Skip to content

PELAJARAN DARI KANCIL DAN KURA-KURA (2)

Februari 15, 2009
tags:

Seperti yang saya tuliskan pada artikel sebelumnya, episode cerita kancil dan kura-kura ini ternyata masih ada lanjutannya. Ada versi terbaru dari cerita ini. Berikut lanjutannya;

picture by e-smartschool.com

picture by e-smartschool.com

Kura-kura yang kalah oleh kancil mulai berpikir mengapa ia bisa kalah. Kali ini giliran kura-kura yang mengevaluasi diri. Berpikir keras si kura-kura bagaimana ini bisa menang lomba dari si kancil. Ia memang tak sekuat kancil. Larinya pun tak sekencang kancil. Lalu modal apa yang ia perlukan agar bisa menang, demikian pikir kura-kura. Setelah berpikir keras 7 hari 7 malam dan dilanjutkan dengan mandi kembang 7 rupa yang diambil dari 7 tempat yang berbeda akhirnya ia mendapatkan kesimpulan. Menurut kura-kura, ia takkan mungkin menang dari kancil jika berlomba pada jalur yang sama. Ia harus berlomba di jalur yang berbeda. Maka kura-kura pun menantang kembali kancil untuk berlomba di jalur yang lain. Kancil pun menyetujui.

Saat lomba dimulai, seperti biasa kancil, binatang cerdik yang suka mencuri timun pak tani ini melesat kencang bak maling yang tunggang-langgang dikejar orang kampung. Ia selalu ingat untuk tidak mengulangi kesalahannya sehingga ia berlari tanpa henti. Namun akhirnya terpaksa ia harus berhenti juga.

Kancil berhenti di depan sungai. Ternyata garis finish tinggal beberapa meter lagi tapi garis finish itu letaknya di seberang sungai! Kancil harus berhenti karena ia tak bisa berenang. Kancil bingung namun tak tahu harus berbuat apa. Mau menyeberang takut hanyut, tapi kalaulah ia diam saja, kura-kura bisa menyusulnya. Kancil mati kutu, tak bisa berbuat apa-apa. Barulah ia sadar, jalur baru ini adalah bagian dari strategi kura-kura memenangkan perlombaan.

Kura-kura, pelan namun pasti, akhirnya bisa mendekati kancil. Sambil bersiul riang, ia dengan tenang mendahului kancil, berenang melewati sungai meninggalkan kancil yang hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Kura-kura mencapai finish lebih dulu dan memenangkan perlombaan!

Pelajaran #3;

Inilah kekuatan strategi. Kejelian untuk melihat kemampuan diri dan bertanding di jalur yang pas adalah hal penting. Kekuatan fisik bukanlah segalanya. Perlu juga otak untuk menganalisa dan mengatur strategi untuk menang. Sekencang apapun macan berlari, takkan menang melawan ikan jika berlomba di air. Sehebat apapun Maradona, takkan ia menjadi pemain hebat jika ia bermain bola kasti, karena kemampuannya terbaiknya adalah di sepak bola. Bersaing pada bidang yang menjadi kekuatan utama kita adalah kunci untuk menang.

Ternyata kisah kancil dan kura-kura ini belum selesai. Masih ada lanjutannya……….(bersambung)

Tanjung Emas, 17 Desember 2008

Sent: Wednesday, December 17, 2008 3:34 PM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: