Skip to content

MELIHAT DONAT

September 7, 2008
tags:

Sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesudah kesulitan ada kemudahan.” Saya selalu mengingat kata-kata ini untuk menghibur diri saya saat dalam keadaan sulit atau dalam kondisi kondisi putus asa. Seperti saat semua yang direncanakan gagal atau saat jumlah kontainer yang direncanakan jauh dari target yang diharapkan. Kata-kata itu saya dengar pertama kali dari seorang tokoh nasional saat mengikuti ceramah shalat tarawih di gelanggang mahasiswa UGM saat masih kuliah dulu. Kata-kata ini sebenarnya diambil dari kutipan Surat Alam Nasyrah ayat 5 dan 6. Tokoh yang saya kagumi itu bilang, kesulitan adalah bagian dari hidup yang tidak mungkin terelakkan. Untuk itu kesulitan harus ditaklukkan dan selalu ada hikmah dan kemudahan dari sebuah kesulitan. Saat berada di pabrik, saya merasa perlu mengingat kata-kata ini untuk menguatkan diri saya karena dalam 2 minggu ini baru tercapai 15 kontainer dari target 53 kontainer pada bulan Agustus. Artinya ada 38 kontainer yang harus dicapai dalam 2 minggu dengan hanya 10 hari kerja atau 3.8 kontainer per hari!

Saya pun menguatkan diri. Dengan rencana dan kerjasama dari semua departemen, target 53 kontainer tetap masih mungkin untuk tercapai. Saya lalu teringat apa yang terjadi pada akhir bulan Juli lalu. Sampai saat shipment meeting hari Jumat, kontainer yang mungkin dicapai hanya 49 kontainer. Dalam pikiran kalkulasi saya, jika hanya 49 kontainer, karyawan tidak akan mendapat bonus. Bonus bisa diperoleh jika yang dicapai adalah 50 kontainer. Maka planning pun dibuat. Identifikasi item dilakukan segera berdasarkan jumlah aktual di shop floor dan kemungkinan penyelesaian. Sampai Sabtu pagi, masih banyak yang mempertanyakan apakah mungkin menambah 1 kontainer lagi. Kalau mungkin, itemnya ada dimana? Begitu pertanyaan yang saya terima.

Namun keputusan harus segera diambil karena Sabtu siang saya dan beberapa manajer harus ke Magelang. Dengan kalkulasi dan data yang saya miliki, maka Sabtu pagi itu saya putuskan untuk mendatangkan 1 kontainer High Point. Saya harus tetap optimis. Saya tidak mungkin menyakinkan orang lain kalau saya sendiri tak yakin dengan keputusan saya. Koordinasi pun dilakukan dengan Finishing 1 dan Uph. Pada hari Sabtu itu, Assembly 1 berhasil mengeluarkan 1 kontainer Lane Venture. Assembly 2 mengamankan kontainer Hendredon. Finishing 2 memantapkan kontainer Thomasville. Untuk tambahan kontainer High Point, Finishing 1 dan Upholstery berkoordinasi dengan baik. Dengan jumlah item High Point yang terbatas, maka perhitungan harus dilakukan dengan cermat. Hasilnya? 50 kontainer berhasil dicapai sehingga bonus bisa diselamatkan!

Tak ada yang membantah, tambahan 1 kontainer High Point pada bulan Juli lalu adalah gabungan dari rencana kerja, perhitungan, eksekusi, dan hasil kerjasama antar departemen. Tak ada pula yang membantah, kita mampu melakukan itu karena saat itu semua dari kita berfikir bahwa kita memang mampu melakukannya! Kita semua optimis mampu mencapai 50 kontainer. Karena optimis kita bisa melakukan sesuatu yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin. Apa yang terjadi pada bulan Juli kemarin merupakan bukti nyata kekuatan bersikap optimis.

Semangat inilah yang kita perlukan dalam 2 minggu ke depan. Kita butuh kerjasama tim dan kekuatan optimisme. 38 kontainer harus dicapai. Masih ada waktu 2 minggu untuk mengejar target. Sekecil apapun, peluang tetaplah sebuah peluang. Sekecil apapun sebuah peluang, tetap harus dihadapi dengan sikap optimis yang tinggi. Kita perlu belajar melihat donat! Orang pesimis tidak akan pernah bisa melihat donat, karena yang ia lihat adalah lubang yang ada di tengah. Sedangkan orang optimis akan melihat donat sebagai makanan enak untuk dimakan. Benda yang dilihat sama. Namun cara pandang yang berbeda menyebabkan tindakan yang berbeda pula. Kita telah berhasil “melihat donat” bulan Juli lalu. Kita harus terus belajar ‘melihat donat’ bulan ini.

Tanjung Emas, 12 August 2008

Sent: Wednesday, August 13, 2008 7:43 AM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: