saya karena Tuhan pasti paham benar apa yang terbaik buat saya. Jika saya menolak permintaan si kecil karena saya merasa pengetahuan saya jauh lebih banyak dari si kecil, maka pasti Tuhan juga belum mengabulkan permintaan saya jadi kaya karena Tuhan jelas MAHA TAHU dibandingkan saya yang kadang sok tahu ini. Mungkin saja jika sekarang saya jadi kaya seperti Bill Gates, saya bisa jadi gila.  Jadi Tuhan punya rencana, kayanya nanti aja ya?

Intinya, tidak usahlah menggugat Tuhan. Tuhan MAHA tahu dari apa yang tidak diketahui oleh manusia. Syukuri saja anugerah yang sudah ada.

 

Banyumanik, 30 Januari 2011

9 Komentar leave one →
  1. Fadhil Ali permalink
    Februari 9, 2011 7:26 pm

    Nice post mas. Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan, tetapi tuhan memberi apa yang kita butuhkan.

    [FS] Setuju bung Fadhil. I like that quote….

  2. pipit widagdo permalink
    Februari 11, 2011 8:19 am

    Alhamdulillah…penguatan iman terkadang memang harus lewat orang lain,
    percis spt yg kami alami, 7 tahun menanti buah hati, ikhtiar ke sana ke mari,smp saia “menggugat” (tidak dalam artian sebenarnya) Tuhan : kenapa bukan saia saja yg diberi momongan kalau banyak kasus bayi dibuang ? kenapa bukan saia yang mndapat rizky anak klw banyak kasus aborsi ?
    Ternyata Tuhan punya rencana yg lain : Ayah saia sakit, butuh konsentrasi waktu dan finansial. Apa jadinya kalau saia sudah mempunyai tanggungan ? walau akhirnya Ayah meninggal, saia menerimanya sbg pepesthen dari Sing Nggawe Urip, namun begitu saia puas telah merawat Ayah saia sepenuh hati.
    Alhamdulillah…..Alloh punya banyak pintu rizky : 1 tahun setelah Ayah meninggal, saia hamil dan kini buah hati kami telah berumur 4 bulan…Subhanalloh….
    Gusti Alloh adalah Sutradara yang paling hebad dari yang pernah ada.. (“,)

  3. Februari 11, 2011 12:44 pm

    Mba Pipit,
    Saya sampai bergetar membaca comment-nya. Bergetar tangan saya dan bergetar pula hati saya. It’s nice real story

    Semoga pembaca lain yang membaca komentar Mba Pipit bisa mendapatkan hikmah dan manfaat dari komentar Mba Pipit.

    God is the best planner….

  4. Februari 24, 2011 3:46 pm

    salam kenal🙂

    saya baca tulisannya di blognya Mba Trinity ^^
    nice post mas buat yg di blog mba Trinity dan juga yg ini..saya merasa bahwa saya kuraaaaaang banget bersyukur tapi Allah SWT selalu saja memberikan saya rahmat dan rejeki yang tidak saya duga sama sekali..diwaktu dan tempat yg tepat..walaupun doa saya untuk segera berkeluarga belum dikabulkan hehehe.. Allah SWT tau bahwa Dia menantikan yang terbaik buat saya.. ^^
    Thank you for sharing ^^

    [FS] Halo Celine…
    Salam kenal juga. Terima kasih comment-nya.
    Saya yakin Tuhan sedang mendengar doa Celine dan akan mengabulkannya pada saat yang terbaik. Mudah-mudahan keinginan untuk berkeluarga segera dikabulkan ya….jangan lupa woro-woronya …🙂

  5. Maret 24, 2011 9:10 pm

    NICE POST!! Saya jadi malu krn kemarin2 sempat merasa “capek”, mungkin juga saya kurang bersyukur dan iklas. Thanks ya mas!

  6. April 15, 2011 10:36 pm

    Nice post…..!! Memang kita harus mensyukuri apa yg diberikan Tuhan.. Salam kenal mas FS..🙂

  7. yeyekh permalink
    Mei 6, 2011 11:57 pm

    Iseng blog walking,kesasar dipostingan yang inspiratif..
    Sebuah analogi yang baik mas, dan juga menjawab pertanyaan saya..
    Dan saya yakin Dia yang Maha Tahu, akan memberikan apa yang saya butuhkan.
    Nice Post,mas..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: