Skip to content

PEMIMPIN PALING DIKAGUMI

Februari 15, 2009

Memimpin organisasi tentu bukanlah pekerjaan gampang. Karena organisasi terdiri dari manusia-manusia. Manusia adalah makhluk yang dinamis. Mereka punya keinginan yang beraneka ragam. Kemauannya juga macam-macam. Belum lagi karakternya. Ada yang keras, lembut, koperatif, mbalelo, penurut, pembangkang, disiplin, atau sak pena’e. Pokoknya macam-macam. Kumpulan-orang-orang ini kalau dibiarkan dan tidak diarahkan, maka organisasi tidak bisa berjalan dengan dengan baik. Suka atau tidak suka, tidak mungkin ada 2 nakhoda dalam 1 kapal atau 2 supir dalam 1 mobil. Harus ada 1 orang yang mengendalikan. Untuk itulah dibutuhkan pemimpin. Fungsi pemimpin adalah mengarahkan, membina, dan me-manage. Singkat kata, pemimpin harus bisa mengendalikan orang-orang kearah tujuan organisasi. Karenanya, tidak mungkin pemimpin bisa memuaskan semua pihak. Selalu ada resiko dari setiap kebijakan yang diambil. Ada yang pro dan kontra, namun sandaran dan dasar pemimpin adalah tujuan (goal) organisasi. Jadi jelas sekali, mengelola sumber daya manusia itu tidak hanya sulit tapi juga butuh waktu.

Siapa yang layak jadi pemimpin? Pada dasarnya semua manusia itu pemimpin. Manusia itu adalah khalifatu fil ardh. Manusia adalah pemimpin di muka bumi karena tidak mungkin tugas itu diserahkan ke binatang atau tumbuhan. Superintendent adalah pemimpin bagi Supervisor. Supervisor adalah pemimpin bagi operator. Operator, kalau sudah menikah, adalah pemimpin bagi keluarganya. Kalau belum menikah, minimal ia adalah pemimpin bagi adik-adiknya. Kalau ternyata belum menikah dan nggak punya adik , paling tidak, kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri (justru ini tugas yang sangat sulit).

Karena memimpin (mengelola sumber daya manusia) itu butuh waktu, teori modern tentang pemimpin adalah bahwa pemimpin itu bukan dilahirkan, tapi harus diciptakan. Pemimpin tidak lagi hanya didasarkan pada garis keturunan (dilahirkan). Pemimpin yang diciptakan akan berproses, belajar, dan berevaluasi untuk menjadi pemimpin. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Santa Clara University dan Tom Peters Group/Learning System[1] terhadap 5000 manajer senior, diperoleh hasil mengenai 10 watak/karakter pemimpin yang paling dikagumi, yaitu:

1. Jujur (honest)

2. Kompeten (competent)

3. Melihat ke depan (looking forward)

4. Selalu memicu inspirasi (inspiring)

5. Pandai, cerdas (intelegent)

6. Objektif, berlaku adil (fair minded)

7. Berwawasan luas (broad minded)

8. Berani mengambil resiko (courageous)

9. Tidak basa-basi, langsung pada persoalan (straight forward)

10. Penuh imajinasi (imaginative)

Mari tanyakan pada diri kita sendiri dan jawablah dengan jujur, apakah kita sudah memenuhi 10 kriteria di atas? Jika belum, tentukan di poin mana dari 10 kriteria di atas yang menjadi kekurangan kita dan bertekadlah untuk memperbaiki. Tidak ada kata terlambat untuk terus belajar memperbaiki diri. Ini semua bagian dari proses evaluasi dan pembelajaran.

 

Banyumanik, 1 January 2009

[1] Hardjapamekas, Erry Ryana, Esensi Kemimpinan Mewujudkan Visi Menjadi Aksi, PT Elex Media Komputindo, Jakarta , 2000

Sent : Saturday, January 3, 2009 4:41 AM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: