Skip to content

NYARIS TANPA BENEFIT!

Mei 10, 2010

Weekend awal Mei lalu saya pergi ke Yogya menemani anak saya dalam rangka perpisahan sekolahnya. Sebenarnya, saya tidak begitu berminat ikut acara ini. Selain karena tujuannya ke Yogya, dimana saya sudah hapal benar kota ini karena sejak SMA sampai kuliah tinggal di Yogya, saya luar biasa males jika pergi ikut rombongan. Saya sangat menyenangi kota Yogya jika ingin berliburan bersama keluarga tapi tidak jika dengan rombongan karena saya sudah bisa memprediksi acara ini pasti membosankan dan menjengkelkan. Tapi untuk tidak ikut menemani si kecil, kok rasa-rasanya saya nggak tega. Saya sudah terlalu sering mangkir mengikuti acara si kecil karena alasan kesibukan kantor. Saat acara bepergian ke Yogya itu, saya memang sedang tak sibuk. Selain itu, ini acara terakhir TK-nya sebelum ia masuk SD. Jadi saya merasa sungguh egois jika tidak menemani si kecil karena ia sangat ingin ditemani oleh saya. Jadilah saya berangkat menemani si kecil walaupun dengan perasaan “was-was”. Yah, itung-itung berkorban perasaan sedikit demi kebahagiaan anak, demikian kata saya dalam hati.

Apa yang saya khawatirkan, tanda-tandanya sudah tampak sejak saat mau berangkat. Bus yang seharusnya berangkat jam 06.30 pagi terpaksa molor. Alasannya, ibu A belum datang, masih menunggu ibu B, atau ibu C masih dalam perjalanan. Jam 07.00 lewat bus masih juga belum berangkat. Ternyata masih ada 1 orang yang belum datang. Saat ditelepon, ternyata si ibu dan anaknya tidak jadi berangkat. Ujian kesabaran sudah dimulai! Dan selanjutnya sudah bisa ditebak. Ada 6 tempat pemberhentian termasuk restoran untuk makan siang dan makan malam. Dan setiap kali berhenti, setiap kali pula molor saat berangkat. Akibatnya jadwal kegiatan jadi molor semua. Tidak ada yang patuh pada jadwal yang sudah dibuat. Kebiasaan buruk orang Indonesia yang paling saya benci, jam karet. Parahnya, ngaretnya nggak ketulungan!

Jika di tempat wisata dan restoran, waktu yang dihabiskan pasti lebih lama dari yang ditentukan. Tapi saat di Museum Dirgantara Yogyakarta, dari 1 jam waktu yang diberikan, baru 45 menit peserta sudah pada kumpul. Saat di museum, tidak ada inisiatif dari para guru untuk mengumpulkan murid TK per kelompok dan menerangkan sejarah penerbangan, photo-photo yang terpampang, pesawat yang dipamerkan, atau diorama yang ada di museum. Acara di museum lebih banyak diisi oleh acara photo-photo. Keluar museum, para murid TK cuma cengar-cengir tanpa mengerti untuk apa sebenarnya mereka ke museum dan tidak mendapat nilai lebih dari aktivitas yang ia lakukan.

Lalu perjalanan berlanjut ke Taman Pintar, tempat yang sarat dengan pengetahuan dan dikemas dalam bentuk permainan yang fun. Cukup edukatif bagi anak-anak. Tapi rombongan sampai di sana jam 15.30 padahal Taman Pintar tutup jam 16.00. Alhasil, tak banyak yang bisa dilihat dan dilakukan di tempat ini. Acara selanjutnya adalah acara bebas jalan-jalan ke Malioboro. Karena tak tertarik, saya dan keluarga hanya duduk-duduk di sekitar parkiran bus saat hampir semua peserta rombongan ke Malioboro. Dan mudah ditebak, para peserta yang shopping terlambat lagi saat berkumpul di bus.

Singkat cerita, jalan-jalan perpisahan ini bagi saya membosankan sekaligus menjengkelkan. Tak ada nilai tambah yang didapat para murid TK. Hak para murid TK untuk mendapatkan nilai tambah dan pengetahuan dirampas oleh para orang tua yang tidak disiplin dengan waktu, guru yang tidak berinisiatif untuk membimbing dan mengarahkan karena lebih merasa sebagai peserta jalan-jalan daripada guru, serta konsep acara yang lebih besar unsur jalan-jalan dan shopping-nya daripada muatan edukasinya.

Saya lalu teringat divisi produksi yang pimpin. Saya membayangkan apa jadinya jika departemen-departemen dalam divisi beroperasi tanpa disiplin dari para karyawannya. Datang kerja terlambat, berhenti kerja sesukanya, dan memulai kerja juga sesukanya. Peraturan dibuat tapi tidak pernah ditaati karena peraturan itu tidak berwibawa akibat implementasi dan sanksi yang tak tegas. Lalu apa jadinya jika departemen beroperasi tanpa konsep dari para pimpinannya. Para pimpinan membiarkan para karyawan bekerja sesukanya tanpa konsep dan arahan. Tentu mirip para anak TK yang “kebingunan” saat di museum seperti cerita di atas. Pada akhirnya, dengan kondisi demikian sudah pasti tujuan dan target departemen tidak akan pernah tercapai. Operasional departemen hanya berujung pada pemborosan uang tapi hasil/output tidak maksimal.

Organisasi, perusahaan, atau departemen tidak akan mendapat apa-apa jika aktivitasnya tidak dilandasi oleh konsep, disiplin, dan kontrol dari pemimpin. Konsep akan melahirkan planning, metode, dan target. Planning, metode, dan target bisa dicapai dengan disiplin tinggi para karyawan. Disiplin tinggi bisa dicapai dengan arahan dan kontrol dari pemimpin. Tanpa itu semua, mustahil output maksimal bisa diperoleh. Nggak percaya, simak saja cerita perpisahan TK di atas. Acara jalan-jalan lebih dominan daripada nilai edukasi yang nyaris nihil. Nyaris tanpa benefit!

 

Banyumanik, 10 May 2010

6 Komentar leave one →
  1. Mei 10, 2010 3:22 pm

    Assalamu ‘alaikum mas.

    Salam kenal yah, saya abis mampir ke Blog mas, dan blog mas sangat bagus dan bermanfaat.

    Dan betapa senangnya saya, apabila mas mau mampir juga ke blog saya, sekalian saling menjalin silaturahmi sesama Blogger.

    Alamat Blog saya: http://bendeddy.wordpress.com

    Salam kenal,
    Dedhy Kasamuddin

    • Fadhly Syofian permalink*
      Mei 11, 2010 12:31 pm

      Terima kasih kang deddy atas commentnya
      Blog kang deddy juga bagus…saya tertarik dengan beberapa tips yang dimut pada blog kang deddy

  2. Mei 11, 2010 1:33 pm

    Sama2….. mas.. Klo bisa sering2 mampir di blog aku yah.. hehehe😀

    • Fadhly Syofian permalink*
      Mei 19, 2010 12:13 pm

      kang deddy kok blog-nya di-banned?

  3. yeyekh permalink
    Mei 7, 2011 1:01 am

    Salam kenal,pak Fadhly..
    Saya banyak mendapatkan pembelajaran dari blog ini..
    Makasih karna sudah berbagi ilmu dan pengalaman lewat tulisan2 bapak..😀

    • Mei 10, 2011 4:32 pm

      Salam kenal juga Yeyekh. Namanya unik nih🙂
      Syukur kalau bisa dapat manfaat. Senang bisa berbagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: