Skip to content

ICE CREAM VS ICE MELTING, BURGER VS SNACK

Juni 1, 2010
tags:

Toko Oen Semarang

Suatu waktu saya menemani tamu perusahaan, Abernathy Preston, makan siang di Toko Oen, sebuah restoran tua yang terletak di Jalan Pemuda, Semarang yang berumur hampir seratus tahun. Bangunan, furniture, dan asesoris yang digunakan memang bernuansa tempo doeloe. Demikian pula suasana yang tercipta, mirip suasana jaman kolonial. Itu sebabnya Preston senang dengan suasana restoran yang berdiri tahun 1922 ini. Preston datang ke Semarang bersama istrinya, Lawana, yang baru pertama kali ke Indonesia. Lawana begitu senang di Indonesia, terkesan dengan pemandangan Indonesia dan keramahan penduduknya.

Kami memesan menu dan makan siang sambil mengobrol. Sebelum pulang, Lawana ditawarkan untuk mencoba ice cream yang katanya salah satu andalan Toko Oen. Setelah memilih sendiri rasa ice cream, saya tanya pendapatnya mengenai ice cream tersebut. Jawabnya, rasanya enak. Tapi ini bukan ice cream, katanya. Bingung saya, kalau bukan ice cream lalu apa? Menurutnya, itu namanya ice meltingIce itu terlalu “encer” untuk disebut ice cream. Bagi orang Amerika, ice cream yang biasa mereka makan lebih “keras”. Saat itu saya baru tahu, kebanyakan ice cream di Indonesia itu adalah ice melting jika menurut definisi Lawana. Lawana yang ramah ini bilang, jika saya ke Amerika, ia menyarankan saya untuk mencoba ice cream dan burger. Ia jamin rasanya pasti sangat berbeda. 

Saat di Amerika saya masih ingat saran Lawana. Ketika berkunjung ke show room Thomasville dan Drexel Heritage niat itu kesampaian. Show room Thomasville dan Drexel Heritage menyediakan makan siang buat para tamu dan customer. Kami pun makan siang bersama. Selesai makan, Ryan Tessau, Director of Case Goods Design of Thomasville, bertanya apa ada yang mau ice cream? Tentu saja tawaran yang tak boleh dilewatkan dan saya pun segera mengantri ke tempat ice cream yang terdiri dari berbagai macam rasa. Saat mencoba, saat itulah saya paham apa yang dikatakan Lawana. Sendok plastik yang saya pegang tidak cukup mudah “menusuk” ice cream dalam cup. Ice cream di sana memang lebih keras dibanding ice cream yang biasa saya pernah coba. Mengenai rasa, ice cream di show room itu memang OK banget. Semua yang makan siang yang satu meja dengan saya menghabiskan 2 cup. Entah karena memang doyan atau mumpung gratis!

Saran Lawana lainnya yang harus saya coba adalah burger. Tak sulit untuk menemukan makanan ini. Di show room Maitland-Smith, saat makan siang, saya lihat ada burger dan langsung saya samber. Rasanya, tak jauh berbeda dengan burger yang pernah saya makan di Indonesia. Perbedaannya pada beef. Lebih enak dan lebih tebal. Uniknya, saat mengambil burger saya diberi satu bungkus snack (seperti snack Cheetos). Jadi makan burger-nya diselingi makan snack sebagai camilan. Saya baru tahu cara makan burger seperti itu dan justru saya suka banget.

Ternyata snack tidak hanya dimakan saat makan burger. Saat makan siang di restoran Subway di Morganton, saya memesan hotdog. Gile, roti hotdog-nya besar dan panjang banget (porsi makan orang Amrik memang serba jumbo!). Saya minta setengahnya saja. Saat membayar, kasirnya bertanya, makan hotdog-nya dengan snack, yang langsung saya jawab iya. Waktu berkunjung ke pabrik Hickory Chair, saat makan siang kami disuguhi sandwich dan lagi-lagi dengan snack.

Saat saya tanya, mengapa ditambahi snack jika makan burger, hotdog, atau sandwich, jawabannya for more calorie. Tapi apapun alasannya, makan burger, hotdog, atau sandwich dengan snack is my favorite. Nggak percaya? Coba aja sendiri….        

 

Banyumanik, 31 Mei 2010

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: