Skip to content

A WORLD CLASS FURNITURE COMPANY

Maret 10, 2009

Kiri ke kanan; Raymond Johnson, Daniel Stone, Dennis Chan

Kiri ke kanan; Raymond Johnson, Daniel Stone, Dennis Chan

Pada akhir 28 Februari 2009, MSI kedatangan 3 tamu dari FBN yaitu Raymond Johnson, Dan Stone, dan  Dennis Chan. Dan Stone yang menjabat Vice President of Finance Analysis FBN sudah beberapa kali ke MSI, seingat saya 3 kali sedangkan bagi Raymond Johnson (Senior Vice President of Global Supply Chain) dan Dennis Chain (FBN Asia), kunjungan ini adalah yang pertama kali. Dalam kesempatan kunjungan singkat tersebut ada baiknya saya informasikan beberapa hal penting yang disampaikan oleh Raymond Johnson.

Saat ngobrol-ngobrol santai sewaktu makan siang bersama, saya sempat menanyakan kapan pasar Amerika akan bangkit terkait dengan kondisi krisis ekonomi yang parah di Amerika sekarang ini. Raymond Johnson menjawab bahwa secara umum pasar Amerika relatif stagnan sampai pada akhir tahun 2009 dan baru (mungkin) akan bangkit sekitar awal 2010. Artinya tahun 2009 ini memang tahun untuk bertahan (survival). Namun yang menarik adalah komentar Raymond Johnson tentang lead time order. Raymond bilang, customer sekarang semuanya ingin cepat. Jika customer pesan furniture sekarang, maka customer ingin secepatnya mendapat order yang ia pesan.

Hal ini tentu terkait dengan tingkat persaingan yang begitu ketat. Dengan sepinya pasar akibat kondisi ekonomi global (Amerika), maka order tsb akan menjadi rebutan semua perusahaan. Setiap perusahaan harus berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam memberikan service. Intinya, “company with the best service, will win the competition!” Untuk itu, masih kata Ray, leadtime order (furniture) tidak lagi cukup 90 hari atau 60 hari tapi harus lebih cepat dari itu. Ray bilang, lead time yang seharusnya adalah 30 hari! Kalau kita bisa memperpendek lead time, maka MSI punya kesempatan besar memperoleh order. Saat mendengar lead time 30 hari, reaksi beberapa manager ada yang senyum-senyum, manggut-manggut, ada pula diam seribu bahasa. Jujur harus diakui, lead time 30 hari itu memang benar-benar sebuah tantangan.

Sekitar sore hari, saya dan bersama Strategic Leadership Team (SLT) melakukan presentasi di depan Raymond Johnson, Dan Stone, dan Dennis Chan. Salah satu yang saya presentasikan adalah visi MSI untuk menjadi perusahaan furniture kelas dunia. Ada pertanyaan menarik dari Raymond saat sesi tanya jawab. Pertanyaannya sederhana, namun mungkin karena pertanyaan yang terlalu sederhana itu, tidak sederhana dalam menjawabnya.

Raymond menanyakan bagaimana mengukur atau mengetahui kalau MSI adalah a world class furniture company. SLT sempat terdiam beberapa saat. Jawaban dari Raymond, jika kita ingin menjadi perusahaan furniture kelas dunia, maka kita harus tahu the best furniture company in the world. Kita harus tahu siapa perusahaan furniture nomor 1 di dunia. Jika banyak kesamaan dan kriteria dari the best company tersebut yang miliki, maka disitulah tolah ukur sebagai a world class furniture company.

Pertanyaan dari Raymond Johnson, bukan berarti bahwa MSI bukan perusahaan kelas dunia. Nama besar Maitland-Smith cukup diperhitungkan di furniture kelas dunia. Selain itu induk perusahaannya, FBN, adalah perusahaan yang cukup disegani di Amerika dan juga dunia. Hanya saja jika kita lalai, lengah, tidak memproses item lebih cepat, tidak memproses item dengan jumlah yang lengkap, tidak aware dengan adherence bisa jadi kita bisa menjauh dari kriteria the best furniture company in the world. Dan hal ini harus dipastikan tidak boleh terjadi!

 

Tanjung Emas, 4 Maret 2009

Sent: Wednesday, February 18, 2009 5:49 PM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: