Skip to content

TABUNGAN POSITIF

Februari 15, 2009

Tabungan2Suatu ketika, salah seorang superintendent departemen bercerita kepada saya. Ceritanya, seseorang berkunjung ke rumahnya. Orang ini, sebut saja si A, adalah bekas karyawan MSI yang ikut dengan agency. Namun karena sekitar awal September 2008 karena pekerjaan di departemen itu menurun tajam, maka dilakukan pengurangan karyawan. Si A ini termasuk salah satu karyawan yang diberhentikan. Si A ini bertanya kepada si Superintendent, apakah masih ada kesempatan bagi dia untuk bekerja kembali. Maklum, sejak 2 bulan ia diberhentikan, sampai saat itu ia belum bekerja kembali. Si Superintendent menjawab, bahwa tingkat perkerjaan di departemennya masih rendah, dan tidak tahu akan berlangsung sampai kapan sehingga untuk sementara tidak ada rencana untuk merekrut karyawan lagi. Di lain sisi, ada sekitar 20 orang yang diberhentikan di departemennya sehingga kalaupun ada rekrutmen, Si A itu harus bersaing dengan 19 orang yang lain. Pendek kata, rekrutmen kembali tidak hanya bergantung pada order, tapi juga bergantung apakah berdasarkan kondite Si A sendiri, apakah ia mampu bersaing dengan yang lain yang juga sama-sama dirumahkan.

Lalu Si A pun bercerita kalau ia menyesal saat masih bekerja ia tidak bersungguh-sungguh, terkesan malas-malasan sehingga saat ada pengurangan ia langsung menjadi kandidat untuk diberhentikan oleh Superintendent. Ia pun berjanji, jika ia direkrut kembali, ia akan bekerja lebih bersungguh-sungguh. Namun apa daya, nasi sudah jadi bubur ayam. Semua sudah terjadi. Dengan kondisi sekarang, krisis global, di Amerika saja puluhan ribu orang di PHK, kemungkinan itu semakin kecil dalam jangka waktu dekat ini.

Mendengar cerita ini, saya jadi teringat sebuah diskusi di radio. Saya tidak mengikuti diskusi itu dari awal, cuma kelihatannya diskusi itu membahas sebuah buku. Sayang, saya lupa judul bukunya, namun saya masih ingat materi yang dibahas. Menurut si pembicara, kehidupan manusia itu seperti “tabungan”. Pada dasarnya apa yang terjadi pada seorang itu sebenarnya merupakan hasil “tabungan” dari apa yang telah diperbuatnya. Contoh, jika saya pergi ke bank Lippo untuk mengambil uang padahal saya tidak pernah menabung di bank Lippo, apakah kasir bank Lippo akan memberikan? Pasti tidak! Kalau saya menabung 100 ribu, tapi saya ingin mengambil uang 200 ribu, apakah kasir akan memberikan? Pasti tidak! Bisa-bisa si kasir bilang, “Emangnya siapa lu?”

Orang yang bekerja dengan malas, sering absen, tidak disiplin, atau tidak loyal, sesungguhnya ia telah mengisi “tabungan”nya dengan nilai negatif. Sebaliknya, orang yang selalu rajin, tepat waktu, berdedikasi, berdisiplin baik, dan loyal, sesungguhnya ia telah mengisi “tabungan”nya dengan “tabungan” positif. Lalu jika, dengan terpaksa sebuah departemen harus mengurangi karyawan, siapa yang akan dipilih? Pasti yang dipilih adalah orang yang paling banyak “tabungan” negatifnya. Sebaliknya jika ada kesempatan promosi, orang yang dipilih adalah orang yang paling banyak “tabungan” positifnya. Jika orang yang malas, tidak disiplin, tiba-tiba minta promosi, ceritanya sama dengan cerita bank di atas.

Kita dinilai orang lain berdasarkan rekam jejak (track record) kita sendiri. Adolf Hitler, pemimpin Nazi, dikenal sebagai pembunuh massal, karena memang ribuan orang Yahudi ia bunuh selama masa hidupnya. Panglima Sudirman dikenang orang karena jasanya yang begitu besar pada negara sepanjang hayatnya. Rekam jejak ditentukan oleh “tabungan” yang kita hasilkan. Rekam jejak dan “tabungan” kitalah yang menentukan nasib kita sendiri. Semoga kita bisa selalu berusaha membuat “tabungan” positif. 

 

Tanjung Emas, 26 November 2008

Sent: Tuesday, December 02, 2008 6:27 PM

One Comment leave one →
  1. awaluddin permalink
    Maret 12, 2010 6:05 pm

    setuju. Apa yang kita lakukan ( usahakan ) niscaya akan kembali kepada kita. Kebaikan akan kembali berbentuk rakhmat ( pahala ) dan keburukan akan kembali berbentuk hukuman ( dosa ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: