Skip to content

IMPIAN, KONDISI KRITIS, DAN MESTAKUNG!

Juli 26, 2010
tags:

Dwilogi Padang Bulan-Cinta di dalam Gelas

Artikel saya tentang orang-orang yang fokus dan sukses mengambil contoh Tony & Maureen Wheeler, Trinity, dan Hermawan Kartajaya. Saya lupa, seharusnya saya memasukkan satu nama lagi, yaitu Andrea Hirata, penulis buku laris dan fenomenal, Laskar Pelangi, yang pertengahan Juni lalu meluncurkan novel barunya dwilogi Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas. Novel yang ditulisnya dalam waktu 3 minggu namun memerlukan waktu 3 tahun untuk riset!

Saya tidak pernah berhenti mengagumi Andrea Hirata, sosok fenomenal yang tiba-tiba muncul  sebagai penulis buku sastra (melayu) padahal ia sama tidak berlatar belakang sebagai penulis apalagi sastrawan. Tak tangung-tanggung, ia tak hanya menulis satu buku tapi langsung 4 buku karena Laskar Pelangi adalah sebuah tetralogi. Kemunculannya yang “ajaib” dalam dunia sastra Indonesia sama ajaibnya dengan kisah hidupnya sendiri. Uniknya, dalam bukunya ia justru memunculkan tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia sesungguhnya adalah bagian dari proses panjang manusia dalam melakoni kehidupannya di masa lampau.

Mira Lesmana, sutradara film yang menjadi produser film Laskar Pelangi mengatakan bahwa Andrea Hirata adalah orang paling optimis yang pernah dikenalnya. Andrea Hirata sendiri menyebut dirinya seorang pemimpi sejati. “I am a real dreamer”, katanya. Mimpinya untuk bersekolah tinggi bahkan sampai ke Eropa berhasil dicapainya karena ia lulusan dari University Sorbonne, Prancis. Keinginannya keliling Eropa mampu ia wujudkan. Tak puas hanya menulis buku, Andrea Hirata juga mencipta lagu Cinta Gila yang sukses dinyanyikan oleh Ungu dan menjadi hit dan juga soundtrack film Sang Pemimpi.

Bagi Andrea Hirata, tidak ada yang tidak mungkin. Semua orang harus punya mimpi dan jangan takut untuk bermimpi. Dalam novelnya, Andrea berkali-kali mengajarkan untuk tak pernah takut mempunyai ide-ide gila dan liar sekalipun bahkan tak takut untuk dicap sebagai orang gila. Sikap optimisnya yang tinggi mendukung keberhasilannya mewujudkan segala mimpinya. Ia merupakan kombinasi yang bagus antara pemimpi, keberanian, dan optimisme tinggi, syarat yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

Mimpi, keberanian, dan optimisme Andrea Hirata seolah mendukung teori mestakung yang diusung oleh Prof Yohanes Surya, pakar fisika Indonesia. Mestakung sendiri berarti semesta mendukung, sebuah teori yang bisa dijelaskan secara fisika. Secara sederhana, mestakung bisa dijelaskan bahwa jika kita bersungguh-sungguh akan suatu hal, punya optimisme tinggi bahwa akan berhasil, maka semesta akan mendukung kita untuk mencapai mimpi yang dicita-citakan. Salah satu syarat Mestakung adalah. ciptakan agar diri kita selalu dalam keadaan kritis.

Orang yang dalam keadaan kritis hanya punya 2 pilihan, berjuang keluar dari kondisi kritis atau mati. Orang yang sedang dikejar anjing galak, mampu berlari sangat kencang dan mampu melompati pagar tinggi demi menyelamatkan dirinya dari gigitan anjing. Padahal di saat normal ia tidak mampu berlari sekencang dan secepat itu apalagi melompati pagar tinggi. Tapi dalam keadaan kritis, semua itu mampu dilakukan. Usaha, kegigihan, dan tekad bersinergi sehingga semesta mendukung si orang itu selamat dari kejaran anjing.

Itulah sebabnya mestakung memerlukan tekad, keberanian, dan optimisme. Yohanes sendiri di saat muda ingin sekali bersekolah di luar negeri tapi ia tidak punya uang dan kemampuan bahasa Inggrisnya kurang. TOEFL-nya di bawah 500. Ia ciptakan kondisi kritis. Ia membuat paspor! Tujuannya agar ia semakin keras mewujudkan mimpinya. Ia cari universitas bagus tapi tidak mensyaratkan TOEFL tinggi. Akhirnya ia bisa diterima di College of William and Mary, USA. Penciptaan kondisi kritis, memyebabkan orang akan berusaha lebih keras, bertekad lebih kuat karena jika tidak ingin ditelan oleh kondisi kritis itu sendiri. Mestakung diterapkan oleh Yohanes setiap kali melatih Tim Olimpiade Fisika Indonesia di ajang Olimpiade Internasional dan terbukti sukses karena Tim Olimpiade Indonesia pernah menjadi juara dunia.

Dari pengalaman bekerja, pada hari-hari biasa terutama di awal bulan, sering saya merasakan betapa susahnya mencapai target kontainer. Namun pengalaman juga membuktikan, pada hari-hari terakhir shipment, team mampu menghasilkan berkali lipat kontainer dalam sehari! Penjelasannya, karena semua karyawan di semua departemen secara sadar dan tak sadar telah menempatkan dirinya dalam keadaan kritis dikarenakan cut off date shipment. Semua karyawan berusaha sekuat tenaga karena didesak oleh waktu (cut off). Semua merasa dalam kondisi kritis dan ingin keluar dari kondisi itu. Saat itulah alam bersinergi sehingga tercipta mestakung (semesta mendukung). Diperoleh output yang luar biasa yang tidak bisa dicapai dalam kondisi normal.

Maka selayaknya kita semua mempunyai mimpi dan selalu menempatkan diri dalam kondisi kritis setiap hari. Menganggap esok adalah hari terakhir. Bertekad kuat dengan optimisme tinggi untuk sebuah mimpi dan keberhasilan. Maka mestakung akan terjadi!

 

Banyumanik, 25 July 2010  

8 Komentar leave one →
  1. Oktober 1, 2010 1:40 pm

    gak sengaja nyasar ke sini. baca tulisan ini jadi inget pernah nulis serupa di sini: http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/belajar-menjadi-kreatif.html

    salam kenal ;=)

    [FS] Salam kenal juga Adie. Tulisannya bagus tuh, malah lengkap karena ada photo bareng dengan Andrea Hirata dan Trinity, salah dua penulis favorit saya.

  2. jazzcorpio permalink
    November 15, 2010 4:58 pm

    wah tulisan Pak Fadhly seperti membangunkan saya yang skrg dalam zona nyaman, sangat inspiratif Pak

    halo jazzcorpio,
    salam kenal. Terima kasih comment-nya. Senang bisa berbagi

  3. Aditya Ramadhan permalink
    Mei 18, 2011 9:41 am

    Tak kuasa q mlht org lain berani bermimpi n mimpi itu terwujud..

    cz q ingin ingin n ingin skali sperti org itu.

    Jk qt brni bermimpi, menempatkn dlm kndisi kritis, brgrk utk mwjudkn dg tkad kuat n optimisme tinggi, maka Tuhan akn mlht qt n mnyuruh alam ni utk mndukung qt..

    Salam Sukses bwt qt smw.

  4. jati permalink
    Oktober 6, 2011 3:38 pm

    dalam mestakung adakah planning yang matang supaya tidak berada dalam kondisi kritis?

    • Oktober 9, 2011 8:52 am

      Halo Jati,
      Pasti ada. Planning adalah syarat utama. Kondisi kritis lebih kepada pengkondisian diri kita sendiri. Kondisi kritis bisa memacu kita mengeluarkan kemampuan terbaik yang kita punya.

      Salam

  5. November 8, 2011 1:37 am

    tulisannya bagus pisan(sekali:bhs Sunda). sayangnya saya baru sebatas membaca masih susah diamalkan. padahal mimpinya cukup tinggi. bagaimana komentar masFadhly

    • November 8, 2011 6:45 am

      Terima kasih Mas Wawan.
      Susah-mudah khan relatif ya. Yang penting tetapkan mimpi dan capai secara bertahap. 1000 langkah tetap dimulai dari 1 langkah awal.
      Jadi lebih baik kita mengejar mimpi daripada mimpi harus menunggu dikejar oleh kita…..

      Sok atuh ….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: