Skip to content

KEKUATAN MIMPI (3); LIGA INGGRIS, PEMBUKTIAN TEORI MIMPI

Januari 10, 2010
tags:

Buku Laskar Pelangi dan Negeri 5 Menara seperti yang saya tulis dalam 2 artikel sebelumnya, seolah memberikan saya sebuah teori baru. Teori yang saya sebut Teori Mimpi! Sebuah teori hanya akan menjadi formulasi di atas kertas jika tidak mampu dibuktikan. Sebuah teori harus diuji dan dibuktikan. Pembuktian akan menimbulkan kepercayaan. Dan kepercayaan yang paling kuat adalah jika kebenaran teori tersebut terjadi pada diri sendiri.

***

Sabtu, 31 October 2009, pesawat British Airways mendarat dengan selamat di Bandara Heathrow, London setelah menerbangkan saya selama 8 jam dari Dulles, Washington DC. Tony Xantheas ternyata sudah menunggu untuk menjemput kami bertiga. Tony Xantheas adalah Sales Director dari sebuah perusahaan veneer yaitu bahan baku untuk keperluan furniture dan sudah lama menjadi supplier di perusahaan tempat saya bekerja. Setelah ber-say hello sejenak, kami segera menuju mobil Tony. Ya, harus segera, karena jadwal kami Sabtu itu sangat padat dan ada acara penting yang tidak boleh terlewat.

Dari bandara mobil langsung tancap gas ke kantor Tony untuk memilih dan memilah veneer. Dari kantor Tony kami berhenti sebentar untuk makan siang karena perut sudah lapar dan waktu sudah menunjukkan lewat jam 1 siang. Setelah makan siang mobil bergerak cepat menuju hotel tempat saya dan teman saya menginap. Saya harus menaruh ransel dan koper di hotel. Dari hotel, tujuan berikutnya adalah tujuan yang saya tunggu-tunggu. Kami harus tiba di tujuan berikut ini on time dan tidak boleh terlambat. Kami menuju Craven Cottage Stadium. Hari itu kami akan menonton pertandingan sepak bola Fulham vs Liverpool!

Dengan menggunakan taksi, kami sampai di Craven Cottage Stadium beberapa menit sebelum kick off dimulai pada jam 15.00. Saat masuk ke dalam stadion suasana sudah riuh rendah. Penonton bersorak-sorai dan bernyanyi terutama pendukung Liverpool yang dianugerahi kekuatan untuk mampu bernyanyi sepanjang pertandingan. Mungkin mereka ini mantan peserta lomba menyanyi semalam suntuk! Tapi apapun suasana saat itu, saya sangat menikmati atmosfir Craven Cottage Stadium. Menikmati semua kejadian dalam stadion, entah itu teriakan penonton, nyanyian penonton, ulah supporter, pertandingannya, atau aksi memikat para pesohor sepakbola di lapangan; Fernando Torres, Benayoun, atau Zamora. It’s wonderful experience watching English Premier League live!

Saya sungguh menikmati petang itu. Sebagai penggemar Liga Inggris, dulu saya hanya berangan-angan, pasti akan lebih mengasyikkan jika bisa menonton pertandingan langsung dari stadion. Saya berangan mudah-mudahan bisa menonton kesebelasan favorit saya, Manchester United, bertanding. Tuhan memang belum mengabulkan mimpi saya untuk menonton MU di Old Trafford. Tapi Tuhan mengabulkan mimpi saya menonton English Premier League langsung dari stadion.

Kalau saya ingat-ingat lagi, tak ada rencana saya akan ke London. Saya memang ada tugas ke USA, tapi tidak ke London. Ternyata boss saya yang asli British ingin singgah di London mengunjungi keluarganya. Selain itu rute Jakarta – Singapura – London – Washington DC lebih murah daripada rute Jakarta – Singapura – Hongkong – Washington DC. Maka jadilah saya ke London. Setelah pasti ke London, tak ada juga rencana untuk menonton English Premier League (EPL). Selain agak pesimis bisa dapat tiket, harganya tiket menonton EPL juga mahal sekali. Lalu kenapa saya bisa nonton EPL? Karena boss saya memberitahu Tony lewat email bahwa kami akan berada di London tanggal 31 Okt – 2 Nov 2009. Tony yang memang gila bola, tiba-tiba menawarkan untuk nonton bareng EPL. Bagi saya dan teman saya, Stephanus, yang juga penggemar EPL tentu ini kesempatan yang memang ditunggu-tunggu. Tanpa diduga, saya seolah mendapat “jalan” mewujudkan sesuatu yang diangan-angankan. Tanpa diduga, tanpa direncanakan kecuali dulu sempat diangankan.

Mungkin, seperti kata Arai, Tuhan sedang memeluk mimpi saya saat saya berangan-angan. Jadi nggak ada ruginya juga bermimpi. Tetaplah memiliki impian. Selanjutnya biar Tuhan yang mengatur kapan dan dimana mimpi kita diwujudkan olehNya.

 

Banyumanik, 3 January 2010

 

Berapakah harga tiket EPL?

Apa persamaan Craven Cottage Stadium dengan Stadion Jati Diri Semarang?

Cerita lebih lengkap mengenai pengalaman menonton English Premier League click here 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: