Skip to content

KEBERANIAN MEMUTUSKAN

Juli 31, 2010

picture by telegraph.co.uk

Menarik mencermati tulisan Budiman Sudjatmiko berjudul Pecundang Selalu Lahir dari Keraguan yang dimuat di harian Kompas yang terbit 5 Juli 2010 lalu. Dari tulisan mantan aktivis dan anggota DPR dari PDI-P ini, saya menilai ia tidak sekedar seorang penggemar bola tapi juga pecinta bola yang mengikuti perkembangan sepakbola dunia. Berdasarkan data statistik yang ia milikinya, Budiman menulis, tim-tim sepakbola yang sukses dapat dibagi dalam dua pakem yang didasarkan pada jumlah passing, waktu untuk melakukan passing, dan rantai passing.

Pakem pertama adalah tim yang bermain dinamis, cepat, dan menarik yang ditandai dari jumlah passing yang sangat tinggi yaitu 400 passing per pertandingan, membutuhkan kurang dari 5 detik untuk menghasilkan sebuah passing, dan rantai passing yang panjang, yaitu membutuhkan lebih dari 40 passing sebelum menghasilkan satu tembakan. Tim yang masuk kategori ini dimotori oleh Spanyol yang memperagakan style “tiki-taka”, Brasil, Argentina, dan Jerman.

Pakem kedua adalah tim yang memusatkan perhatian pada pertahanan yang kuat, bermain cenderung defensive, dan jika melakukan passing langsung jauh ke depan pertahanan lawan. Secara statistik, tipikal permainan seperti ini terlihat dari jumlah passing yang rendah (kurang dari 300 passing per pertandingan), bermain lambat karena butuh lebih dari 6 detik per passing, dan rantai passing yang pendek kurang dari 30 passing per tembakan. Termasuk dalam kategori ini adalah Inter Milan saat diasuh Jose Mourinho memenangi Liga Champion 2010, Otto Renhagel saat membawa Yunani juara Piala Eropa 2004, dan Marcello Lippi saat sukses membuat Italia juara Piala Dunia 2006.

Jadi menurut Budiman, jika mau sukses tim sepakbola harus jelas menentukan pakem yang dianutnya, apakah pakem pertama dengan permainan cepat atau pakem kedua yang bersifat defensive. Tim tanpa ketegasan konsep terbukti gagal. Contohnya tim Perancis yang di Piala Dunia 2010 hanya menghasilkan 333 operan per pertandingan, bertempo tanggung dengan 5,82 detik per passing dan 35 passing per tembakan. Contoh lain adalah Inggris yang digadang-gadang menjadi kandidat juara namun gagal total karena hanya melakukan 375 passing per pertandingan, 5,38 detik per passing dan 19,94 passing per tembakan. Jadi menurut teori sepakbola ala Budiman ini, tim yang tidak tegas menentukan pakem permainan, lebih memilih pakem “abu-abu” akan gagal dan tidak sukses. Prancis, Italia, dan Inggris adalah contoh nyata tim  ragu-ragu yang tidak tegas menentukan pakem dan akhirnya pulang kandang lebih awal.

Jika Budiman dalam tulisannya menganalogikan analisa di atas dengan dunia politik, maka saya menganalogikannya dengan dunia kerja. Kepemimpinan memerlukan keberanian. Salah satunya keberanian membuat keputusan. Keberanian untuk menentukan sikap. Setiap keputusan pasti menimbulkan dampak-akibat. Ada konsekwensi dari sebuah keputusan, entah itu bagus atau jelek, entah itu popular atau tidak popular. Keputusan yang diambil bisa saja salah dan akhirnya disumpahi banyak orang namun hal tersebut haruslah berani untuk dipertanggungjawabkan dan dihadapi. Salah membuat keputusan masih lebih baik dari pada tidak membuat keputusan sama sekali.

Problemnya, keberanian membuat keputusan adalah suatu proses yang memerlukan waktu dan latihan. Banyak orang tidak berani membuat keputusan karena mereka tidak terbiasa atau tidak dibiasakan atau tidak diberi ruang untuk melakukannya. Kepemimpinan yang terlalu sentralistik yang selalu mengandalkan segalanya pada atasannya, tidak akan pernah melatih pimpinan di bawahnya untuk terbiasa memutuskan. Inilah bahayanya jika organisasi tergantung pada orang bukan system. Kalau orang/pimpinannya tidak ada, para pimpinan di bawah akan kebingungan.

Decision making itu perlu latihan. Pimpinan yang tidak terbiasa membuat keputusan akan gamang dan ragu-ragu. Dan menarik mengutip kalimat penutup dari tulisan Budiman Sudjatmiko di atas bahwa keragu-raguan hanya akan mengubah pemenang menjadi pecundang.

 

Mangkang, 31 Juli 2010

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: