Skip to content

CERITA TENTANG TOILET

Desember 16, 2010
tags:

Toilet karyawan di pabrik yang saya kunjungi; bersih sekali

Suatu masa, saat saya sedang di Amerika, saya berkunjung ke beberapa pabrik. Saat itu sedang musim gugur. Suhu berkisar 10 derajat celcius dan bisa lebih dingin saat pagi hari. Karena ingin mengikuti briefing pagi dengan karyawan pabrik, dari hotel harus berangkat jam 5 pagi. Jarak hotel yang terletak di Clemmons dengan pabrik di Morganton, sekitar 1 jam perjalanan. Maka buru-burulah kami berangkat dari hotel bahkan harus sarapan di jalan dan bertarung dengan cuaca dingin.

Sampai di pabrik, setelah beramah-tamah sebentar dengan para pimpinan dan Plant Manager-nya, saya langsung ikut briefing pagi dengan karyawan. Briefing pagi dilakukan jam 06.45, dilakukan secara berkelompok, dan dipimpin oleh seorang karyawan yang menginformasikan target yang sudah dicapai di hari kemarin dan target hari ini. Ada board yang berisikan grafik dan tabel yang juga dipakai untuk penjelasan. Tak lupa, evaluasi dari pencapaian hari kemarin. Pandangan saya, briefing itu disimak betul oleh seluruh karyawan bahkan disertai dengan tanya-jawab. Jadi bukan hanya sekedar formalitas. Setelah itu, saya dengan ditemani manager pabriknya melakukan plant tour dan mencoba melihat-lihat hal unik dan menarik yang bisa diterapkan di pabrik di Indonesia.

Cuma karena cuaca yang dingin, apalagi buat manusia tropis seperti saya, bawaannya jadi beser alias pengin ke toilet. Jika bisa memilih, saya paling malas jika ingin ke toilet karyawan karena terbayang toilet karyawan pabrik di Indonesia yang mencarinya nggak perlu pakai mata tapi cukup pakai hidung. Jika tercium bau pesing, hampir bisa dipastikan di situlah letaknya toilet. Tapi berhubung pabriknya luas, terlalu jauh jika harus ke toilet kantor padahal sudah kebelet. Maka nggak ada pilihan lain, mau nggak mau saya harus ke toilet karyawan.

Saat masuk toilet, SURPRISE!! Ternyata toiletnya bersih sekali. Tak ada sampah berserakan. Tak ada bau pesing atau pemandangan “aneh” di dalamnya apalagi coret-coretan. Demi ingin membawa bukti, saya sempatkan mengambil gambar toilet itu dengan kamera. Saya harus memotret dengan hati-hati, tanpa blitz, takut ketahuan karena saat itu sedang ada orang di toilet. Takut saya dikira macam-macam lagi. Jika toiletnya saja bersihnya seperti itu, nggak usah ditanya bagaimana kebersihan area kerjanya. Semua area kerja bersih, teratur dan tertata. Kesadaran tinggi para karyawan akan pentingnya kebersihan tercermin nyata di semua area.

Area kerja, bersih dan rapi

Saya yakin kalau toilet itu tidak baru dibersihkan karena ada kedatangan tamu. Keyakinan saya, toilet itu bersih karena mental pribadi karyawannya. Jika setiap hari toilet itu bersih, itu karena karyawannya terbiasa dengan kebersihan. Karena sudah terbiasa, praktek kebersihan dilakukan dengan sendirinya. Jadi nggak perlu disuruh-suruh apalagi harus pakai “ancaman” segala. Mentalitas hidup bersih sudah tertanam dan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Saya berpendapat, kebersihan itu lebih terkait dengan kesadaran dan mentalitas. Orang yang tingkat kesadarannya tinggi terhadap kebersihan akan tercermin dari perilakunya sehari-hari. Lama-lama mentalitasnya akan terbentuk. Saya nggak percaya kalau laki-laki lebih jorok dari wanita atau sebaliknya. Nggak peduli laki-laki-wanita, tua-muda, kaya-miskin, atau manager-operator, kalau dasarnya kemproh sih, ya kemproh aja.

Bagi saya, toilet itu cerminan diri. Jika ingin mengukur seberapa bersih seseorang, lihat aja toilet di rumahnya. Jika toilet bersih, kemungkinan besar bagian rumah lainya juga bersih dan demikian sebaliknya. Sama halnya dengan pekerjaan. Jika ingin mengukur seberapa bersih kita, silahkan lihat toilet di departemen kerja masing-masing. Itulah cerminan diri masing-masing.

 

Mangkang, 15 Desember 2010

4 Komentar leave one →
  1. Desember 16, 2010 4:56 pm

    Wah toilet di Amerika bersih banget ya! Beda banget sama di Indonesia. toiletnya ga pesing lagi, wah benar-benar toilet idaman ya, hehe salam kenal ya !

    [FS] Salam kenal juga Ageng. Semoga bangsa ini juga bisa bermental bersih seperti cerita di atas

  2. Fadhil Ali permalink
    Desember 16, 2010 11:30 pm

    Yup, setuju tuh kalau mentalitas bersih-joroknya seseorang salah satunya bisa dinilai dari gambaran toiletnya (pasti pada banyak yang mengiyakan meskipun dengan perasaan malu buat mereka yang masuk ” sayap kiri”, he he he). Nggak salah memang kalau hadis bilang kebersihan itu sebagian daripada iman. Jadi miris nih melihat kondisi di tanah air beta. Kalau orang beriman itu bersih, sementara kenyataannya banyak yang jorok, artinya banyak yang tak beri**n dong, :p

    [FS] benar Mas Fadhil, ada gap besar antara ajaran dan implementasi, antara peraturan dan praktek, antara undang-undang dan pelaksanaannya. Inilah masalah besarnya

  3. esta saviantara permalink
    Februari 17, 2011 11:56 am

    orang indonesia umumnya terbiasa dengan toilet basah dimana para wanita pipis tidak di masukkan dalam wc melainkan di lantai kemudian mengguyurnya dengan gayung berisi air. dengan begitu sisa air kencing akan tertinggal di lantai dan menimbulkan bau pesing. padahal menurut pengalamanku menggunakan toilet kering lebih bersih dan tidak meninggalkan bau pesing lho. semuanya terbuang [flushed] di dalam kloset. lantai kering tidak berbau.
    sayangnya, sudah turun-temurun model toilet di indonesia kebanyakan menggunakan wc jongkok, jadi begitu mereka bersekolah atau bekerja di kantor atau berkunjung ke mall-mall yang toiletnya lebih berperadaban, mereka sulit menyesuaikan, lalu ada kasus tempat duduk kloset pecah karena terinjak kaki, masih ada sisa kotoran di dalam kloset karena tidak tau cara menge-flush. kedengarannya menggelikan tapi begitulah keadaannya.

    • Februari 17, 2011 12:29 pm

      Setuju dengan Esta, toilet kering lebih higienis dibanding dengan toilet basah.

      Tapi kita tetap bisa membedakan mana toilet basah yang bersih dan mana toilet basah yang kotor. Jadi tidak semata-mata terkait dengan jenis toilet. Ini lebih terkait dengan mental manusianya apakah mereka peduli dengan kebersihan atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: