Skip to content

PENANTIAN 20 TAHUN

Desember 8, 2010
tags:

Tim Pra Piala Dunia 1986 (picture taken from FB Tim Nasional Sepakbola Indonesia)

Tahun 1985, Timnas PSSI menghadapi babak penyisihan Pra Piala Dunia (PPD) 1986. Timnas saat itu diasuh oleh pelatih Sinyo Aliandoe dan berada satu grup dengan Thailand, Bangladesh, dan India dengan sistem pertandingan home and away. Barisan belakang timnas PSSI diperkuat Warta Kusuma dan Marzuki Nyakmad. Di barisan tengah ada Aun Harhara, Rully Nere, dan Heri Kiswanto yang bertindak sebagai playmaker sekaligus kapten kesebelasan. Di barisan depan ada Bambang Nurdiansyah dan Dede Sulaiman. Sedangkan di bawah mistar gawang ada Hermansyah, kiper yang masih berumur 18 tahun, pemain termuda di tim saat itu.

Saya masih ingat, saya menyaksikan pertandingan timnas PPD 1986 lewat televisi hitam putih, televisi yang dipunyai keluarga saat itu. Tidak hanya hitam putih, yang kadang membuat saya susah membedakan kostum pemain kawan dan lawan, saya harus berjuang pula menonton TV hitam putih itu dengan kualitas gambar yang berbintik-bintik seperti semut akibat letak antena yang tak begitu pas yang diperparah dengan TV yang memang sudah layak diganti. Tak jarang, saya dan bapak harus men-setel ulang arah antena dengan memutar-mutar tiang antena untuk mendapatkan gambar yang bagus selama pertandingan yang disiarkan langsung TVRI itu berlangsung.

Tapi walaupun TV hitam putih, dengan gambar yang berbintik-bintik, dan harus memutar antena, tak menyurutkan antusiasme saya untuk tetap menonton kesebelasan Indonesia bertanding. Hasilnya, kesebelasan Indonesia berhasil menjadi juara grup dan lolos ke babak berikutnya. Salah satu kemenangan yang mengesankan adalah ketika Indonesia mengalahkan Thailand 1-0 lewat gol yang diciptakan oleh Heri Kiswanto dengan tendangan kerasnya. Bukan main senangnya hati saya. Saat itu, bangga benar saya dengan kesebelasan Indonesia.

Di babak berikutnya Indonesia harus menghadapi Korsel dengan sistem home and away. Jika bisa mengatasi Korsel,  Indonesia berpeluang lolos ke Piala Dunia di Mexico. Pada pertandingan pertama di Seoul, Indonesia kalah 0-2 dari Korsel. Artinya, Indonesia harus menang minimal 3-0 jika ingin lolos. Pada pertandingan di Senayan, akhirnya Indonesia kalah 1-4 oleh Korsel. Satu-satunya gol Indonesia dicetak oleh Dede Sulaiman, penyerang saying bernomor punggung 17, nomor yang sama dengan nomor punggung Irfan Bachdim, pemain yang sedang naik daun saat ini. Korsel akhirnya lolos ke Piala Dunia Mexico untuk pertama kalinya.

Walaupun kalah, menurut saya itulah penampilan terbaik kesebelasan Indonesia. Sebagai rakyat kecil (karena saat itu memang masih kecil) pecinta bola, saya menaruh hormat kepada timnas. Saya bangga kepada timnas dan bangga sebagai bangsa. Di tahun yang sama, kesebelasan Indonesia masuk 4 besar Asian Games 1986 di Seoul. Setahun kemudian, kesebelasan Indonesia sempat sekali juara Sea Games 1987 di Senayan, menang 1-0 lewat gol pemain asal PSIS, Ribut Waidi. Terakhir, timnas juara Sea Games 1991 di Manila.

Setelah itu, tak ada prestasi menawan PSSI. Timnas PSSI sering kalah, tidak hanya sekedar kalah tapi kadang kalah memalukan. Tak jarang pula timnas kalah oleh tim yang tidak perhitungkan bahkan di kawasan ASEAN. Hilang kebanggaan dan tak ada lagi rasa hormat kepada PSSI. Pertandingan timnas tak lagi menarik perhatian dan kalau pun menonton disertai dengan prasangka “ah paling juga kalah”. Faktanya, prasangka buruk tak pantas itu banyak menjadi kenyataan apalagi dalam periode 10 tahun terakhir ini.

Di bulan Desember 2010 ini, 3 kali saya menonton Timnas PSSI bertanding di AFF Cup dengan prasangka yang sama. Ternyata kali ini prasangka saya salah. Indonesia mengganyang Malaysia 5-1 dan membabat Laos 6-0. Sudah lama pecinta sepak bola tidak disuguhi pertandingan dengan hujan gol, yang kali kini ke gawang lawan. Sudah lama pula penonton tidak menyaksikan gol yang tercipta akibat kerjasama tim bukan akibat “keberuntungan”. Sudah 20 tahun menunggu permainan seperti ini. Dan puncaknya, walaupun sempat tertinggal, Indonesia bisa menyungkurkan Thailand 2-1!

Indonesia lolos ke semifinal. Saya tak peduli hasil semifinal nanti bagaimana.  Tapi yang jelas saya cukup bersimpati dan terhibur atas permainan yang menggairahkan. Setidaknya, saya jadi tertarik lagi nonton kesebelasan PSSI.

 

Banyumanik, 7 Desember 2010

7 Komentar leave one →
  1. Baswan permalink
    Februari 14, 2011 6:43 pm

    rasanya bukan dede sulaiman yang mencetak gol ke gawang korsel di senayan itu, tetapi Zulkarnaen Lubis-yang baik bolanya pakai cincin wasiat

    [FS] Dede Sulaiman, bos. Zulkarnain Lubis tidak masuk dalam skuad PPD 1986 asuhan Sinyo Aliandoe

    • ucok permalink
      April 29, 2011 8:23 pm

      dede sulaiman pencetak gol melallui heading. zulkarnain lubis ikut team ppd 86, dgn julukan maradonna dari asia.

    • Oktober 2, 2012 9:08 am

      Bener, yang mencetak gol itu Dede Sulaiman…saya inget soalnya saya nonton langsung di Senayan waktu itu..masih jaman SD…..sundulan kepala Dede..

      • Oktober 2, 2012 5:40 pm

        Betul Mas Putra,
        Saya juga yakin yang cetak gol Dede, nonton di TV🙂

        • Eko Hary permalink
          April 18, 2013 10:26 pm

          Dan juga jangan lupa, komentator pertandingan sepakbola TVRI pada saat itu adalah Bung Sambas. Merupakan komentator pertandingan sepakbola legendaris di tanah air.

  2. April 6, 2011 7:03 pm

    Ini pertama kali saya mengikuti timnas. Setelah itu, sepertinya kita senyap prestasi. Oya, jangan lupa waktu itu kitajuga punya pemain Doni Latuperisa, Ferril Raymond Hattu, Zulkarnaen Lubis, Wahyu Tanoto, Elly Idris, dan Sain Irmiz. Yang masih lekat dalam pikiran saya adalah ketika kita menaklukkan Thailand di kandangnya. Juga ketika Rully Nere diganjar kartu merah.

    [FS] Yup benar. Thailand kalah 0-1 oleh tendangan jarak jauh Kapten Tim, Heri Kiswanto

  3. September 28, 2014 8:16 pm

    Sang legend dede sulaiman, kira2 sekarang apa ya kegiatan beliau? Apakah menjadi pelatih,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: