Skip to content

KEPEMIMPINAN EFEKTIF; SEBUAH CONTOH ALA JK

April 5, 2010

Jika ingin mengambil contoh kepemimpinan yang efektif, tegas, memberi solusi, dan berani mengambil resiko, cerita di bawah adalah sebuah contoh yang komplit. Cerita ini saya ambil dari buku Solusi JK; Logis, Spontan, Tegas, dan Jenaka yang ditulis oleh Hamid Awaludin, mantan Menteri Hukum dan HAM. Beberapa bagian, saya kutip sesuai dengan teks asli yang tertulis pada buku. Lupakan dulu segala atribut kepartaian dan pandangan politik anda. Fokuslah pada pesan dan inti cerita di bawah ini

***

Suatu waktu, saat Kabinet SBY-JK baru terbentuk, Jusuf Kalla (JK) sangat gelisah melihat kurangnya pembangunan infrastruktur. Bagi JK, roda perekonomian tidak bisa berjalan jika infrastruktur seperti jalan tol dan jalan layang masih kurang dimana-mana. Maka JK mengundang para Direktur Bank BUMN dan Gubernur Sutiyoso untuk rapat di kantornya.

Inti dari rapat itu JK meminta kesediaan para Dirut Bank BUMN untuk memberi kesanggupan, mau atau tidak membiayai proyek infrastruktur yang diusulkan JK. JK lalu menanyai para dirut itu satu persatu, dimulai dari salah satu Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Bapak Wakil Presiden, sebenarnya secara makro dan mikro ekonomi, kita harus melihat dengan perspektif yang lebih luas”, kata wakil BI itu.(*)

Masih saja ia ingin melanjutkan pembicaraan, JK langsung memotong dengan suara kencang, “Saya tidak butuh Anda memberi pelajaran tambahan tentang makro dan mikro ekonomi di sini. Saya hanya butuh Anda mengatakan ya atau tidak mampu membiayai apa yang saya paparkan tadi.” (*)

Baik Bapak Wakil Presiden. Secara institusional, pembangunan infrastruktur, bisa dilihat dari pendekatan World Bank dan IMF…” tambah wakil BI tadi.(*)

Langsung kalimat itu dipotong oleh JK. Kali ini JK tidak hanya bersuara tinggi, tapi dengan menepuk meja, “Tidak ada urusan dengan World Bank dan IMF. Saya hanya ingin Anda mengatakan ya atau tidak, dan kalau tidak, mengapa? Anda terlalu banyak teori dan bicara. Duduk dan jangan pernah bicara lagi!” (*)

Pantas Negara Anda tidak maju-maju karena terlampau banyak pertimbangan untuk kepentingan lembaga-lembaga itu. Saya tidak melihat ada keseriusan untuk memperbaiki negeri ini jika cara Anda seperti itu semua, Persoalan teramat sederhana bisa dibuat sedemikian rumit. Ya, pantas saja rakyat marah kepada kita semua karena urusan sedikit bisa berkepanjangan tak tentu arah”, kata JK. Suasana langsung hening.(*)

Maka JK pun meminta kesediaan para Dirut Bank BUMN untuk membiayai proyek infrastruktur. Semua Dirut Bank BUMN akhirnya menyetujui. Saat JK bertanya siapa pelaksana proyek, seorang pejabat mengusulkan agar diadakan tender terbuka. Namun JK tidak setuju karena tender terbuka membutuhkan Keppres dan Keppres butuh waktu sementara ia sudah tidak sabar melihat kebanjiran, kemacetan, atau ekonomi yang mandeg karena tidak adanya jalan layang dan jalan tol. Maka JK pun langsung bertanya siapa yang mampu menjadi pelaksana proyek tersebut. Sutiyoso, Gubernur DKI kala itu menyatakan kesanggupannya. JK pun menyetujui

Nah tidak ada lagi perdebatan. Kalau ada sesuatu, saya yang tanda tangan. Artinya, saya yang akan masuk penjara kalau ini dianggap melanggar aturan. Kita harus berani mengambil resiko. Jangan jadi pemimpin jika tidak mau ambil resiko dan tidak ada terobosan. Selama kita punya hari ikhlas dan niat tulus dan tidak mencuri, insya allah tidak ada persoalan. Mari kita bubar dan bekerja!’ tegas JK. (*)

Mau tahu berapa lama rapat itu berlangsung? Cuma 49 menit! Padahal para direktur bank itu sudah ijin ke istri mereka untuk rapat sampai subuh. Mereka hanya geleng-geleng saat tahu rapat bisa dilakukan sesingkat itu. Saat membaca buku tersebut, saya sampai geleng-geleng dan tersenyum malu. Rapat dengan topik bahasan yang begitu penting bisa selesai secepat itu. Benar-benar efektif. Saya tersenyum malu, karena meeting yang umumnya saya batasi hanya 1 jam saya kira sudah cukup singkat. Ternyata JK, dengan topik bahasan yang lebih rumit dan kompleks jauh lebih cepat dan efektif. Cerita JK di atas mengajarkan saya tentang arti kepemimpinan yang efektif, tegas, memberi solusi, dan berani ambil resiko.

 

Banyumanik, 5 April 2010

(*) Dikutip sesuai dengan teks asli seperti yang tercantum pada buku Solusi JK; Logis, Spontan, Tegas, dan Jenaka.

2 Komentar leave one →
  1. probuta permalink
    April 15, 2010 11:47 am

    ini dia bru yg nmnya pemimpin yg tegas, lugas, dan pandai mengatur strategi.

  2. indra permalink
    April 15, 2010 11:59 am

    JK memang seorang pemimpin yang tegas, kreatif, cerdas dan vokal dalam menyuarakan pendapatnya.
    saya pikir dia adalah solusi yang tepat bagi indonesia yang saya nilai “hancur” dalam segala hal..
    Tapi sayang sekali, dukunganku saja belum cukup membuatmu menjadi RI 1.
    tapi saya cukup senang, karena walaupun hanya di belakang layar, tapi dia mampu memberikan kontribusi untuk bangsa ini..
    Sukses selalu buat pak JK…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: