Skip to content

WORTEL, TELUR, & KOPI

Februari 15, 2009

WortelJika ingin mata anda sehat, banyak-banyaklah makan wortel. Nasehat ini sering saya hiraukan sewaktu kecil. Akibatnya saya harus pakai kacamata minus sejak kelas 1 SMP. Jika ingin menambah protein dengan harga terjangkau, makanlah telur. Itu sebabnya telur termasuk dalam menu “4 sehat 5 sempurna”, pelajaran menu yang kerap saya dengar saat masih SD. Dan kalau ingin mata melek untuk begadang, minumlah kopi. Kopi bisa membuat mata tidak cepat mengantuk (katanya). Itu sebabnya kopi adalah primadona bagi mahasiswa yang belajar dengan sistem SKS (sistem kebut semalam) tatkala menghadapi ujian. Selain khasiat ketiga benda tersebut di atas, saya juga punya kisah tentang wortel, telur, dan kopi. Semoga kita bisa mengambil manfaat dari kisah ini.

Saya yakin kita semua sudah sangat mengenal 3 benda ini. Mari kita lakukan percobaan terhadap 3 benda ini.

Percobaan pertama, siapkan air dan didihkan air di atas api. Ketika air sudah mendidih, masukan wortel ke dalam air mendidih itu. Biarkan sekitar 10 menit.

Percobaan kedua, hal yang sama juga dilakukan pada telur. Siapkan air dan didihkan air di atas api. Masukkan telur dan didihkan dengan air. Biarkan sekitar 10 menit.

Percobaan ketiga, lakukan hal yang sama. Didihkan air lalu masukkan kopi kedalam air yang panas itu.

Mari kita lihat apa yang terjadi. Wortel yang awalnya keras, setelah dimasukkan dalam air mendidih akhirnyaTelur menjadi lunak. Wortel berubah menjadi lunak, sementara tidak ada perubahan berarti pada air. Telur yang awalnya rapuh dan mudah pecah, setelah dididihkan akhirnya menjadi padat dan lebih keras dari kondisi sebelumnya.  Telur berubah lebih keras, tapi air tetap tidak berubah. Lalu lihat apa yang terjadi pada kopi. Kopi yang hanya berupa bubuk, setelah dituangkan ke dalam air mendidih akhirnya merubah air yang bening menjadi hitam. Selain itu, wangi kopi juga mampu mengharumi lingkungan sekitarnya. Yang berubah tidak hanya kopi, tapi kopi juga mampu merubah kondisi lingkungan sekitarnya.

Kehidupan kita mirip kisah wortel, telur dan kopi itu. Wortel, telur, dan kopi merupakan representasi tabiat, karakter, dan sikap manusia dalam menghadapi masalah. Ibaratnya, wortel, telur, dan kopi adalah manusia sedangkan air mendidih adalah masalah/problematika. Ada tipe manusia wortel, yang keras dan sangar dalam keadaan normal, tapi ketika dihadapkan dengan masalah ia menjadi melempem. Mirip kerupuk, keras tapi langsung lembek kalau kena air. Orang tipe ini tidak mampu mengatasi masalah untuk kemudian tunduk dan menyerah pada keadaan.

Tipe lain adalah tipe telur yaitu orang yang lunak, lembut, dan lemah dalam keadaan normal namun ketika didera masalah ia menjadi kasar, bersikap kepala batu, atau menjadi emosional. coffeeSedangkan orang tipe terakhir adalah orang yang bertarung dengan masalah. Masalah tidak membuatnya dirinya menjadi melempem atau mengeras. Orang tipe ini tidak ingin dikalahkan oleh masalah dan tidak ingin dirinya dirubah oleh masalah atau keadaan. Justru keberadaannya mampu merubah keadaan lingkungannya. Orang seperti ini ibarat kopi. Ingat, kopi mampu merubah air yang bening menjadi hitam dan menebarkan aroma harum ke sekitarnya.

Sesungguhnya sifat kopi memberi pelajaran bagi kita. Mampu menghadapi masalah, merubah keadaan, dan keberadaannya mengharumi lingkungan sekitarnya. Kita harus belajar menjadi kopi!

 

Banyumanik, 16 November 2008

Sent: Thursday, November 20, 2008 10:27 AM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: