Skip to content

SAKIT ADALAH MANFAAT

Agustus 2, 2008

Jika saya mengajukan pertanyaan iseng, “Apakah kamu mau sakit?” bagaimana kira-kira jawaban dari orang yang ditanya? Saya yakin, semua orang akan menjawab “Tidak!”. Sebuah jawaban yang menegaskan bahwa sebagian besar orang (atau mungkin semua orang) tidak mau sakit! Tapi sadarkah kita bahwa sebenarnya sakit juga merupakan hal yang bermanfaat? Tidak percaya dengan kata saya, mari lihat kisah berikut.

Dalam setahun ada ribuan bayi yang terlahir dengan penyakit genetic langka familial dysautonomia. Penyakit genetic ini akan melindungi bayi dari rasa sakit fisik apapun. Artinya si bayi tidak pernah merasa kesakitan walaupun di tubuhnya ada penyakit. Kedengarannya hebat ya….tapi mari kita lihat kenyataan yang terjadi.

Kebanyakan bayi dengan genetic familial dysautonomia hidupnya hanya akan bertahan beberapa tahun karena tubuhnya yang tidak mampu mendeteksi sesuatu yang salah dalam dirinya. Jika ia sakit lambung, bayi tersebut tidak menyadarinya. Ia tidak merasa sakit, ia tidak menangis, sehingga orang tua si bayi pun mengira bahwa anaknya baik-baik saja. Penyakit tersebut akhirnya makin parah sehingga terlambat untuk dilakukan pengobatan sehingga akhirnya ajal menjemputnya. Bagi bayi atau orang normal, jika ada yang tidak beres dari lambungnya, akan terasa sakit di lambungnya. Rasa sakit ini sebenarnya merupakan sinyal agar segera dilakukan pengobatan. Karena pengobatan dilakukan lebih awal, resiko yang lebih fatal bisa dihindari. Maka bersyukurlah buat anda yang pernah merasa sakit, karena rasa sakit adalah tanda untuk menyelamatkan diri dan nyawa anda. Bandingkan dengan bayi yang menderita familial dysautonomia, kebanyakan dari mereka tidak pernah bertahan hidup sampai dewasa.

Rasa sakit bisa datang dalam bentuk yang berbeda-beda seperti penyakit, sakit hati, perselisihan, problem kerja, dll. Mari memandang rasa sakit yang dalam pandangan yang lebih positif, bahwa sakit itu adalah peringatan awal tentang adanya ketidakberesan yang perlu ditangani dan diperbaiki dengan SEGERA. Jika tidak SEGERA, sakit itu bisa semakin parah dan semakin susah ditangani.

Masalah juga setali tiga uang dengan sakit. Tidak ada orang yang ingin dapat masalah. namun harus disadari masalah adalah sinyal awal ada hal yang tidak beres yang harus SEGERA ditangani. Kesalahan umum yang terjadi, banyak orang yang menghindari masalah saat masalah muncul. Akibatnya, masalah terus menerus terjadi, menjadi lebih rumit, dan akhirnya sulit untuk ditangani.

Seperti halnya rasa sakit, masalah harus dihadapi, dicari penyebabnya, disembuhkan, dan dicegah agar tidak terulang lagi. Itulah satu-satunya cara untuk memastikan masalah itu tidak akan berulang. Jangan sampai kita seperti bayi familial dysautonomia yang tidak pernah merasa sakit dan akhirnya tidak mampu bertahan hidup.

Banyumanik, 24 Juni 2008

Sent: Wednesday, June 25, 2008 10:30 AM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: