Skip to content

PARANOID..SIAPA TAKUT!

Agustus 27, 2008

Artikel ini saya susun dalam kondisi under pressure, tidak punya ide, dan sedikit berkeringat. Sengaja saya pilih kata-kata yang hiperbola biar kelihatan agak dramatis. Under pressure, karena deadline artikelnya sudah mepet. Tidak punya ide, karena saya nggak tahu harus menulis apa. Sedikit berkeringat, karena lagi kepanasan aja berhubung kipas angin di kamar lagi mati! 

 

Berhubung deadline-nya sudah mepet, saya bela-belain bangun tengah malam untuk menulis artikel ini. Maklum, Wapemred Target memberikan instruksi agar saya menyumbang artikel karena artikel yang masuk masih kurang, katanya. Sayangnya, saya juga sudah terlanjur janji bahwa saya bisa membuat artikel hari Minggu. Saya bilang hari Minggu karena saya tahu hari Kamis adalah batas akhir artikel masuk. Jadi niat awalnya pengen ngeles. Ternyata Wapemred bilang kalau deadline artikel diundur paling lambat hari Senin. Sebagai manusia yang sedang belajar bertanggung jawab, maka dengan terpaksa namun ikhlas saya mencoba menetapi janji. Walaupun ya itu….harus bangun tengah malam.

Walaupun sudah bangun tengah malam, saya sebenarnya bingung mau menulis apa alias nggak punya ide. Mungkin ini efek dari under pressure tadi kali ya. Itulah sebabnya walaupun sudah masuk paragraph ketiga, tulisan ini belum jelas sebenarnya ingin membahas apa, kecuali cerita bahwa saya bangun malam. Anggap saja ini bagian dari taktik saya agar artikel ini kelihatan lebih panjang.

Mungkin karena Tuhan maha pemurah dan sayang sama saya, akhirnya saya dapat ide juga. Saya jadi teringat sebuah bacaan dari buku tentang Andy Grove. Saya gampang mengingat Andy Grove karena ia pernah menulis buku dengan judul unik, Only the Paranoid Survive. Paranoid adalah rasa takut terhadap sesuatu. Jadi kalau diterjemahkan judul buku Only the Paranoid Survive lebih kurang artinya begini, hanya orang yang punya rasa takut (terhadap sesuatu) yang bisa bertahan hidup. Lalu siapa Andy Grove. Yang jelas dia bukan anggota grup band The Groove, bekas grup bandnya Rika Ruslan yang vokalis cowoknya kalau nyanyi kakinya jelalatan nggak bisa diam. Andy Grove adalah mantan CEO (Chief Executive Officer) Intel, alias mantan big boss-nya sebuah perusahaan mikro prosesor computer terkenal di dunia. Pada saat Andy Grove menulis buku tersebut, ia masih menjabat sebagai CEO Intel. Saking terkenalnya merk prosesor Intel ini, dulu waktu teman kuliah saya mau membeli computer, dia ditanya “Mau beli computer merk apa, Mas?” Dengan mantap teman saya menjawab, “Yang merknya Intel inside!”

Grove memperkenalkan konsep yang dinamakan Strategic Inflection Point (SIP). Secara sederhana SIP dapat dijelaskan sebagai sebuah titik dimana suatu perubahan (change) dapat membawa perusahan untuk terus naik, berkembang, dan memenangkan pasar atau perubahan tersebut dapat menyeret perusahan ke ambang kehancuran. Singkatnya, SIP bisa jadi akan membawa perusahaan pada 2 arah dan itu terkait dengan perubahan fundamental. Kuncinya tergantung sejauh mana kesiapan dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan tersebut. Jika perusahaan siap, perubahan merupakan momentum untuk bangkit dan berjaya. Namun jika perusahaan tidak siap, perubahan merupakan signal awal kehancuran.

Pemahaman dasar terhadap konsep SIP dan apa yang harus dilakukan akan menyelamatkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, menurut Grove, adalah tugas utama para karyawan untuk menjauhkan perusahaan dari kondisi yang tidak aman dan memastikan bahwa perubahan akan membawa perusahaan ke arah yang lebih baik dan lebih menguntungkan, bukan sebaliknya. “Nobody else can do this but you!”, kata Grove. Konsep SIP ini memerlukan orang yang paranoid. Lho kok?

Menurut Andy Grove, orang paranoid inilah yang akan menang dan tetap terus bertahan. Karena orang seperti ini adalah orang yang sadar bahwa kesuksesan itu tidak abadi dan kalau tidak hati-hati atau tidak waspada akan kalah dalam persaingan. Intinya orang paranoid lebih sensitif terhadap perubahan sehingga orang ini selalu bersikap mempersiapkan diri untuk menghadapi dan mengantispasi perubahan. Apakah Andy Grove seorang paranoid? Kelihatannya iya. Andy Grove sangat khawatir kalau Intel akan jatuh dan kalah dalam persaingan. Ia cemas jika seandainya Intel tidak berperforma baik. Ia juga cemas apakah memiliki pabrik yang banyak merupakan keputusan yang tepat dan menguntungkan. Grove juga cemas terhadap kalau orang-orang pintar yang bekerja di Intel cenderung cepat puas karena bisnis microprocessors adalah bisnis di bidang inovasi tinggi yang menuntut orang untuk terus berfikir, berkreasi, dan kreatif. Grove juga cemas terhadap persaingan dengan para kompetitor yang bisa menghasilkan produk yang lebih canggih dengan biaya yang lebih murah dari Intel yang akibatnya bisa merebut pangsa pasar Intel. Ia cemas apakah produk yang dihasilkan Intel terlalu dini diluncurkan ke pasar dan apakah produk tersebut diminati dan dibutuhkan pasar atau tidak. Di sisi lain bisnis prosesor adalah bisnis high technology dengan umur produk yang sangat singkat yang kalau tidak cepat pasti sudah diserobot oleh pesaing.

Apakah sikap paranoid Andy Grove karena pada saat itu Intel berada diambang kehancuran? Tidak. Justru Intel saat itu sedang sukses besar dan menguasai pasar prosesor. Justru sikap paranoid ini adalah salah satu kunci sukses Andy Grove dalam memimpin Intel. Karena rasa takut pada pegawainya yang cepat puas diri, maka hal ini mengingatkan Andy Grove untuk program yang memacu pegawainya untuk terus berkreasi tanpa lelah. Ketakutannya pada produk dan masa depan Intel, menuntutnya selalu berfikir agar intel menghasilkan produk yang berjaya dan diminati pasar. Ketakutannya pada kompetitor memaksa Andy Grove menyusun strategy agar Intel bertahan dan menang dari serangan para kompetitornya. Dan sekali lagi, rasa takut alias sikap paranoid muncul ketika Intel tidak sedang bermasalah, tapi justru ketika Intel sedang berada pada area comfort zone, zona nyaman.

Saya jadi berfikir, mungkin tidak ada salahnya kita bersikap paranoid. Tidak ada salahnya kita takut jika customer tidak menyukai produk kita. Karenanya, mari kita membuat dan memproses produk yang bagus yang diminati customer. Tidak ada salahnya kita takut jika customer menganggap produk kita terlalu mahal. Untuk itu, mari kita memproses produk dengan efisien dan tidak membuat kesalahan yang menyebabkan defect dan rework. Tidak ada salahnya kita takut pada para pesaing kita di China . Karenanya, mari kita semua bertekad dan bekerja sama menghasilkan produk dengan standard dan kualitas yang lebih baik dari pabrik di China atau pabrik furniture manapun di dunia ini. Semua ini bertujuan agar perusahaan ini menang dan survive seperti kata Andy Grove, Only the Paranoid Survive.

Lalu bagaimana dengan saya, apakah saya juga paranoid? Ya. Saat saya merampungkan artikel ini jam sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi. Masih ada waktu 1 jam sebelum azan subuh. Lumayan lah untuk tidur karena saya menjadi paranoid kalau nanti jadi mengantuk di kantor akibat kurang tidur!

Banyumanik, 9 September 2007

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: