Skip to content

PERSEPSI…!!

Juli 15, 2009

Persepsi

Persepsi

Artikel ini saya tulis tahun lalu saat menjadi Team Leader Strategic Planning Team, team yang dibentuk manajemen perusahaan dengan fokus bahasan Human Resource. Ada baiknya saya share artikel itu kembali, semoga ada manfaatnya.

Saya ingin berbagi beberapa hal penting terhadap hasil kuisioner yang sudah diisi oleh beberapa partisipan MO-1 dan MO-2. Sebagaimana diketahui bersama beberapa waktu lalu Team Strategic Planning 4, yang berfokus pada masalah Human Resources mengadakan kuisioner untuk kepentingan pengambilan data persepsi karyawan terhadap perusahaan.  Hmm…….suatu hal yang kelihatannya menarik untuk dibahas dan saya akan memulai ulasan ini dengan berbicara tentang rokok Marlboro. Lho, kok? Inilah enaknya jadi penulis bisa bebas memulai tulisan sesuka hatinya🙂

Bagi para perokok (atau yang bukan perokok) pasti mengenal Marlboro. Mengapa? Karena rokok ini memiliki brand association yang cukup kuat. Marlboro itu identik dengan koboi, kuda, dan alam terbuka. Lihat saja iklannya. Walaupun iklannya selalu berganti-ganti, yang ditampillkan selalu pria gagah dengan style koboi menunggang kuda atau menghalau sapi masuk ke kandangnya dan selalu di alam terbuka. Nggak pernah khan lihat iklan Marlboro yang para koboinya di ruangan ber-AC? Persepsi apa yang ditangkap dari iklan tersebut. Macho!! Marlboro ingin dipersepsikan sebagai rokok untuk pria macho, lelaki jantan! Itulah sebabnya iklannya selalu koboi dan kuda yang memang identik dengan ke-lelaki-an. Tapi tahukah anda bahwa pada awal dipasarkan Marlboro adalah rokok untuk wanita? Ini serius. Awalnya, Marlboro adalah rokok untuk wanita!

Mari kita lihat sabun Lux. Persepsi apa yang kita dapat dari sabun Lux? Sabun kecantikan untuk para bidadari! Itulah sebabnya bintang iklan Lux selalu wanita dan semuanya selalu cantik. Lihat saja bintang iklan Lux di Indonesia, Dian Sastro, Dian Nitami, Bella Saphira, Tamara Blezensky, Luna Maya, Vira Yuniar, atau Nadya Hutagalung. Cuma lelaki tidak normal yang menyebut para wanita-wanita tersebut tidak cantik. Tujuan iklan itu jelas dimaksudkan agar para konsumen yang memakai sabun Lux merasa kulitnya bisa secantik kulit para bidadari.

Persepsi terkait dengan apa yang ada di pikiran orang. Dalam dunia marketing, pertempuran yang sesungguhnya bukan pada produk, tetapi pada pikiran untuk menimbulkan persepsi. Itulah sebabnya pakar marketing seperti  Jack Trout dan Al Ries menulis buku ‘Positioning, Battle for Your Mind”. Inti dari buku tersebut, jika ingin produk kita menang dan dikenal konsumen, maka menangkanlah pikiran konsumen. Produk yang nempel di pikiran konsumen akan gampang diingat. Jika sudah diingat maka kemungkinan akan dibeli. Nggak percaya? Kalau anda ditawari handphone merk Sagem dan Nokia, anda pilih mana? Paling-paling anda bertanya’ “Emang ada handphone merk Sagem?” Jangan-jangan malah dikira nama jalan dekat Maliboro, Yogya. “Itu Sarkem, Mas.…please donk ah!”. Itulah nasib produk yang tidak dikenal. Sekarang bagaimana konsumen mau membeli kalau produknya saja mereka nggak kenal.

Lalu bagaimana agar produknya dikenal dan selalu diingat orang? Iklan! Produk yang sering muncul di iklan tentu lebih mudah diingat. Anda pasti tahu Pepsodent, tapi saya yakin hanya sedikit yang tahu produk Darlie Alasannya cuma satu, karena Darlie tidak pernah di-iklan-kan lagi. Saya akan membantu anda untuk mengingat produk ini. Darlie adalah pasta gigi. Dulu namanya Darkie. Berganti nama menjadi Darlie karena nama Darkie dianggap berbau rasis terkait dengan orang kulit hitam (DARKie). Kemasannya berwarna putih dan hijau dengan gambar orang berkulit hitam memakai topi hitam seperti pesulap dan tersenyum lebar menampilkan giginya yang putih. Sudah bisa ingat? Kalau belum, silahkan lihat ke supermarket. Syukur-syukur bisa ketemu.

Kemampuan Marlboro merubah citra/image dari yang awalnya rokok untuk perempuan menjadi rokok yang di-persepsi-kan dengan pria macho adalah keberhasilan dari iklan. Iklan adalah bentuk komunikasi. Komunikasi yang tepat dan intensif dalam jangka panjang (atau bahkan pendek) mampu merubah persepsi. Dalam iklan ada satu syarat yang harus dipenuhi, yaitu satu kata antara perkataan dan perbuatan. Jika Lux adalah sabun yang dipersepsikan dengan bidadari (perkataan), maka kalau beriklan harus menggunakan wanita cantik nan aduhai (perbuatan). Kalau sabun Lux menggunakan Tata Dado sebagai model iklan…..bah, APA KATA DUNIA!! Kenapa? Tata Dado bukan bidadari!! Pertama, ia bukan wanita. Bahkan kumis dan cambangnya lebih lebat dari saya yang jelas-jelas lelaki tulen. Kedua, Tata Dado tidak cantik dan aduhai laksana bidadari. Penggunaan Tata Dado sebagai iklan Lux, melanggar prinsip utama dalam membentuk persepsi, yaitu satu kata antara perkataan (sabun bidadari) dan perbuatan (iklan). Jika ini dilakukan, yang muncul bukan persepsi sabun bidadari, tapi sabun para BANCI!!

Hal yang sama juga berlaku terhadap hasil kuisioner. Apapun persepsi karyawan terhadap perusahaan harus ditindaklanjuti dengan serius. Persepsi inipun bisa dirubah dengan komunikasi yang tepat, intensif, dan kontinyu seperti halnya yang dilakukan Marlboro. Introspeksi diri dengan cara mempertahankan hal-hal baik dan memperbaiki kekurangan mutlak dilakukan, baik oleh manajemen dan karyawan. Selanjutnya  harus didukung dengan program dan aksi nyata dan kami bersama team sedang menyusun ini. Persepsi tidak selalu identik dengan realitas. Persepsi bisa dirubah. Mari bersama instrospeksi diri, mari bergandeng tangan untuk saling memperbaiki diri terus dan terus.

  

Banyumanik, 6 January 2008

 

Disampaikan sebagai bagian dari Team Leader Strategic PlanningTeam dengan fokus Bahasan: Human Resource

Published in Company Magazine TARGET

Edition VII/02/2008

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: