Skip to content

KALAU PETUGAS SPBU BISA, MASAK KARYAWAN PERUSAHAAN NGGAK BISA…?

Agustus 19, 2008
tags:

POM BensinSaat libur lebaran, dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Semarang, saya singgah di SPBU Tegal, untuk isi bensin. Ini sih biasa. Yang tidak biasa, SPBU ini punya 67 toilet! Karena penasaran, akhirnya saya ke toilet. Saya tidak tahu apakah jumlahnya persis 67, karena saya tidak mungkin masuk toilet perempuan. Namun yang jelas, SPBU ini sudah mendapat penghargaaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai SPBU dengan jumlah toilet terbanyak. Penghargaan MURI tsb dibingkai dan digantung di depan area masuk ke toilet.

Kalau toilet SPBU lain biasanya dicari dengan hidung (karena bau), semua toilet, kamar mandi, mushalla, dan area sekitar SPBU dalam keadaan bersih. Di sekitar mushalla, terdapat sekitar 6 set meja (1 meja + 3-4 kursi) yang dapat dipakai pesinggah untuk duduk, beristirahat, makan, atau sekedar ngobrol. Area parkir juga luas dan free alias gratis! Jika pesinggah ingin beristirahat lebih nyaman, tersedia extra bed dengan tarif 20 ribu per 5 jam. Jika lapar bisa ke kantin SPBU dengan harga tertera. Jadi nggak perlu takut kena harga getok seperti kalau makan di lesehan Malioboro. Jika butuh bekal untuk perjalanan, bisa ke mini market. Singkat kata, kalau anda ingin mandi, shalat, buang hajat, makan, belanja, dan tidur SECARA LAYAK dan AMAN, anda bisa lakukan di SPBU ini !

Saat mengisi bensin, di dekat mesin pompa tertulis: “ANDA BERHAK MENDAPATKAN 10000 (SEPULUH RIBU), JIKA PETUGAS KAMI TIDAK MENUNJUKKAN METEREN PADA ANGKA NOL DAN TIDAK MENGUCAPKAN TERIMA KASIH”. Hebat! Kepada saya, petugas menunjukkan meteran pada angka nol dan mengucapkan terima kasih. Iseng saya bertanya, “Apa sudah pernah ada yang didenda 10000?”. Dengan yakin dijawab, “Belum ada!”. Ini adalah pengalaman paling menyenangkan bagi saya selama menjadi konsumen SBPU.

Esoknya ada artikel menarik di harian KOMPAS, 9 November 2005. Diceritakan bahwa perusahaan minyak asing, SHELL, sudah membuka SPBU di Karawaci, Tangerang. Ada Shell Shop bagi pemilik mobil yang ingin belanja di SPBU ini dan mobil dapat ditinggal pemiliknya selagi dilakukan pengisian bahan bakar. Dijamin aman dan petugas akan mengisi bahan bakar sesuai yang diminta. Pokoknya konsumen tidak akan “diakali” sama petugas. Selama dilakukan pengisian bahan bakar, kaca mobil akan dibersihkan. Tersedia juga tempat penambahan angin dan air. Semuanya gratis! Jarak antara pompa pengisian cukup lebar sehingga meminimalkan antrian. Bahan bakar yang tersedia adalah Shell Super (Octane 92, Rp 5700) dan Shell Super Extra (Octane 95, Rp 5900). Cukup bersaing dengan harga Pertamax dan Pertamax Plus. Disebutkan pula para petugas yang melayani dengan sangat ramah seperti pelayan hotel.

Inilah 2 SPBU yang sangat memperhatikan kualitas pelayanan. Saat kebanyakan SPBU memberi pelayanan sekenanya, 2 SPBU ini justru memberikan pelayan terbaik bagi para konsumennya. Tujuannya supaya konsumen bisa loyal. Kita pasti pernah punya pengalaman “diakali” karena bensin diisi lebih sedikit dari yang diminta. Tak sedikit juga dari kita yang antri atau harus menahan nafas ketika ke toilet SPBU karena jorok dan bau. Berapa kali kita was-was karena takut membeli oli palsu. Tak terhitung juga konsumen yang dilayani petugas dengan muka masam. Bagi orang yang melakukan travelling, toilet, makan, istirahat, atau shalat dengan nyaman dalam satu tempat merupakan kebutuhan. Rasa aman dan percaya bahwa bahan bakar diisi sesuai yang diminta, atau toilet yang bersih merupakan jawaban dari pemenuhan keinginan sebagian besar konsumen SPBU.

Di era kompetitif ini, persaingan bisnis semakin ketat. Keinginan konsumen juga semakin kompleks dan sukar diduga. Hanya perusahaan yang mampu memuaskan keinginan konsumen yang dapat memenangkan bisnis. Konsumen yang puas akan kembali dan bertransaksi dengan perusahaan yang mampu memenuhi dan memuaskan keinginannya. Perusahaan yang tidak mampu memuaskan konsumen, siap-siap gigit jari dan ditinggal pelanggan Ada idiom “customer is always right!” . Semakin perusahaan ini mampu memuaskan konsumen maka semakin besar peluang perusahaan ini untuk kompetitif dan diterima pasar. Untuk itu, perlu dukungan penuh dari semua, termasuk karyawan. Kalau petugas SPBU aja bisa menerapkan customer satisfaction, masak karyawan perusahaan nggak bisa………

Tanjung Emas, 11 November, 2005

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: