Skip to content

A HARMONY FOR THE BETTER FUTURE

Maret 11, 2009

Album Laskar Cinta (lambang belum dimodifikasi)

Album Laskar Cinta (lambang belum dimodifikasi)

Saat masa kampanye calon anggota work council, tak ubahnya kampanye para caleg, para calon anggota work council ini pun menggunakan slogan-slogan. Salah satu slogan yang menarik perhatian saya adalah slogan “shine onlet’s make harmony for the better future“. Kuat dugaan saya, slogan ini bukan ciptaan si calon anggota work council itu, tapi diambil dari lagu band DEWA berjudul Shine On. Lagu ini diambil dari album Laskar Cinta, salah satu album yang cukup heboh karena DEWA menggunakan lambang yang dianggap menghina Islam jika lambang itu ditempatkan tidak semestinya. Pada akhirnya, DEWA mengalah dengan memodifikasi lambang tersebut sehingga mempunyai arti dan makna yang tidak lagi terkait dengan Islam (lambang pada gambar adalah lambang sebelum dimodifikasi). Dalam  track kaset, lagu ini ada di urutan no 5, side B. Saya cukup mengikuti perkembangan DEWA, mulai dari album pertama, DEWA19, sampai Republik Cinta, mulai dari vokalis Ari Lasso sampai Elfonda Mekel (Once), atau mulai dari drummernya Wawan, Ronald (mantan Gigi), Rere (Grass Rock), Wong Aksan, Bimo (eks Netral) sampai Tyo Nugros. Maklum, DEWA ini band favorit saya dan saya bisa dibilang baladewa, sebutan untuk para fans-nya DEWA.

Kembali ke lagu Shine On, kalau saya tidak salah, lagu ini juga sempat jadi jingle iklan motor Yamaha. Selain itu berkat lagu ini pula Dhani DEWA, diangkat jadi Duta Lingkungan Hidup oleh Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar beberapa tahun lalu. Jika kemudian saya tertarik untuk mengangkat lagu Shine On ini dalam Article of This Week (AOTW), saya tentu punya beberapa alasan.

Beberapa waktu lalu, saya mengirimkan email tentang apa pendapat, kritik, dan saran tentang AOTW. Tak terasa AOTW sudah berjalan selama hampir 9 bulan dan sudah lebih dari 30 artikel saya kirimkan kepada seluruh staf di Divisi saya. Email saya tersebut ternyata mendapat banyak respon dari rekan-rekan. Isinya pun beragam. Sempat pula terjadi diskusi lewat email tentang bagaimana AOTW ke depan. Kesimpulan dan benang merah yang saya dapat dari tanggapan tersebut, adanya komitmen yang kuat dari tiap departemen untuk mendukung segala program impromevent yang sedang dan akan dilakukan. Selain itu diingatkan pula bahwa yang paling utama adalah implementasi dan konsistensi dari program improvement yang sudah ada. Bagi saya ini tentu berita baik, karena memunculkan tekad dan komitmen dari karyawan bukan perkara mudah. Selain itu, tekad dan komitmen adalah modal dasar bagi Divisi untuk melangkah ke depan. Suatu program/project tidak akan berarti jika hanya didasarkan pada satu-dua orang saja. Tekad dan komitmen dari para Department Head, Superintendent, dan Supervisor ibarat sebuah harmony for the better future

Krisis ekonomi global yang terjadi juga berefek pada MSI. Secara umum, kondisi order dan profit yang ditargetkan pada tahun 2009 diprediksi tidak terlalu menggembirakan. Tahun 2009 ini adalah tahun survival. Untuk bertahan, hal yang dilakukan perusahaan adalah bagaimana menghilangkan process/aktivitas yang tidak perlu. Segala pemborosan (waste/muda) harus diperangi. Dan tak diragukan lagi, cost reduction program adalah pilihan utama yang harus dilakukan di seluruh departemen. Bukan berarti bahwa cost reduction program tidak dilakukan pada kondisi normal, namun pada saat survive, penghilangan segala macam inefficiency adalah sebuah keniscayaan dan menjadi fokus utama. Semua ini dilakukan agar perusahaan bisa bertahan untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah nantinya.

Semua program dari manajemen itu tentu membutuhkan dukungan dari segenap komponen perusahaan, mulai  dari level atas sampai bawah. Dalam menjalankan aktivitasnya, semua karyawan harus senada dan seirama untuk bergerak sesuai dengan arah kebijakan program yang sudah dibuat. Ibarat sebuah konser orkestra, semua pemain musik harus memainkan alat musiknya sesuai dengan partitur dan arahan dirigen orkestra. Tidak bisa para pemain musik bermain seenaknya karena jika itu yang terjadi, tidak akan tercipta musik dan harmonisasi yang bagus yang bisa dinikmati oleh para penonton konser tersebut. Jika ada pemain yang bermain seenaknya sendiri, yang rugi adalah orkestra itu sendiri karena penonton akan marah, meninggalkan tempat pertunjukkan, reputasi orkestra jadi buruk, dan efeknya tidak ada yang mau menonton pertunjukkan orkestra itu lagi. Artinya, kondisi ini bukan better future.

Saya membayangkan, jika semua elemen perusahaan bisa satu tekad dan komitmen untuk saling mendukung atas dasar sikap saling menghargai dan menghormati, betapa berharganya nilai tersebut bagi perusahaan yang tengah berjuang di tengah situasi bisnis yang tidak kondusif ini. Jika kita punya program bagus dan dukungan bagus terhadap program tersebut, mudah-mudahan kita bisa survive dan bersiap untuk masa depan yang lebih baik. Seperti kata lagu DEWA, kita harus “let’s make harmony for the better future”.

shine on….shine on….
let’s make harmony
for the better future

Banyumanik, 8 March 2009 

Sent: Wednesday, March 11, 2009 11:14 AM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: