Skip to content

JIKA ADA KEMAUAN

Desember 6, 2008
tags:

Jika saya sebut nama Sumarni, pasti banyak yang tak mengenal. Atau bisa sumarnijuga banyak yang bertanya, “Sumarni yang mana?” Nama ini memang agak umum dan bisa jadi ada teman atau tetangga kita yang bernama sama. Jika saya sebutkan Sumarni Markasan, pasti banyak juga yang tetap tak kenal. Nama ini memang tak tersohor di Indonesia . Tapi jika di Singapura, terutama di kalangan PRT, nama pasti cukup terkenal. Sumarni Markasan adalah Ketua HPLRTIS atau Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia di Singapura. Gampangnya, Sumarni ini adalah ketua perkumpulan PRT (pembantu rumah tangga) di Singapura.

Kalau cuma bicara pembantu Indonesia di Singapura, itu sih biasa. Entah sudah berapa banyak bangsa ini meng-ekspor pembantu ke Negara tetangga. Ada sekitar 10.000 TKW atau pembantu rumah tangga Indonesia di Singapura dengan berbagai macam nasibnya. Ada yang berhasil dan sukses namun ada pula yang sengsara, hidup disiksa, merana, diperkosa hingga akhirnya berbadan dua, dan ada pula yang masuk penjara. Sumarni mewakili kisah sukses PRT di negeri orang.

Saya membaca kisah Sumarni ini dari harian KOMPAS, 30 Agustus 2008. Sumarni cuma tamatan SMA dan mengadu nasib di Singapura sebagai PRT. Ia berasal dari Kendal. Tak ada keahlian khusus yang ia kuasainya pada awalnya. Namun tekadnya untuk maju mendorongnya untuk belajar. Ia bekerja dengan majikan orang Amerika. Kondisi ini mendorong untuk belajar bahasa Inggris. Ia lalu mengambil kursus bahasa Inggris selama 6 bulan. Lewat kursus dan praktek ber-cas-cis-cus dengan majikannya, kemampuan bahasa Inggris-nya semakin lama semakin baik. Selain majikan asal Amerika, seiring dengan waktu, Sumarni bekerja dengan majikan yang berasal dari Swiss dan Finlandia yang memang menuntutnya untuk semakin terampil berbahasa Inggris.

Namun Sumarni tak puas hanya dengan menguasai bahasa Inggris saja. Ia pun melirik keahlian lain. Ia ingin belajar komputer. Ia pun mengambil kuliah di Institut Informatika Singapura dan kuliah selama 1,5 tahun. Ia kuliah bergabung dengan mahasiswa lain dari berbagai Negara seperti China, India, Malaysia, dan Singapura yang terdiri dari berbagai status mulai dari manajer sampai pelajar. Walaupun awalnya ia agak minder, ia berhasil menamatkan pendidikan di institute itu. Hasilnya, dari penghasilan kerjanya di Singapura, pada tahun ke-7, ia sudah mampu membeli lahan untuk kebun seharga Rp 70 juta yang dikelola orang tuanya. Ia juga menginventasikan uangnya dengan membeli rumah seharga Rp 100 juta yang ia sewakan dengan harga Rp 7,2 juta per tahun.

Banyak hal yang bisa kita petik dari kisah Sumarni. Sumarni adalah contoh nyata orang yang meng-kaizen-kan dirinya. Ia adalah bagian orang yang secara nyata memberikan bukti peningkatan kualitas diri. Kalau mau jujur, di kalangan operator dan bahkan supervisor, masih sedikit yang bisa mengoperasikan komputer. Dan masih sangat-sangat sedikit yang bisa berbahasa Inggris. Beberapa bulan lalu, saat Team Divisi 2 sedang meeting kaizen, saya pernah menyinggung hal ini. Saat presentasi kaizen oleh tiap-tiap Team Kaizen, sempat pula ditanyakan siapa yang membuat presentasi. Ada beberapa team yang presentasinya dibuat oleh orang lain. Saat itu saya SANGAT MENYARANKAN agar para supervisor (dan operator) belajar mengoperasikan komputer. Saya memberikan ilustrasi, jika ada orang (luar) yang bertanya jabatan pekerjaan dan masa kerja, maka jawabannya adalah jabatan pekerjaan adalah supervisor dan masa kerja umumnya lebih dari 10 tahun. Jika orang itu nanya lagi, “Bisa komputer nggak?”, maka umumnya akan menjawab “Ndak bisa!”. Jabatan Supervisor dengan masa kerja 10 tahun lebih tapi nggak bisa komputer, ini kejadian yang langka. Untuk itu, saya sarankan dengan paksa agar mulai belajar. Komputernya ada, yang mengajari juga ada, waktu bisa disesuaikan. Tinggal masalah KEMAUAN! Kalau ada kemauan, ada tekad, pasti ada jalan. Sumarni yang PRT aja bisa, masak kita nggak bisa?

Banyumanik, 31 Agustus 2008

Sent: Wednesday, September 03, 2008 7:46 AM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: