Skip to content

SERVICE (V): VALUES; IMPLEMENTASI BUDAYA LOKAL ALA McDONALD’S

Juni 9, 2009

mcdonalds2Nilai (company value) MSI yang ke-4 adalah Values yaitu, Kami Belajar dan Menghormati Semua Nilai (Values) & Budaya di mana Kami Berada. Tanpa bermaksud berpromosi, kalau saya diminta memberikan contoh pelaksanaan dari nilai tentang aplikasi budaya lokal oleh suatu perusahaan, bisa jadi McDonald’s adalah contoh yang paling tepat.

Beberapa tahun lalu, McDonald’s pernah meluncurkan burger yang dinamai McRendang. McRendang adalah burger yang diisi daging rasa rendang. Coba cari di belahan bumi manapun di dunia ini, tak pernah McDonald’s membuat McRendang di negara lain. Ini karena rendang yang merupakan makanan khas orang Padang dan memang asli Indonesia. Latar belakangnya, bisa jadi karena orang Indonesia itu nggak biasa makan burger. Orang Indonesia itu nggak merasa kenyang kalau makan roti. Kalau perutnya belum kesenggol nasi, belum mantap. Itulah sebabnya makanan paling laris di McDonald’s Indonesia adalah “paket panas” yang terdiri dari ayam goreng plus nasi. Ayam goreng dan nasi adalah makanan yang paling familiar bagi orang Indonesia. Padahal aslinya, McDonald’s itu adalah restoran burger. Tak kurang akal, McDonald’s membuat McRendang, burger dengan cita rasa lokal. Tujuannya, apalagi kalau bukan agar orang Indonesia yang umumnya gemar rendang lebih tertarik untuk membeli burger McDonald’s. Hal yang sama dilakukan McDonald’s di Singapura dengan meluncurkan Kiasu Burger mengadopsi slogan Kiasu yang sanga populer di Singapura.

Ciri khas orang Indonesia itu umumnya doyan sambal. Makan nasi tanpa sambal ibarat makan sayur tanpa garam. Hampir di semua restoran cepat saji di Indonesia, saos yang paling sering diambil adalah saos cabe. Saos tomat sering dicuekin. Malah ada restoran cepat saji yang cuma menyediakan saos cabe saja. Saos cabe memang ditujukan untuk mengadaptasi selera orang Indonesia yang memang doyan sambal dan doyan makan yang pedes-pedes. Itu pula sebabnya McDonald’s juga menyediakan ayam goreng yang berasa spicy, lebih pedas, selain ayam goreng dengan rasa normal.

Contoh lain penghormatan nilai dan norma lokal yang dilakukan McDonald’s adalah saat bulan puasa. McDonald’s adalah adalah perusahaan yang didirikan oleh Dick and Mac McDonald di San Bernardino, California – Amerika. Namun walaupun McDonald’s bukan perusahaan Indonesia, McDonald’s cukup menghormati penduduk Indonesia yang mayoritas muslim saat bulan puasa. Saat bulan puasa, di sekeliling dinding kaca restorannya selalu ditutupi dengan kain sehingga tak tampak dengan jelas orang yang sedang makan di restoran sebagai bagian dari penghormatan terhadap kaum muslim yang sedang beribadah puasa. Restorannya juga diberi label HALAL sehingga tak ada kekhawatiran dari kaum muslim di Indonesia untuk menyantap sajiannya.

MSI adalah perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Merupakan bagian dari perusahaan Amerika, dipimpin oleh orang bukan Indonesia, dan beberapa pimpinan terdiri dari orang dengan berbagai bangsa. Perbedaan bangsa ini tentu akan membawa budaya yang berbeda pula. Namun walaupun demikian, tak perlu kita kehilangan jati diri kita sebagai Indonesia. Nilai-nilai positip yang ada dalam budaya lokal kita sangat mungkin diterapkan sebagai budaya perusahaan. Disetujuinya Values sebagai company value dengan statement, Kami Belajar dan Menghormati Semua Nilai (Values) & Budaya di mana Kami Berada, merupakan penegasan komitmen perusahaan ini untuk mencintai nilai, norma, dan budaya Indonesia.

 

Banyumanik, 22 Mei 2009

Sent: Thursday, June 11, 2009 12:22 PM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: