Skip to content

JUST DO IT!

Januari 17, 2011
tags:

Thomas Alva Edison (picture from Wikipedia)

Saat Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar, bisa jadi ia tidak menyangka jika penemuannya masih bertahan dan terus dipakai puluhan tahun ke depan. Mungkin juga Thomas Alva Edison tidak mengira kalau temuan bola lampu pijar yang praktis berikut sistem pembagian listrik yang dikembangkannya bermanfaat besar bagi penerangan dunia dan merupakan cikal bakal pengembangan lampu penerangan dalam era sekarang ini. Selain bola lampu pijar praktis, Edison juga adalah penemu perekam suara elektronik, piringan hitam, mengembangkan kamera film dan proyektor termasuk pengembangan mesin tik dan mesin copy. Total, Thomas Alva Edison telah merancang lebih dari 1000 penemuan selama hidupnya. Kelak, temuan-temuannya tersebut menjadi dasar pengembangan peralatan elektronik yang dikenal di zaman modern sekarang ini. Maka selayaknya saya berterima kasih kepada Thomas Alfa Edison atas segala penemuannya yang luar biasa itu.

Kadang saya iseng melihat dan membaca tulisan-tulisan saya di blog, Kadang muncul keheranan dalam diri saya. kok bisa ya saya menulis seperti ini? Sempat muncul juga di pikiran saya, bagaimana mungkin saya bisa punya ide seperti itu dalam tulisan tersebut. Atau, kok saya bisa membuat tulisan seperti itu? Atau saya malah tak percaya, tulisan tersebut ditulis oleh saya. Kadang saya juga dibuat takjub dan dihinggapi ketidakpercayaan terhadap karya yang saya buat sendiri.

Di sisi lain, saya juga punya banyak ide untuk dijadikan tulisan. Cuma masalahnya, itu baru sebatas ide. Artinya, ya sama aja bo’ong jika belum diwujudkan dalam bentuk tulisan. Saat tulisan jalan-jalan saya dimuat di salah satu majalah, tulisan tersebut sudah saya tulis 2 tahun sebelumnya. Terlalu banyak penundaan untuk dikirim ke media massa. Banyak pertimbangan ini-itu. Untungnya, tulisan itu jadi dikirim dan akhirnya dimuat. Saya mendapat honor. Poinnya, tulisan itu harus dikirim jika ingin dimuat. Jika tidak dikirim, pasti tidak akan pernah dimuat dan saya tidak akan dapat honor. Butuh real action untuk berkarya!

Jadi intinya adalah realisasi. Jika punye ide tulisan, maka menulislah. Jika punya ide untuk melakukan improvement di pekerjaan, lakukanlah. Jika ingin melihat hasil lukisan, maka melukislah. Pokoknya, just do it! Hanya dengan just do it kita akan mengetahui hasil karya kita. Tak usah pedulikan apakah hasil karya itu baik atau buruk. Tak usah pula dipusingkan jika saat melakukannya akan menemui hambatan ini, kendala itu, kesulitan ini, masalah itu. Pikiran seperti ini cenderung menghambat kita untuk tidak melakukan sesuatu. Usahlah hiraukan! Pokoknya just do it! Thomas Alfa Edison tidak akan menemukan bola lampu pijar jika ia tidak just do it. Shinta dan Jojo tidak akan terkenal jika tidak just do it video Keong Racun mereka ke You Tube. Orang yang berkarya, dia bertindak dan berbuat untuk merealisasikan karyanya sedangkan orang tanpa karya hanya berdiam saja.

Ide tulisan ini sudah ada di pikiran saya sejak beberapa bulan lalu. Tulisan ini mulai saya tulis sejak awal Januari. Namun saya tidak benar-benar menyelesaikannya. Tulisan ini baru selesai sekitar 2 minggu kemudian. Karena apa? Karena saya terlalu malas menyelesaikannya. Kalaupun tulisan ini selesai, itu karena saya memaksa diri untuk menyelesaikannya. Karena just do it!

Salam just do it!

 

Banyumanik, 16 Januari 2011

2 Komentar leave one →
  1. Januari 17, 2011 5:27 pm

    Betul sekali, alias benar dan betul mas. Kadang-kadang saya juga suka malas nulis, tapi coba mulai paragraf pertama, jadi nya ngga bisa berhenti:) Banyak teman juga bilang kalau mereka proud of me dengan bisa nulis, padahal mereka sendiri bisa kalau mau, tapi ya itu, kebanyakan mikir ina itu dan ngga pernah mulai, akhirnya hanya bisa ngomel sendiri, untungnya bisa saya tampung di blog saya. hhh…

    [FS] hikmahnya, jadi punya banyak bahan untuk ditulis dan ditampung di blog ya …🙂

  2. Fadhil Ali permalink
    Januari 17, 2011 7:29 pm

    Segera menuangkan ide itu ke dalam tulisan , terus menindaklanjutinya, kadang menjadi kendala utama kita. Pada akhirnya ide itu menguap begitu saja. Sayang sekali. Tapi kalau lagi semangat-semangatnya, kadang saya jadi “gila”. Pernah bangun jam 2 dini hari hanya gara-gara terlintas ide untuk menulis sesuatu. Repotnya kalau ide “gila” itu datang di saat yang tak tepat. Misalnya dulu sering datang di saat musim ujian, di mana saya harus menentukan prioritas untuk belajar. Yah, saya anggap saja itu semua ujian dan tantangan untuk mengasah bakat..just do it!

    [FS] hehe…mungkin itu bagian dari tantangan berkreatif🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: