Skip to content

BAHAGIA ITU PERLU KESABARAN

Oktober 18, 2010
tags:

Tamasya Edisi September 2010

Awal September lalu, saya seperti mendapat kesenangan berlipat. Dinamakan kesenangan,  jika apa yang kita inginkan terjadi atau kita mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Itulah yang saya alami awal September itu. Tak cuma satu-dua kesenangan tapi saya mendapatkan tiga kesenangan beruntun. Hal yang membuat saya sangat bahagia saat itu. Setelah sejak awal tahun ini saya “diuji’ dengan beberapa hal yang tidak menyenangkan, Tuhan seolah sedang memberi pelipur lara dengan memberi saya tigal hal menyenangkan secara beruntun.

***

Kesenangan pertama, saya mendapat rejeki. Perlu berbulan-bulan untuk mendapatkan jalan memperoleh ini. Perlu kerja keras, konsistensi, menyakinkan beberapa pihak, dan meraih kembali kepercayaan. Perlu keringat, menguras pikiran, dan pengorbanan baik waktu dan tenaga. Dan saya bersyukur, hasil kerja keras saya tersebut akhirnya diapresiasi. Saya bahagia.

***

5 September 2010, saya sedang di Gramedia Ambarukmo Plaza, Yogya. Iseng saya mencari majalah tertentu. Ketika menemukan majalah yang dicari, saya buka halamannya. Ternyata benar, artikel saya berjudul Cebu, City of Magellan’s History dimuat di Majalah TAMASYA edisi September. Bukan main senangnya. Sejak mulai aktif menulis sekitar 3 tahun lalu, saya tuh punya keinginan dan obsesi. Keinginan saya definisikan sebagai harapan yang ingin diwujudkan dalam jangka pendek sedangkan obsesi yaitu harapan jangka panjang. Keinginannya, saya ingin agar ada tulisan saya yang bisa dimuat di media massa. Sedangkan obsesi saya, saya ingin suatu saat punya buku yang ada tulisan saya atau buku yang sepenuhnya ditulis oleh saya sendiri.

Awalnya, artikel tersebut sebenarnya sempat terkirim ke satu majalah. Cuma karena saya salah nulis email address-nya, akhirnya statusnya undeliverable. Belakangan saya tahu kalau Cebu sudah pernah diulas di majalah tersebut di edisi sebelumnya. Karena tetap keukeuh ingin tulisannya dimuat, saya kirim ke Majalah TAMASYA pada Februari 2010. Jawaban dari redaksi, artikel saya layak muat cuma belum tahu pastinya kapan karena disesuaikan dengan tema edisi penerbitan. Jadi saya harus sabar menunggu.

Akhir Juli 2010, saya ditelpon oleh redaksi TAMASYA. Saya diminta untuk melengkapi artikel dengan photo-photo tambahan karena akan dimuat di edisi September. Akhirnya, setelah menunggu sekitar 7 bulan, artikel saya muncul juga di media massa. Walaupun butuh waktu, keinginan saya sudah tercapai. Saya bahagia. Mission has been accomplished!

***

Salah satu buku bacaan favorit saya adalah biografi. Sekitar tahun 2007, saya baru tahu buku biografi seorang tokoh pernah diterbitkan. Tokoh ini kebetulan tokoh yang saya kagumi. Maka berusaha keras saya untuk mendapatkan buku itu. Masalahnya, buku itu diterbitkan tahun 2004. Jadi karena saat itu tahun 2007, buku sudah terbit 3 tahun berselang. Maka tak mudah untuk mendapatkannya. Saya cari di Gramedia, cuma muncul judulnya doang di data base komputernya tapi stoknya nol. Saya cari di Gunung Agung juga tidak ada. Saya pergi ke Yogya, ke kios buku kaki lima di Pasar Terban, depan SMPN 8. Ini kios buku dengan koleksi buku lumayan banyak, termasuk buku-buku tua. Hasilnya, buku tetap tidak ditemukan. Saya coba juga di kios buku Shopping (sekarang di sebelah Taman Pintar Yogya). Lagi-lagi hasilnya nihil. Di internet, hampir semua toko buku on line, mulai dari website local sampai website amazone.com saya telusuri. Hasilnya, buku yang saya cari tidak ditemukan!    

3 tahun kemudian, awal September 2010, iseng saya coba lagi mencari buku itu lewat internet. Bingo! Ternyata buku itu ada di www.amartapura.com.  Setelah saya cek, stoknya tinggal 1 dan statusnya bukan baru alias bekas, tapi masih bagus. Tanpa pikir panjang, saya langsung order. Daripada nanti keduluan sama orang lain! Sehari sebelum Lebaran, selepas maghrib buku itu sampai di rumah saya. Senangnya bukan kepalang. Buku bagi saya itu bukan sekedar bacaan tapi juga barang koleksi. Khusus buku yang satu ini, memang agak special. Selain berisikan biografi tokoh yang saya kagumi, mendapatkannya butuh waktu 3 tahun dengan segalam macam usaha dan kesabaran.

Ngomong-ngomong tentang bahagia, setelah saya pikir-pikir, ternyata meraih kebahagian itu bukan hanya perlu usaha. Bahagia itu juga perlu kesabaran…. :)   

 

Banyumanik, 17 October 2010

2 Komentar leave one →
  1. Fadhil Ali permalink
    Oktober 19, 2010 10:03 pm

    Alhamdulillah. Yup… benar tuh mas. Usaha, doa, dan sabar…

    Ibarat pepatah: The race doesn’t belong to the swift but to those who can endure!

    [FS] Thanks Mas Fadhil. Saya suka tuh pepatahnya

  2. Oktober 29, 2010 10:40 pm

    orang yang bisa bersabar salaha satu tanda bahwa dia bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: