Skip to content

SEMANGAT LINTANG & IKAL (2 – habis)

Juli 28, 2009
tags:

menarilah dan terus tertawa

walau dunia tak seindah surga

bersyukurlah pada yang Kuasa

cinta kita di dunia…. selamanya….

(Judul; Laskar Pelangi by Nidji)

 

Takdir berkehendak lain bagi Lintang. Suatu waktu, Lintang tidak masuk sekolah selama 4 hari. Ini kali pertama terjadi karena ia tidak pernah absen masuk sekolah. Jika ia sampai tidak masuk sekolah apalagi sampai 4 hari, pasti karena sesuatu hal. Sebuah surat Lintang pun sampai ke sekolah. Isinya, ayah Lintang telah meninggal dunia! Kematian ayahnya adalah kematian bagi cita-cita Lintang.

Lintang adalah anak tertua dari keluarga nelayan miskin yang tinggal di pesisir pedalaman Belitong. Sebagai anak tertua, Lintang menjadi tulang punggung keluarga. Ia harus menanggung hidup 14 orang kepala yang terdiri dari ibu, adik-adiknya, neneknya, pamannya, dan kerabatnya yang tinggal bersama dalam rumahnya. Maka Lintang pun harus berhenti sekolah. Ikal, sahabatnya yang juga dari keluarga miskin sangat terpukul dengan nasib Lintang. Maka tekad untuk belajar merupakan bagian dari upaya untuk membalas dendam atas nasib tidak beruntung sahabatnya yang jenius namun terpaksa putus sekolah.

Ikal berangkat ke Jakarta melanjutkan pendidikan. Ingin ke Ciputat tapi nyasar ke Bogor. Bekerja serabutan untuk bertahan hidup mulai dari tukang photo copy, lalu bekerja di PT Pos sebagai tukang sortir surat. Ia akhirnya diterima di Universitas Indonesia. Bekerja sambil kuliah. Tekadnya untuk terus maju berbuah manis karena Ikal mendapat beasiswa dari Uni Eropa. Ikal melanjutkan study ke Universite de Paris, Sorbonne, Prancis, sebuah universitas yang sangat bergengsi di Prancis dan juga dunia. Dari Prancis, Ikal melanjutkan study ke Sheffield Hallam University, United Kingdom, Inggris. Tesisnya di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia berhasil lulus dengan cum laude, sangat memuaskan. Semangat belajar telah mengantarkan Ikal berhasil menggapai cita-citanya untuk berpendidikan tinggi sekaligus menuntaskan dendam kesedihan bathinnya terhadap Lintang, si jenius yang harus putus sekolah.

Di atas segalanya, Ikal alias Andrea Hirata sadar, semua yang ia raih sekarang tak lepas dari peran guru SD-nya yang sangat ia hormati. Guru itu bernama Ibu Muslimah. Bu Mus tak memiliki ijasah guru. Ijazahnya hanya SKP (Sekolah Kepandaian Putri). Ia adalah satu-satunya guru di SD reyot Muhammadiyah dan ia pula yang menyusun sendiri kurikulum di SD itu. Ia mengajar dengan ikhlas, tak dibayar. Kalaupun ada pemberian dari orang tua murid, paling hanya berupa hasil kebun. Namun bagi Ikal dan anak-anak Laskar Pelangi, Bu Mus adalah sumber inspirasi dan motivasi.

Hikmah apa yang bisa dipetik? Keinginan belajar sangat tergantung dengan kemauan dan tekad. Tekad mampu mengalahkan kemiskinan. Dengan tekad, halangan bisa diatasi. Dengan tekad, ketidakberadaan bisa dikalahkan. Sebuah tekad akan tetap berkobar jika kita mempunyai sumber motivasi. Dibutuhkan orang-orang seperti Bu Mus yang bisa memberikan motivasi dan inspriasi bagi segenap anak didiknya. Para operator dan kita semua bisa meneladani semangat Lintang dan Ikal. Bu Mus bisa menjadi teladan bagi para supervisor, superintendent, Departemen Head, dan Manager agar mampu mengobarkan semangat tetap belajar di tim-nya masing-masing. Kita harus terus menjadi Manusia Pembelajar!

Banyumanik, 14 September 2008, 2:30 AM

Sent: Tuesday, September 16, 2008 6:32 PM

6 Komentar leave one →
  1. tutut permalink
    Agustus 3, 2009 2:04 pm

    Kalau baca tulisan tadi, itu diambil dari novel Laskar Pelangi kan? bukan filmnya.Kabarnya di film LP tidak seluruhnya yang ada di novel LP diceritakan.Terus terang aku belum pernah baca novelnya, tapi kalau film LP sudah ratusan kali kulihat karena anak-anak minta dibelikan CD nya.Sejak beli, kira-kira 5 bulan yll,sampai sekarang film LP jadi teman makan siang anak-anakku sepulang sekolah, setiap hari,bahkan kadang sorenya diputar lagi..Sampai-sampai setiap dialog yang diucapkan tokoh2 yang ada di film LP mereka hafal.Aku sendiri karena sering menemani mereka, jadi ikut2an hafal, dan aneh nya, kami tidak pernah bosan untuk nonton dan nonton lagi.
    Anak2ku paling senang dengan tokoh Mahar yang berjiwa seni dan gayanya yang cuek.Kadang mereka menirukan gaya Mahar yang pergi kemana2 membawa radio butut nya dan sering menempelkan radio itu di telinganya.tapi anakku nggak mungkin menirukan gaya Mahar yang suka bertengger di pohon.sebab kalau iya,aku pasti udah teriak2..
    Anakku yang besar sangat kagum dengan Lintang yang sanggup naik sepeda puluhan kilo demi mendapat ilmu, bahkan harus bertemu buaya besar.Hikmahnya, anakku yang tadinya manja,ke sekolah harus diantar, pulang harus dijemput, sekarang jadi lebih mandiri..katanya ,” Kakak kasih lebih beruntung, karena jalannya nggak terlalu jauh dan nggak ketemu buaya di jalan..”. Dia juga jadi terpacu semangatnya untuk lebih pintar.dia bilang,” Lintang aja yang tidak seberuntung kita,ternyata bisa cerdas,kenapa kakak nggak ?”
    Kalau anakku yang kecil suka juga dengan ikal,karena menurutnya ikal kecil mirip papanya waktu kecil.keriting gitu..logat bicaranya juga sama..Dialog yang suka ditirukan anakku waktu ikal tanya ke Borek ,”Apa itu samson?”
    Betul kata kamu fad, suamiku bilang,suasana yang digambarkan di film LP mirip sekali dengan kota kelahirannya Pangkalan Berandan jaman dahulu.Dia juga jadi senang lihat film LP.
    Lucunya, meskipun sudah nonton film ini berkali-kali anak2ku masih tetap nangis waktu adegan Ikal mengejar Lintang yang terpaksa harus putus sekolah karena Ayahnya meninggal.Mereka menyayangkan anak secerdas ikal harus putus sekolah.
    Padahal, waktu aku lihat acara Kick Andy episode Laskar Pelangi, ternyata dari kisah nyata yang diangkat ke novel dan film itu, tokoh Lintang justru tidak ada alias tokoh fiktif. Beberapa teman Andrea Hirata bilang Lintang itu ya Andrea. Jadi tokoh Lintang dan Ikal mewakili satu orang yaitu Andrea. Tapi,,itu nggak penting juga.yang pasti film LP sangat berarti untuk anak2ku karena bisa memberi semangat dan untuk suamiku karena dia bisa bernostalgia ke masa kecilnya..Kalau untukku? ya, kalau baik untuk keluargaku, pasti baik untukku.

    • Fadhly Syofian permalink*
      Agustus 4, 2009 12:37 pm

      Betul, Wid.
      Artikel itu berdasarkan novel bukan film karena saat artikel itu aku tulis, filmnya belum release. Banyak perbedaan antara novel dan buku, termasuk beberapa tokoh fiktif dan kejadian fiktif. Saat Lintang terlambat cerdas cermat karena terhalang buaya, tidak ada tuh di novel. Aku pribadi lebih senang novelnya dari film, walaupun filmnya sudah cukup bagus. Sama halnya banyak orang bilang, ada yang beda dan lebih bagus novel Ketika Cinta Bertasbih daripada filmnya, padahal filmnya sudah bagus.

      Keempat buku Laskar Pelangi aku punya demikian pula CD filmnya. Untuk koleksi. Biar kalau anakku sudah agak besar aku bisa bilang “Silahkan baca novel terbaik yang pernah ada di Indonesia dan jangan lupa nonton filmnya!”

      Aku nonton Kick Andy saat Andrea Hirata tampil, tapi tidak ada tuh yang menyebutkan kalau Lintang tokoh rekaan. Pada kesempatan wawancara lain di TV, Andrea bilang kalau semua yang ada di buku nyata dan mengenai Lintang hanya ia dan Laskar Pelangi yang tahu

  2. Tutut permalink
    Agustus 4, 2009 2:23 pm

    Oops,mungkin kita lain persepsi waktu lht acara kick andy itu..seingatku, wkt itu andrea hanya tersenyum dan jawabannya ngambang saat ditanya ttg lintang. Di lain waktu, teman andrea yg lain, sesama anggota LP,ketika diwawancara menjawab,” lintang itu ya andis (nama panggilan andrea)”..dari ceritamu tadi,aku jd tertarik utk membaca buku LP..Kalau untuk anak2ku,biarlah mereka cukup menyukai filmnya.krn tentu akan lebih sulit bagi anak seumuran mereka untuk membaca,mencerna dan menikmati sebuah novel..kbrnya film LP 2 (mngkin dgn judul berbeda) sdh mulai syuting ya..tp yg terlibat di LP ini hanya zulfany dan mathias muchus..smg bisa sebagus yg pertama..oya,utk referensi, mungkin anak kamu bisa diajak lihat film KING..ceritanya bagus juga..atau mungkin kamu udah lht ya?

    • Fadhly Syofian permalink*
      Agustus 6, 2009 12:15 pm

      Menarik ya untuk dibahas…hehe
      Saat di Kick Andy ada pernyataan dari Andrea, semangat dia untuk belajar tinggi sampai ke negeri orang adalah pelampiasan dan rasa balas dendam si Andrea akibat kenyataan Lintang yang harus putus sekolah. Sejauh ini Lintang memang belum pernah diekspos, berbeda dengan teman-teman lain di LP yang pernah dieskspos media. Entahlah mana yang benar.

      Film kedua, Sang Pemimpi, sedang syuting. Ada 2 tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi, yaitu Ikal dan Arai. Ikal akan diperankan oleh Lukman Sardi dan Arai diperankan oleh Ariel Peterpan.

      Film King aku belum nonton, tapi sudah nonton film Garuda di Dadaku. Itu juga bagus filmya. Nanti deh coba cari CD King. Thanks infonya

  3. tutut permalink
    Desember 19, 2009 7:41 pm

    udah lihat film ” SANG PEMIMPI ” Fad ?…aku belum nih,padahal penasaran banget.,kemarin lihat ulasannya di RCTI, sama lihat acara behind the scene film itu..,kaya’nya lumayan juga jalan ceritanya…tapi lihat antrian di bioskop jadi males,meskipun antriannya gak sepanjang waktu booming film 2012 ..ditunggu lo artikel mu ttg film ini..

    • Fadhly Syofian permalink*
      Desember 19, 2009 8:13 pm

      Sudah Wid, pas libur 1 Muharram kemarin. di Semarang antriannya biasa aja tuh, aku cuma antri kurang dari 10 menit.

      Kalau filmnya, menurutku sih lumayan…agak boring sedikit pas di bagian tengahnya. Di beberapa bagian memang cukup menggugah emosi haru. Ini salah satu kekuatan film ini menurutku. Cuma kalau sudah baca novelnya…. ya memang agak susah membandingkan novel dan film, espektasi pembaca novel mungkin tak semuanya terpenuhi dalam film

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: