Skip to content

HARUS ADA YANG MEMULAI

Juli 19, 2010

Saat peringatan ulang tahun perusahaan, untuk memeriahkan acara diadakan perayaan sederhana di halaman pabrik. Acara di awali dengan mengitari seluruh area pabrik, melihat perkembangan pembangunan gedung baru. Perusahaan memang sedang melakukan ekspansi dan perluasan pabrik untuk memperbesar kapasitas. Selesai mengelilingi area pabrik yang diselingi dengan beberapa penjelasan, maka sampailah pada acara hiburan. Acara hiburan ini terdiri dari musik dengan mengundang band-band lokal dan pengundian door prize. Sejatinya, pengundian door prize inilah yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar karyawan. Maklum jumlah door prize kali cukup banyak, 200 door prize!

Saat acara musik dimulai, yang tampil pertama adalah band dari para karyawan sendiri. 3 lagu dimainkan, penonton menikmati namun tidak membuat mereka beranjak dari tempat duduk. Maklum band pertama, masih pemanasan. Band kedua tampil, kali ini dari luar. Band dangdut. Awalnya, penonton masih malu-malu untuk maju ke depan panggung. Masuk ke lagu-lagu berikutnya, dua-tiga orang mulai maju. Lalu diikuti karyawan lainnya yang ikutan maju. Tak berapa lama, karena tempo musik makin cepat, akhirnya depan panggung dipenuhi oleh penonton yang  berjoget –joget.

Selesai band kedua, band ketiga tampil. Kali ini band yang tampil adalah band top 40. Lagu pertama habis, tak ada penonton yang maju. Lagu kedua dimainkan sampai selesai, tak satu pun penonton yang maju ke depan panggung. Dugaan saya mungkin karena beda segmen.  Segmen karyawan kelihatannya didominasi oleh penggemar lagu-lagu dangdut bukan lagu top 40.  Memasuki lagu ketiga, beat musik mulai naik. Lagunya milik Mulan Jameela, Sumpah Mati 2. Saat lagu mulai dimainkan, tak juga membuat penonton beranjak. Tiba-tiba, datanglah seorang karyawan mendekati panggung dengan membawa kertas koran. Kertas koran lalu dilampirkan dan dijadikan alas duduk. Sambil duduk, kepalanya goyang-goyang menikmati alunan musik.  Kakinya ikutan menghentak-hentak mengikuti ketukan lagu. Penonton lain bersorak-sorak. Kebanyakan mentertawakan. Terdengar beberapa sorakan, “Orang lagi stress, tuh!” Namun si karyawan cuek. Ditengah teriakan penonton, ia tetap melanjutkan aksi joget sambil duduk. Perlu tingkat kepercayaan diri tinggi untuk melakukan aksi kayak begini.

Karena cuek, akhirnya satu-dua karyawan mulai mengikuti aksinya. Beberapa karyawan lain menyusul ke depan panggung untuk berjoget. Makin lama makin banyak karyawan bergerombol. berjingkrak-jingkrak tak karuan di depan panggung. Suasana jadi makin hidup. Acara makin meriah dan penyanyi dan pemain band jadi tambah semangat. Dugaan saya salah. Ini ternyata tidak terkait dengan segmen musik. Ini lebih terkait dengan siapa yang berani memulai. Tak peduli musik dangdut atau top 40, asalkan sudah ada yang berani memulai ke depan panggung, maka yang lain akan mengikuti.

Terbayang oleh saya orang-orang yang berinisiatif melakukan perubahan, entah itu di lingkungan sekitar, lingkungan rumah, lingkungan kantor atau di lingkungan manapun. Atau bahkan orang yang sedang merubah dirinya untuk menjadi lebih baik. Tidak selalu mudah untuk melakukan perubahan. Tidak pula selalu mulus mengimplementasikan perubahan. Selalu sulit untuk memulai.  Saat memulai perubahan, selalu ada kendala yang menghadang, entah itu dicuekin, dianggap remeh, program dianggap mustahil, atau dianggap orang gila. Tapi tetap ada yang harus memulai melakukan perubahan. Perlu keyakinan dan kepercayaan diri tinggi pada orang yang memulai perubahan untuk terus beraksi walaupun disepelekan sana-sini. Perlu benteng diri yang kuat pula untuk tidak takut malu. Perlu tekad kuat untuk meneruskan aksi. Sebuah perubahan besar tetap berawal dari perubahan kecil dan seribu langkah tetap harus dimulai dari satu langkah awal.

Seperti karyawan cuek tadi. Berawal dari dirinya sendiri dan akhirnya ia mampu merubah suasana menjadi lebih meriah karena mampu menarik banyak penonton lain untuk berjoget dan bergoyang di depan panggung. Ayo, goyang Mang!

  

Mangkang – Semarang, 17 July 2010

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: