Skip to content

SERVICE LEBIH UTAMA (2); TAKSI VS MIKROLET

Februari 19, 2009
tags:

Angkot Padang; Full Modifikasi

Angkot Padang; Full Modifikasi

Dalam artikelnya yang terbit di Harian Bisnis Indonesia , 6 September 2000, Hermawan Kartajaya, pakar pemasaran terkenal, sempat menulis artikel dengan judul “Bus Kota vs Taksi”. Dalam artikel itu Hermawan menulis beberapa perbedaan bus kota dan taksi.  Misal, bus kota itu jalurnya tetap sedangkan taksi bisa berubah-ubah bahkan taksi harus mencari jalur sendiri tempat yang banyak penumpangnya. Supirnya juga beda. Supir bus kota ada yang pakai seragam, tapi paling banyak yang tidak pakai seragam. Sedangkan taksi, semua supirnya pakai seragam. Sikap supirnya juga beda. Supir taksi jelas lebih ramah daripada supir bus kota yang cuek. Kalau naik bis kota , jika bisa dapat tempat duduk ya syukur, kalau nggak dapat, silahkan berdiri. Sedangkan taksi, setiap penumpang pasti dapat tempat duduk. Kalau taksi sudah ada penumpang, taksi tidak akan berhenti untuk mengambil penumpang lain. Intinya, service taksi jauh lebih baik daripada service bus kota yang seadanya.

Itu adalah gambaran secara umum. Namun pendapat Hermawan itu tidak berlaku di Padang . Setidaknya, itu menurut pandangan dan pengalaman saya. Di Padang, tidak ada satupun taksi yang mau menggunakan argo. Tarif taksi di Padang adalah tarif nego. Maka konusmen harus pintar-pintar menawar kalau mau naik taksi. Mirip orang yang tawar-tawaran harga di pasar atau di Malioboro. Salah menawar, silahkan tanggung sendiri resikonya. Tidak semua taksi juga dalam keadaan baik. Mobilnya ada yang masih mobil lama. Jendelanya saja belum pakai power window. Interiornya juga ada yang sudah jelek. Jadi sudah penumpang membayar mahal, fasilitas dan service yang diberikan di bawah standard alias tidak memuaskan.  

Taksi2AJika Hermawan membandingkan taksi dengan bus kota , maka saya membandingkan taksi dengan angkot. Di Padang, orang di sana lebih senang menyebutnya dengan mikrolet. Mikrolet di Padang adalah mikrolet paling “rame” dan “meriah”. Lihat saja dari tampak luar. Body mikrolet dicat warna-warni. Ditambahi pula sticker di sana-sini sehingga hampir seluruh body mikrolet dipenuhi sticker aneka rupa dan tulisan.  Pada bagian depan ditambahi aksesori snorkel alias cerobong, sebuah aksesoris yang lazim digunakan mobil jeep atau mobil off road. Bagian belakang masih ditambahi dengan sayap, aksesoris yang biasa digunakan mobil balap.

Sekarang mari kita lihat bagian dalam/interior. Salah satu ciri khas mikrolet di Padang adalah FULL MUSIC! Hampir tidak ada mikrolet yang tidak ada musiknya. Bandingkan dengan angkot-angkot di Semarang . Yang tape-nya bisa bunyi cuma satu-dua. Kalaupun bunyi kadang suaranya nggak jelas, bisa suara bass-nya yang kegedean atau treble-nya yang over. Di Padang, untuk musik, beberapa mikrolet tidak cukup hanya dilengkapi tape. Tak tanggung-tanggung ada mikrolet yang pakai player flash disc! Dilengkapi lagi dengan speaker yang memadai dan cukup besar. Jumlahnya bisa lebih dari satu speaker. Hasilnya, kualitas suara musik yang keluar juga yahud. Lagu yang diputar juga asyik punya, mulai dari Trio Macan sampai Munajat Cinta – The Rock. Seumur-umur naik mikrolet, mulai dari Aceh, Medan, Jakarta, Bandung, Yogya atau Semarang, naik mikrolet di Padang adalah naik mikrolet paling asyik. Paling enjoy!

Satu hal unik lainnya, tak pernah saya lihat mikrolet yang mengetem sampai berlama-lama apalagi sampai berkali-kali. Mikrolet di Padang itu bisa dibilang mikrolet cepat. Jarang sekali mikrolet yang jalannya lambat. Saking cepatnya si mikrolet, saya sendiri sampai kesulitan untuk mengambil photo. Seorang ibu-ibu sampai bilang ke saya, “Supir mikrolet di Padang ko, macam urang kasasak!” Kalau diartikan, supir mikrolet di Padang itu nyupir kayak orang kebelet. Apapun alasannya, bagi saya mikrolet cepat itu menguntungkan penumpang, karena saya bisa cepat sampai tujuan.

Seandainya saya disuruh memilih, naik taksi apa naik mikrolet, di Padang saya lebih memilih naik mikrolet. Alasannya, naik taksi mahal, sedang naik mikrolet jauh lebih murah. Tapi alasan paling utama adalah service mikrolet di Padang jauh lebih baik dari service taksi. Saking senangnya saya atas service mikrolet ala Padang ini, saya pernah naik mikrolet tanpa tujuan hanya sekedar ingin enjoy dan menikmati musik yang yahud itu.

Kita harus belajar dari service ala mikrolet ini. Jika MSI mampu memberikan service yang baik ke customer ditambah lagi harga produk yang kompetitif, customer pasti akan menjadikan MSI sebagai pilihan utama. Hermawan Kartajaya bilang apapun jenis perusahaannya, jika ingin memenangkan persaingan, semua perusahaan harus menjadi service company! Karenanya service memang lebih utama.    

Banyumanik, 3 February 2008

Sent: Wednesday, February 04, 2009 4:28 PM

4 Komentar leave one →
  1. sapar permalink
    Januari 12, 2010 6:27 pm

    berapa habis uang anda modifikasi mobil ini

    • Fadhly Syofian permalink*
      Januari 13, 2010 4:27 pm

      Pak Sapar, saya tidak tahu berapa biaya modifikasinya karena itu bukan mobil saya. Saya hanya menulis keunikan angkot di kota Padang yang gaul abis..

      kalau dilihat dari kualitas modifikasinya, kualitasnya memang tidak terlalu bagus, tapi cukup bagus untuk kelas angkot yang belum pernah saya temukan di kota lain

  2. April 13, 2010 10:49 am

    saya punya angkot mau di modifikasih di mana yang bagus ya…… angkot sy jakarta

  3. November 8, 2012 6:38 pm

    copo bener angkotnya.mendingan angkot 02 gw di jakarta.tangerang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: