Skip to content

SYARAT KONSISTENSI

Desember 6, 2008
tags:

Dalam pengamatan saya, salah satu masalah di Divisi 2 adalah terkait dengan konsistensi. Contoh, jika ada sebuah aturan biasanya hanya dipatuhi beberapa hari saja untuk kemudian peraturan itu dilanggar dan tidak dipatuhi. Sudah dilarang untuk tidak lewat oven conveyor, ternyata masih banyak yang nekad lewat oven. Dilarang jajan di koperasi saat jam kerja, beberapa waktu lalu masih ada yang melakukan.  Masih ditemukan pula karyawan yang memakai sepatu dengan menginjak tumit sepatu padahal hal ini jelas dilarang. Atau saya juga masih menemukan item yang dipindahkan dengan cara diseret. Ini baru beberapa contoh saja, betapa konsistensi masih menjadi masalah bagi kita.

donJika ingin mengambil contoh tentang sebuah konsistensi, maka saya harus menyinggung nama Don Gorske. Siapa Don Gorske? Bukan sulap, bukan sihir, Don Gorske adalah orang yang telah melahap Big Mac sebanyak 23.000 kali. Boleh percaya atau tidak, tapi ini memang kisah nyata. Saya mengetahui kisah ini saat beberapa waktu lalu membaca artikel Hermawan Kartajaya, salah satu pakar marketing ternama di Indonesia dan juga dunia. Saya cukup akrab dengan tulisan Hermawan karena skripsi saya dulu tentang Marketing Strategy dan analisa saya mengunakan konsep marketing Hermawan Kartajaya (MarkPlus 2000).

Big Mac adalah burger buatan McDonald’s. Kisah Gorske berawal pada 17 Mei 1972 saat ia membeli 3 buah Big Mac untuk makan siang.  Tak lama setelah makan siang itu, Gorske kembali membeli Big Mac lagi sebanyak dua kali sehingga pada hari itu ia total memesan 9 Big Mac pada hari itu! Sejak saat itu, Gorske jadi kecanduan terhadap Big Mac. Tiada hari yang ia lewatkan tanpa melahap Big Mac. Ia mampu melahap 9 Big Mac dalam sehari dan itu ia lakukan setiap hari selama 36 tahun sampai saat ini! Gorske bilang selama 36 tahun, ia hanya tidak makan Big Mac untuk menghormati ibunya yaitu saat ibunya meninggal dunia.

Pada tanggal 17 Agustus 2008, Gorske melahap Big Mac-nya yang ke-23.000. Bagaimana Gorske bisa tahu kalau itu Big Mac-nya yang ke-23.000? Ternyata Gorske ini orang yang telaten. Semua nota pembelian Big Mac selalu ia kumpulkan dan ia simpan. Dari sinilah ia dapat menghitung berapa banyak Big Mac yang telah dimakannya. Jika dihitung-hitung ia telah menghabiskan sekitar 50 ribu dollas AS atau sekitar 450 juta rupiah hanya untuk membeli Big Mac. Wow, fantastis!! 

Saking tergila-gilanya dengan Big Mac, sampai-sampai ia melamar istrinya, Mary, di tempat parkir McDonald’s. Pernikahannya juga dilangsungkan di restoran McDonald’s dan saat pernikahan itu Gorske melahap 11 Big Mac! Suangar banget! Saya menduga, ususnya Gorske pastilah panjang dan elastis sekali. Bagi Gorske, Big Mac merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan lagi dari hidupnya. Sampai-sampai ia bilang “I promised myself I would eat Big Mac every day, no matter how bad things got. The best thing of the whole day was Big Mac!” (“Saya berjanji akan tetap makan Big Mac setiap hari tak peduli apapun yang terjadi. Yang terbaik sepanjang hari adalah Big Mac!”)   

Penggalan kisah di atas bukanlah kisah rekayasa namun benar adanya. Terlepas, apakah yang dilakukan Gorske itu normal atau tidak, layak atau tidak, saya mencoba mengambil nilai positif dari kisah di atas. Menurut saya Gorske adalah orang konsisten. Bagaimana tidak konsisten, Gorske mampu bertahan dengan melahap Big Mac selama 36 tahun setiap hari! Selain konsisten, Gorske juga orang yang disiplin. Jika ia tidak disiplin, mustahil ia mampu makan Big Mac setiap hari dan mengumpulkan semua nota pembelian Big Mac.

Konsistensi memang memerlukan niat, tekad, dan disiplin. Gorske telah membuktikan itu.

Banyumanik, 23 September 2008

Sent: Thursday, October 09, 2008 6:05 PM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: