Skip to content

MENJADI PARANOID

Februari 22, 2009

only-paranoid1“Only The Paranoid Survive”. Ini salah satu judul buku yang agak “aneh” menurut saya. Pengarangnya bukan orang sembarangan. Buku ini ditulis oleh Andrew Grove. Andrew Grove adalah mantan CEO (Chief Executive Officer) Intel. Walaupun  Andrew Grove memegang jabatan CEO, sebuah jabatan paling puncak dalam perusahaan, ia masih sempat menulis buku. Selain “Only The Paranoid Survive” masih ada beberapa buku lain yang ditulis oleh Grove. Intel sendiri adalah sebuah perusahaan memory chip terkenal yang merajai pasar dunia. Jika kita berhubungan dengan komputer atau jika ingin membeli komputer, Intel adalah processor yang paling banyak diminati. Jaman saya kuliah dulu ada slogan Intel yang terkenal yaitu Intel Inside. Jika ada komputer yang dilengkapi label Intel Inside, itu artinya komputer itu menggunakan processor Intel di dalamnya. Itu artinya komputer itu dipercaya sebagai komputer yang cepat dan handal.

Saya menyebut judul buku itu “aneh”, karena menurut Grove, hanya orang paranoid yang akan survive (bertahan). Paranoid sendiri jika diartikan bebas adalah orang yang mempunyai rasa ketakutan (berlebihan) terhadap suatu hal. Jadi jika buku itu diterjemahkan, hanya orang yang punya rasa takut yang bisa bertahan. Aneh khan? Di mana-mana orang takut itu lebih dekat dengan kekalahan. Tapi ternyata Grove punya pendapat lain. Ia berpendapat perusahaan yang ingin survive justru memerlukan orang-orang paranoid.

Menurut Grove, orang-orang paranoid itu adalah orang yang cenderung sensitive. Karena sensitive, maka orang paranoid ini akan cenderung lebih peka dengan keadaan. Singkat kata, orang yang peka akan akan lebih cepat merasakan suatu perubahan. Kepekaan terhadap perubahan itu penting, karena jika orang sudah peka, maka orang itu juga pasti cepat memberi respon. Ibarat orang yang indera perabanya masih baik, ketika kulit tangannya terkena api sedikit saja, pasti akan merespon dengan cepat dengan menarik tangannya cepat-cepat dari api. Sensitifitas/kepekaan ini menurut Grove mutlak diperlukan oleh karyawan yang pada akhirnya akan membantu perusahaan untuk bertahan.

only-paranoid2Masih menurut Grove, kepekaan  akan mengarahkan orang paranoid untuk selalu bersikap mempersiapkan diri untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan. Andrew Grove sendiri merasa bahwa ia adalah bagian dari orang paranoid, bagian dari orang yang takut. Grove takut kalau Intel kalah bersaing. Grove takut kalau para pesaing Intel mempunyai produk yang lebih diterima pasar dan dijual dengan harga murah. Grove juga cemas jika pasar Intel berkurang yang bisa berakibat pada penurunan order, penurunan profit dan akhirnya bisa membuat Intel bangkrut lalu gulung tikar. Grove juga cemas jika para karyawannya cepat berpuas diri padahal bidang memory chip adalah bidang high technology dengan umur produk yang relative singkat sehingga menuntut karyawan yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Terlambat sedikit saja meluncurkan produk baru bisa jadi akan diserobot oleh pesaing.

Dengan sifat paranoid yang dimilikinya justru membuat Grove merespon agar segala ketakutannya tersebut tidak menjadi kenyataan. Takut kalau Intel kalah bersaing, maka Grove mempersiap strategi agar Intel bisa memenangkan persaingan. Takut kalau karyawannya cepat puas, maka Grove selalu mengingatkan karyawan dan membuat training program untuk peningkatan kapabilitas sumber dayanya. Takut kalau produk Intel terlambat di-launching, Intel melakukan riset dan survey mendalam agar produk bisa diluncurkan pada saat dan momen yang tepat. Itulah sebabnya mengapa Grove berpendapat “Only The Paranoid Survive”.

Saya berharap semoga kita mampu bersikap paranoid dalam pengertian yang positif. Kita harus paranoid jika terjadi banyak defect dan rework di departemen kita. Kita harus paranoid jika melihat banyak material rusak, terbuang percuma, atau dipakai dengan boros dan tak bertangung jawab. Kita harus paranoid jika tingkat overtime di departemennya tinggi. Kita harus paranoid jika melihat banyak pekerja yang bekerja santai atau menggunakan waktu kerja bukan untuk bekerja. Kita juga harus cemas jika output departemen di bawah target. Diharapkan ketakutan atas segala masalah di atas membawa kita untuk merespon dan mengantisipasi. Mengantisipasi agar tidak banyak defect dan rework, tidak boros menggunakan material, mengurangi overtime dan memastikan semua karyawan di departemen kita bekerja efektif.

Kita butuh orang-orang paranoid yaitu orang-orang yang sensitive terhadap perubahan dan memberikan respon positif mengantisipasi perubahan agar segala hal yang ditakutkan tidak terjadi.

 

Banyumanik, 17 Februari 2009

Sent: Wednesday, February 18, 2009 5:49 PM

6 Komentar leave one →
  1. Muji Rahayu permalink
    Juni 26, 2009 6:24 pm

    Pak Fadhly,

    Bagaimana untuk memacu orang yg mempunyai jiwa Paranoid dlm pengertian negatiif untuk bisa bertindak maupun berfikir positif kearah kemajuan ?

    Karena yg saya hadapi ini, Orang itu Kelihatanya mempunyai jiwa Paranoid ( rasa ketakutan yg berlebihan )

    Saat dia dihadapkan dg masalah dan persoalan.dia tidak bisa memecahkan persoalanya itu.

    Bahkan dia seakan menjadi takut sendiri dan menghindari persoalan itu ( Seperti orang yg tidak bertanggung jawab gitu ) dg cara mbolos / tidak masuk kerja.

    Jadi bisa diartikan orang itu mempunyai jiwa paranoid dalam pengertian yg negatif,karena yg dia lakukan tidak mengarah ke hal Perubahan yg baik dan kearah kemajuan.

    Rgds,
    MR

    • Fadhly Syofian permalink*
      Juni 26, 2009 6:26 pm

      Mba’ Muji,

      Faktanya, hal seperti itu lazim ditemui di mana pun. Dan bisa jadi, kita, dalam keadaan dan kondisi tertentu, termasuk dalam kelompok orang seperti yang disebut di bawah.

      Kuncinya sih memang kemampuan berpikir positif. Ini hal yang mudah diucapkan, tapi tak mudah dilakukan. Tapi harus dicoba terus. Semua ini lebih terkait dengan mindset dan pola pikir.

      Contohnya sikap paranoid ini. Orang paranoid (positif) akan lebih aware dan sensitive, tapi orang paranoid (negatif) malah serba takut dan nggak mau ambil resiko. Tapi sejarah mencatat, tidak pernah ada orang sukses yang penakut.

      George Washington, Alexander Agung, Soekarno, KH Agus Salim, Cheng Ho, Evita Peron, semuanya adalah contoh orang sukses dengan tipikal sifat paranoid, sensitive, dan berani.

      Regards,
      FS

  2. DRaharjo permalink
    Juni 26, 2009 6:28 pm

    “BISA tapi SULIT “ atau
    “SULIT tapi BISA”

    Manakah yang kita pilih

    • Fadhly Syofian permalink*
      Juni 26, 2009 6:30 pm

      Pemahaman saya keduanya artinya sama, yaitu sama-sama “BISA”.
      Saya lebih senang pernyataan yang kedua.

  3. DListanto permalink
    Juni 26, 2009 6:29 pm

    Saya lebih senang pernyataan pertama… kata “Bisa” didepan lebih melegakan

    Rgds,
    Sulis

  4. Juli 5, 2009 1:00 am

    Sulit?
    Coba dulu….baru bilang sulit.

    Tidak bisa?
    Tidak ada suatu hal yang tidak mungkin.

    pertanyaan untuk seorang pemberani adalah :
    “bertindak baru berpikir” atau
    “berpikir baru bertindak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: