Skip to content

RUMPUT TETANGGA

Februari 26, 2010

Rumput tetangga lebih hijau dari rumput di pekarangan kita sendiri”. Begitulah istilah untuk mengambarkan bahwa terkadang kita melihat apa yang dimiliki orang lain selalu lebih baik dari apa yang kita miliki. Istilah ini sebenarnya cukup mengambarkan betapa manusia itu tak sempurna. Karena sesungguhnya istilah itu secara halus mengatakan dalam diri manusia itu ada sifat iri. Teman karib iri adalah dengki. Keberadaan iri pada diri manusia bisa dominan bisa tidak, tergantung seberapa pintar si manusia mengendalikannya. Jika iri sudah muncul dan keberadaanya dominan, maka si manusia itu harus berhati-hati. Jika tidak, kolega iri, yaitu si dengki akan muncul secara otomatis, tanpa diduga dan disadari seperti layaknya penyakit kanker yang tiba-tiba sudah mengganas. Jika sudah sampai tahap ini berhati-hatilah, karena manusia ini akan masuk adalam kelompok orang yang banyak musuhnya. Wong, orang baik-baik aja kadang dimusuhi, apalagi orang iri nan dengki. Tapi kembali ke soal rumput, tanpa didasari sifat iri, saya memang merasa kalau rumput tetangga memang lebih hijau dari rumput saya. Ini terjadi karena di halaman rumah saya memang tidak punya rumput!

Sebenarnya pekarangan rumah saya tidaklah luas. Ukurannya hanya 1.5 x 2 meter. Sejak rumah itu saya beli dua setengah tahun lalu, pekarangan itu sampai sekarang kondisinya ya masih begitu-begitu saja. Masih terdiri dari tanah kosong dan berpasir sisa renovasi rumah. Saya bukannya tidak peduli dengan pekarangan mungil nan gersang ini. Justru saya punya rencana besar untuk membuat pekarangan ini menjadi indah menurut versi saya. Dengan kontur tanah yang agak kurang sempurna, maka saya pun membuat design agar ketidaksempurnaan itu menjadi sempurna. Tentu saja menurut versi saya. Saya pun sudah menyusun rencana A, B, C, untuk membuat tanah kering kerontang ini lebih asri. Di bagian pojok akan ditanami bunga A, pojok sini bunga B, di tengahnya ada rumput C, pokoknya cihuy-lah. Untuk mendukung rencana ini, saya pun membeli majalah terkait dengan bagaimana membuat taman yang indah. Tujuannya tentu untuk menambah ide sebagai masukan untuk melancarkan proyek tamanisasi mungil ini. Selanjutnya, tentu saja dibarengi dengan survey ke tempat penjual tanaman untuk melihat-lihat jenis flora apa yang kiranya cocok untuk ditanam.

Dua setengah tahun berlalu. Bagaimana dengan pekarangan mungil saya? Jangankan bunga asri, rumput pun tak terlihat ada di situ. Yang ada hanyalah rumput liar yang keberadaannya tidak dikehendaki untuk tumbuh subur di situ. Justru tanaman yang dikehendaki yang sudah ada dalam rencana sampai sekarang masih nihil. Jadi sampai saya menulis artikel ini, tanpa didasari oleh sifat iri, rumput tetangga memang masih lebih hijau. Satu-satunya yang tampak lebih hijau dari apa yang saya miliki adalah rumah saya. Karena memang rumah berwarna hijau sedangkan tetangga depan, rumahnya berwarna krem. Jadi sekali lagi, ini bukan masalah iri atau tidak, ini nyata dan ini fakta.

Dibutuhkan tidak hanya sekedar rencana untuk mewujudkan sesuatu. Rencana adalah bagian penting, namun aksi jauh lebih penting. Tak usahlah lah bersusah payah membuat rencana jika realisasinya tak ada. Akan mirip dengan obral janji para politisi cap botol kecap yang jago berkoar saat kampanye tapi mendadak lupa saat sudah duduk kursi empuk bernama kekuasaan. Politisi kayak begini juga masuk kategori mongdo alias omong doang. Kemampuannya berkoar menebar janji dan iming-iming tak sebanding kemampuan mewujudkan janji itu.

Sayapun teringat dengan kisah Kolonel Sanders. Di usianya yang tidak muda lagi saat itu, Kolonel Sanders tidak ingin masa tuanya dihabiskan hanya dengan duduk dan bersantai. Ia memimpikan mempunyai kegiatan untuk mengisi hari tuanya. Maka jadilah ia membuat resep ayam goreng yang dia tawarkan dengan cara mendatangi rumah-rumah, dari pintu ke pintu. Tak tanggung-tanggung, resepnya itu ditolak berkali-kali namun tak menyurutkan semangatnya dan terus melakukan percobaan. Hasilnya, jadilah ayam goreng itu terkenal dengan nama Kentucky Fried Chicken (KFC). Terkenal tidak hanya di Amerika tapi juga mewabah ke seluruh dunia.

Kolonel Sanders adalah contoh nyata orang yang tidak hanya berangan-angan. Ia adalah contoh nyata dari orang yang berhasil mewujudkankan keinginannya dengan cara bertindak dan memulai. Banyak orang berpikir untuk melakukan banyak hal dan mendapatkan banyak hal. Tapi banyak pula orang lupa memulai satu langkah awal. Banyak orang yang berpikir untuk melakukan 1000 langkah, tapi lupa untuk memulai satu langkah pertama. Seribu langkah tetap harus dimulai dari dari satu langkah pertama.

 

Banyumanik, 20 Maret 2008

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: