Skip to content

MEMBERI NILAI LEBIH

Agustus 15, 2008
tags:

Saat saya melihat-lihat sebuah harian Bisnis Indonesia edisi Minggu, 29 Juni 2008, secara tidak sengaja saya melihat rubrik Motivasi. Karena penasaran dengan isinya, rubrik tersebut saya baca. Ternyata ada kisah menarik yang perlu jadi perenungan bagi kita semua. Begini ceritanya.

Ada sebuah perusahaan yang mengadakan training tentang customer satisfaction. Semua karyawan dikirim untuk mengikuti training ini. Salah satu pesertanya, sebutlah bernama Johny. Johny bekerja sebagai pembungkus plastik di supermarket tempat ia bekerja. Johny adalah penderita down syndrome, yaitu cacat bawaan. Yang ia lakukan adalah setelah kasir menghitung semua belanjaan pelanggan, maka Johny memasukkan semua belanjaan tersebut ke dalam kantong plastik. Dalam pelatihan tersebut, Johny begitu terkesan dengan materi training kepuasan pelanggan itu sehingga ia pun berfikir apa yang harus ia lakukan. Johny ingin melakukan sesuatu yang bisa memuaskan atau mengesankan pelanggannya, namun di sisi lain pekerjaannya cuma sebagai pembungkus kantong plastik

Namun Johny tidak berputus asa. Ia terus berusaha dan berfikir untuk memberikan nilai lebih kepada para pelanggannya. Sampai akhirnya ia mendapat ide. Johny sangat senang membaca kata-kata mutiara dan ia pun menggunakan kata-kata mutiara ini untuk memberikan nilai lebih pada para pelanggannya. Johny lalu mengetik kata-kata mutiara yang sering ia baca dan ia ingat. Lalu ia gunting kata-kata mutiara itu dan ia sisipkan pada kantong plastik pelanggannya. Seorang pelanggan mendapat kata mutiara, “Kegagalan adalah sebuah motivasi untuk terus mencoba dan mencoba”. Untuk pelanggan lainnya, Johny menyisipkan kata “Prestasi seseorang adalah cerminan dari usaha dan kerja keras yang ia lakukan. Tidak ada kesuksesan tanpa usaha”. Ada pula pelanggan yang mendapat kata “Motivasi adalah semangat dalam hidup. Seseorang tanpa motivasi sesungguhnya ia telah kehilangan hidupnya”. Demikian yang dilakukan Johny untuk para pelanggannya.

Apa yang dilakukan Johny ternyata mendapat respon positif dari pelanggannya. Semua pelanggan senang. Mereka tidak hanya mendapat kantong plastik, tapi mendapat “hal” lebih yaitu sebuah kata mutiara. Maka para pelanggan selalu memilih kasir dimana Johnya bertugas sebagai pembungkus kantong plastik. Mereka rela antri, walaupun di kasir lain masih kosong. Hal ini membuat Manajer Store tempat Johny bekerja kagum. Johny pun mendapat apreasiasi terhadap apa yang telah dilakukannya dan dijadikan teladan bagi karyawan lainnya bahwa kepuasan pelanggan dan memberikan nilai lebih bisa dilakukan dengan berbagai macam cara oleh siapa pun.

Cerita di atas memberikan bukti kepada kita betapa pentingnya kepuasan pelanggan. Cerita itu juga menunjukkan pentingnya memberikan nilai lebih kepada pelanggan. Dalam memuaskan pelanggan, seseorang/department harus bisa menjadi “pemuas” bukan beban kepada pelanggan/departemen berikutnya. Cerita di atas juga membuktikan, semua orang bisa dan mampu untuk berbuat sesuatu yang lebih dari apa yang ia kerjakan, apapun posisinya, baik dari tingkat manajer, supervisor, bahkan operator sekalipun! Ini tidak terkait dengan jabatan atau tipe pekerjaan namun hal ini semua terkait dengan NIAT, KEMAUAN, DAN USAHA. Seorang Johny, si pembungkus kantong plastik dan penderita down syndrome (cacat mental) saja mampu memberikan nilai lebih pada para pelanggannya, lalu kenapa kita tidak?

Seandainya kita seorang operator sanding, pikirkan nilai lebih apa yang akan diberikan ke Finishing sebagai pelanggan. Seandainya kita operator Finishing, bisakah kita memberikan nilai lebih dengan menghasilkan warna standard tanpa adjustment? Kalau kita seorang supervisor, mampukah kita memberikan nilai lebih dalam fungsi pengawasan pekerjaan kita. Mari berfikir, nilai lebih apa yang akan diberikan dari pekerjaan yang kita sekarang. Jika Johny, yang tidak sempurna saja mampu melakukannya, maka kita juga pasti mampu!

Banyumanik, July 2, 2008

Sent: Wednesday, July 02, 2008 12:10 PM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: