Skip to content

SERVICE (I): INTEGRITY; SEBUAH TUNTUNAN

Juni 10, 2009

Erry Riyana Hardjapamekas (picture from www.daylife.com)

Erry Riyana Hardjapamekas (picture from http://www.daylife.com)

Saat mempresentasikan company value di depan anggota Strategic Leadership Team, ada pertanyaan dari anggota team mengenai integritas. Saya memang sedang menjelaskan company value ke-5 tentang Integrity; Integritas (Integrity) Membimbing Langkah dan Keputusan Kami Berdasarkan Standar Etika Tertinggi. Pertanyaannya, integritas itu sebenarnya apa sih?

Pertanyaan sederhana, namun tidak mudah untuk menjawabnya secara singkat. Jawaban saya saat itu, Integritas terkait dengan kejujuran dan moral yang luhur nan agung. Perusahaan yang berintegritas akan patuh terhadap hukum, tidak menggelapkan pajak, dan berlaku curang. Karyawan dengan berintegritas tinggi pasti tidak akan mencuri, korupsi, dan tidak tergoda menerima komisi dari supplier.

Ada baiknya saya kutip definisi integritas menurut Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Direktur PT Timah Tbk dan juga mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK):

“Menjaga integritas berarti selalu mencegah bentuk komunikasi yang bersifat tendensius, penuh muslihat, atau menyimpang dari sifat-sifat amanah. Kebohongan pada dasarnya adalah bentuk komunikasi yang cenderung menyimpang dari relnya. Baik berkomunikasi lewat kata-kata maupun perbuatan, seorang yang berintegritas sudah pasti tak pernah mempunyai niat khianat!”[1]

Lugas dan bermakna dalam pernyataan di atas. Melaksanakannya membutuhkan tekad dan komitmen tinggi. Semoga kita mampu memiliki integritas sesuai dengan definisi di atas.

 

Banyumanik, 23 May 2009


[1] Hardjapamekas, Erry Riyana, Esensi Kepemimpinan Mewujudkan Visi Menjadi Aksi, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000

4 Komentar leave one →
  1. Juni 14, 2009 1:52 am

    Memiliki integeritas berarti memiliki keberanian untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab, baik kepada diri sendiri maupun kepada lingkungan.Seseorang yang memiliki integeritas maka ia akan menjadi diri sendiri .Di lingkup perusahaan orang yang mempunyai integeritas adalah orang yang berani menegakkan peraturan dan standar yg ada di perusahaan tersebut.tanpa tendensi apapun .baik ketika ada yang melihat atau tidak .dan bukan bermaksud di puji atau mencari perhatian dari orang lain.bahkan mungkin
    Dia tidak akan bersembunyi ketika mendapat masalah atau menutup mata ketika melihat orang lain melakukan kesalahan agar ia tidak terseret ke dalam permasalahan lebih jauh.
    Untuk membangun sebuah integeritas mungkin bisa di mulai dengan memahami 8 etos kerja ( kerja adalah…..1,2,3…..8)

    berikut sebuah indikator yang saya kutip dari sebuah artikel :

    Indikator Perilaku:
    1. Memahami dan mengenali perilaku sesuai kode etik

    * Mengikuti kode etik profesi dan perusahaan.
    * Jujur dalam menggunakan dan mengelola sumber daya di dalam lingkup atau otoritasnya.
    * Meluangkan waktu untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan itu tidak melanggar kode etik.

    2. Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai (values) dan keyakinannya

    * Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan keyakinan.
    * Berbicara tentang ketidaketisan meskipun hal itu akan menyakiti kolega atau teman dekat.
    * Jujur dalam berhubungan dengan pelanggan.

    3. Bertindak berdasarkan nilai (values) meskipun sulit untuk melakukan itu

    * Secara terbuka mengakui telah melakukan kesalahan.
    * Berterus terang walaupun dapat merusak hubungan baik.

    4. Bertindak berdasarkan nilai (values) walaupun ada resiko atau biaya yang cukup besar

    * Mengambil tindakan atas perilaku orang lain yang tidak etis, meskipun ada resiko yang signifikan untuk diri sendiri dan pekerjaan.
    * Bersedia untuk mundur atau menarik produk/jasa karena praktek bisnis yang tidak etis.
    * Menentang orang-orang yang mempunyai kekuasaan demi menegakkan nilai (values).

    kira² begitu pemahamanku mengenai integeritas,
    mohon petunjuk

    • Fadhly Syofian permalink*
      Juni 16, 2009 12:24 pm

      Terima kasih Dian.
      Komentarnya lengkap sekali. Dan saya kira, komentar ini cukup melengkapi isi dari artikel yang ada. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pengunjung lain yang membacanya.

      NB;
      Komentar Dian sebelumnya, saya balas tidak melalui reply tetapi langsung di bawah komentarnya. Silahkan dilihat

  2. F Ratna P permalink
    Juni 19, 2009 4:40 pm

    Pak,

    Apakah bisa sedikit saya simpulkan, berarti karyawan yang punya integritas adalah karyawan yang tidak melakukan hal yang bertujuan untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain/perusahaan.

    Karena banyak yang selalu mengartikan karyawan punya integritas yang baik hanya sebatas kejujuran….sementara jujur di satu sisi belum tentu jujur disisi yang lain.

    Bagaimana kita mencegah komunikasi yang bersifat tendensi dan komunikasi yang penuh muslihat pak?sementara sekeliling kita adalah orang-orang demikian.

    Terima kasih

    Regards,
    Ratn

    • Fadhly Syofian permalink*
      Juni 19, 2009 4:43 pm

      Benar Mba Ratna,
      Berdasarkan yang saya pahami, integritas tidak hanya terkait dengan kejujuran.

      Jujur saja, saya paling “takut” ditanya soal integritas ini, karena sadar diri kalau masih harus belajar banyak untuk konsisten menjaga integritas diri.

      Menjawab pertanyaan Mba Ratna, selama orang berpegang teguh pada nilai luhur yang diyakininya…..mudah-mudahan ia bisa “keep his integrity alive”.

      Memang, menjadi ustadz di sarang pelacuran jauh lebih sulit daripada menjadi ustadz di sarang santri. Jika si ustadz beriman kuat dan keukeuh pada nilai yang diyakininya, bukan tidak mungkin ia bisa membuat si pelacur jadi bertobat.

      Regards,
      FS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: